Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

Circle Journey

THEVANDO INTENG SUKENDRO

Created on April 23, 2026

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Smart Presentation

Practical Presentation

Essential Presentation

Akihabara Presentation

Flow Presentation

Terrazzo Presentation

Dynamic Visual Presentation

Transcript

Circle Journey

.....

H-hahh? Mahkluk apa itu...!

"Berani sekali kau masuk ke wilayahku! Tidak ada yang boleh melewati wilayah ini sebelum menguasai rahasia Lingkaran Adonan Sempurna!"

Jari-jari adalah garis lurus yang menghubungkan titik pusat lingkaran ke titik manapun pada keliling lingkaran. Dilambangkan dengan huruf r (radius). Semua jari-jari dalam satu lingkaran memiliki panjang yang sama. Ini adalah sifat fundamental yang membedakan lingkaran dari bentuk geometri lainnya. Jari-jari merupakan unsur dasar lingkaran yang digunakan dalam berbagai rumus, seperti keliling (K = 2πr) dan luas (L = πr²). Memahami jari-jari adalah kunci untuk mempelajari unsur lingkaran lainnya.

Jari-jari adalah garis lurus yang menghubungkan titik pusat lingkaran ke titik manapun pada keliling lingkaran. Dilambangkan dengan huruf r (radius). Semua jari-jari dalam satu lingkaran memiliki panjang yang sama. Ini adalah sifat fundamental yang membedakan lingkaran dari bentuk geometri lainnya. Jari-jari merupakan unsur dasar lingkaran yang digunakan dalam berbagai rumus, seperti keliling (K = 2πr) dan luas (L = πr²). Memahami jari-jari adalah kunci untuk mempelajari unsur lingkaran lainnya.

Diameter adalah garis lurus yang melalui titik pusat lingkaran dan menghubungkan dua titik pada lingkaran. Diameter dilambangkan dengan huruf d dan memiliki hubungan erat dengan jari-jari. Rumus: d = 2 × r Dimana r adalah jari-jari lