Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

IDENTITAS DIRI

Elin Bese

Created on May 5, 2026

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Pastel Color Presentation

Visual Presentation

Relaxing Presentation

Modern Presentation

Colorful Presentation

Modular Structure Presentation

Chromatic Presentation

Transcript

IDENTITAS DIRI

NAMA : Gradiana Herlina Bese NIM : 2301040068 KELAS/SEMESTER : B/6 MATA KULIAH : Pengembangan Media Pembelajaran DOSEN PENGAMPU : 1. Dr. Yusnaeni, S.Pd, M.Si.2. Maryanto Chrisman Honin, S.Pd., M.Si MATA PELAJARAN : BiologMATERI : Sistem koordinasi (Sistem Saraf) KELAS/SEMESTER : XI/II
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG 2026

Start

Petunjuk Penggunaan(klik!!!)

Start

: Untuk Mulai

: Halaman Selanjutnya

Next

: Halaman Sebelumnya

: Halaman Selanjutnya

: Halaman Sebelumnya

: Identitas Diri

: Gambar akan memunculkan tulisan dan gambarnya bisa di perbesar

: Menu Utama

Next

MENU UTAMA

SISTEM KOORDINASI (SISTEM SARAF)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI

VIDIO

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

LATIHAN SOAL

INDIKATOR KETERCAPAIAN PEMBELAJARAN (IKTP)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta bioproses yang terjadi seperti transpor membran dan pembelahan sel. Peserta didik menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Peserta didik memahami fungsi enzim dan mengenal proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Genially.com, diharapkan peserta didik mampu: 1. Mengidentifikasi bagian-bagian struktur sel saraf. 2. Mendeskripsikan implus saraf, gerak sadar, dan refleks. 3. Mendeskripsikan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. 4. Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ sistem saraf pada manusia.

INDIKATOR KETERCAPAIAN PEMBELAJARAN (IKTP)

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur sel saraf. 2. Peserta didik mampu mendeskripsikan impuls saraf, gerak sadar, dan gerak refleks. 3. Peserta didik mampu mendeskripsikan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. 4. Peserta didik mampu menganalisis pengaruh pola hidup terhadap gangguan sistem saraf manusia. 5. Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis gangguan pada sistem saraf manusia.

PETA KONSEP

Sistem Koordinasi

Struktur Sistem Saraf

Jenis Sistem Saraf

Sistem Saraf

Gangguan Sistem Saraf

Nomor Halaman : 1 2 3 4 5

+info

SISTEM SARAF

1. Struktur Sistem Saraf Neuron atau sel saraf merupakan satuan kerja utama atau bagian dari sistem koordinasi yang berfungsi untuk mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponen sistem saraf terdiri atas sel saraf, sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi. Untuk bereaksi terhadap rangsangan, tubuh memerlukan 3 komponen yaitu: 1. Reseptor 2. Sistem saraf 3. Efektor

Gambar 1. Struktur Neuron Sumber: Informazon.com

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: a. Neuron sensorik (neuron aferen): Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan dendrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat susunan saraf. b. Neuron motorik (neuron efektor): Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke efektor. c. Neuron asosiasi: Penghubung antara neuron motorik dan sensorik.

SISTEM SARAF

Berdasarkan tempatnya, neuron asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu: 1) Neuron konektor: Merupakan penghubung antara neuron yang satu dan neuron yang lain 2) Neuron ajustor: Merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Impuls ini akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerakan dibedakan menjadi dua yaitu gerak sadar dan gerak refleks. Gerak sadar merpakan gerakan yang terjadi karena disengaja atau disadari, sedangkan gerak refleks adalah gerakan yang tidak disengaja atau tidak disadari.

SISTEM SARAF

2. Jenis Sistem Saraf Sistem saraf bekerja berdasarkan impuls elektrokimia, untuk melayani tubuh dengan berbagai macam cara. Sistem saraf berfungsi sebagai peninjau bagi tubuh dan pengumpul informasi tentang dunia diluar maupun didalam tubuh kita. Selain itu juga berfungsi sebagai pusat komunikasi umu, pusat pemetaan strategi, dan sebagai pembuat keputusan dalam segala sesuatu yang dilakukan tubuh. a. Sistem saraf pusat Sistem saraf pusat merupakan bagian sistem saraf yang mengkoodinasikan semua fungsi saraf. Sistem saraf pusat berfungsi menerima semua rangsangsaraf dari luar tubuh (eketroseptor) dan dari dalam tubuh (interoseptor). Sistem saraf pusat juga bertindak sebagai pusat integrasi dan komunikasi.

Gambar 3. Sumsum Tulang Belakang Sumber: psychologymania.com

Gambar 2. Sistem Saraf Pusat Sumber: hellosehat.com

SISTEM SARAF

b. Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi merupakan saraf-saraf yang membawa impuls dari dan ke sistem saraf pusat. sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. a) Sistem Saraf Sadar (Saraf Somatis) Saraf sadar adalah saraf yang rangsangannya disampaikan ke pusat reseptor yaitu kepusat motoris pada serebrum.

b) Sistem Saraf Tidak Sadar (Otonom) Saraf otonom adalah saraf yang rangsangannya tidak disampaikan ke otak. Sistem saraf otonom mengontrol kegiatan organ-organ dalam. Berdasarkan sifat kerjanya, saraf otoom dibedakan menjadi dua, yakni:

Gambar 4. Saraf Kranial Sumber: bangsalsehat.com

Gambar 5. Sistem Saraf Simpatik dan Saraf Parasimpatik Sumber: pojokcerdas.com

SISTEM SARAF

3. Gangguan pada Sistem Saraf

Sistem saraf pada manusia dapat mengalami kelainan atau penyakit. Penyebabnya dapat berasal dari lingkungan (luar) atau dari dalam tubuh, antara lain sebagai berikut.

VIDIO PEMBELAJARAN SISTEM SARAF : https://youtu.be/OwRBNBmbHLI?si=JluRGUIe4SB9yjw3

PETUNJUK KERJA

jenis Soal : Pilihan Ganda dan Isian SingkatA. Petunjuk Umum 1. Tuliskan nama, kelas, dan nomor absen pada lembar jawaban yang telah disediakan. 2. Bacalah setiap soal dengan teliti sebelum menjawab. 3. Kerjakan soal secara mandiri dan jujur. 4. Gunakan pulpen atau tinta berwarna biru/hitam. 5. Periksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan. B. Petunjuk Mengerjakan Soal Pilihan Ganda 1. Soal pilihan ganda terdiri atas beberapa pilihan jawaban (A, B, C, D, dan E). 2. Pilih satu jawaban yang paling tepat. 3. Jika ingin mengganti jawaban, coret jawaban yang salah dengan satu garis lalu tulis jawaban yang benar. C. Petunjuk Mengerjakan Soal Isian Singkat 1. Bacalah soal dengan teliti. 2. Tuliskan jawaban secara singkat, jelas, dan tepat pada lembar jawaban. 3. Gunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami. 4. Jika jawaban berupa istilah ilmiah, tuliskan dengan ejaan yang benar.

LATIHAN SOAL

Latihan Soal : Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Bagian sel saraf yang berfungsi menghantarkan rangsangan dari badan sel adalah .... A. akson B. dendrite C. badan sel D. synapsis E. selubung myelin 2. Bagian dari lobus cerebrum yang merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat adalah A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5

LATIHAN SOAL

3. Struktur organ saraf dengan bagian luarnya terdiri atas substansi putih dan bagian didalamnya terdisi atas susbtasni abu-abu adalah… A. Otak B. Medula spinalis C. Mesensefalon D. Serebelum E. Serebrum 4. Aktivitas organ tubuh adalah sebagai berikut: 1. Jantung berdetak lebih cepat 2. Pengeluaran keringat menurun 3. Tekanan darah meningkat 4. Glikogen dan lemak disintesis 5. Pembuluh darah melebar 6. Kapiler berkonstriksi (menyempit) Respon aktivitas organ tubuh yang dipengaruhi kerja saraf simpatis, yaitu… A. 1, 3 dan 5 B. 1, 3 dan 6 C. 2, 4 dan 6 D. 3, 4, dan 5 E. 4, 5, dan 6

LATIHAN SOAL

5. Sindrom kematian sel-sel otak sehingga otak tampak mengecil yang disertai penurunan daya ingat disebut… A. Epilepsi B. Meningitis C. Kesemutan D. Neuritis E. Alzheimer 6. Penyakit ini umumnya diderita oleh orang yang mengalami kecelakaan dan terjadi gangguan pada bagian otak. Ketidakmampuan seseorang mengenali kejadian-kejadian dalam suatu periode di masa lampau disebabkan goncangan batin atau cedera otak sehingga lupa akan identitas dirinya atau orang lain atau kejadian-kejadian yang mulamula dikenalnya dengan baik adalah .... A. Alzheimer B. Meningitis C. Amnesia D. Insomnia E. Epilepsi

LATIHAN SOAL

Isian Singkat Jawablah Pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Perhatikan gambar dibawah ini! Berdasarkan gambar diatas, deskripsikan bagian-bagian sel neuron beserta fungsinya dengan membuat tabel!

LATIHAN SOAL

2. Perhatikan gambar dibawah ini ! Berdasarkan gambar diatas deskripsikan masing-masing bagian beserta fungsinya dengan membuat tabel! 3. Perhatikan gambar berikut! Berdasarkan gambar diatas deskripsikan efek stimulasi sistem saraf otonom terhadap berbagai organ tersebut!

Thank you very muchfor your attention

Back to home

Informasi

Nomor Halaman bisa di Klik

Sistem saraf pusat terdiri atas: 1. Otak Otak manusia terdiri atas dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak tengah, otak kecil (cerebellum), dan sumsum lanjutan. - Otak Besar (cerebrum) Merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Diduga, semakin banyak lipatannya semakin cerdas seseorang. Serebrum terdiri atas 2 belahan (hemisfer) yang dipisahkan oleh fisura longitudinal. Kedua hemisfer dihubungkan oleh sejumlah serabut saraf yang disebut korpus kalosum. Melalui serabut ini, impuls diteruskan dari satu hemisfer ke hemisfer lain. Otak besar terdiri atas: (a) Otak depan (lobus frontalis), merupakan pengendali gerakan otot. (b) Otak belakang (lobus oksipitalis), merupakan pusat penglihatan. (c) Otak samping (lobus temporalis), merupakan pusat pendengaran.

- Otak Tengah Terletak di depan otak kecil. Bagian otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (ganglion) yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dan kedudukan tubuh. - Otak Depan Terdiri atas talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan, dan meneruskannya ke area sensorik. Hipotalamus berperan dalam pengaturan suhu tubuh, pengatur nutrisi, pengaturan agar tetap sadar, dan penumbuhan sikap agresif. Hipotalamus juga merupakan tempat sekresi hormon yang mempengaruhi pengeluaran hormon pada hipofisis. - Otak Kecil (Cerebellum) Terletak di depan sumsum lanjutan (medula oblongata). Otak kecil merupakan pusat keseimbangan gerak dan koordinasi gerak otot serta posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelum terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Jembatan varol ini juga menghubungkan otak besar dengan otak kecil. - Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata) Disebut juga batang otak, merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Fungsinya untuk mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, bersin, bersendawa, batuk, dan muntah. Di sumsum lanjutan terdapat bagian yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang yang dinamakan Pons.

2. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis) Terdapat di dalam rongga tulang belakang. Fungsinya sebagai penghubung impuls dari dan ke otak, memberi kemungkinan gerak refleks. Medula spinalis bagian luar berwarna putih dan bagian dalam kelabu.

Impuls akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerak sadar (disengaja/disadari): impuls-->reseptor/indra-->saraf sensoris-->otak-->saraf motor-->efektor/otot Gerak refleks (tidak disengaja/tidak disadari): Impuls-->reseptor/indra-->saraf sensoris--> sumsum tulang belakang saraf motor-->efektor/otot.

Mekanisme Penghantaran Impuls Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran untuk bekerja mengirim impuls, dalam keadaan istirahat disebut polarisasi membran. Adanya impuls menyebabkan membran sel sarafterdepolarisasi. Akibatnya ada perbedaan muatan sel saraf. perbedaan muatan sel saraf menyebabkan impuls merambat ke sepanjang akson menuju sinapsis.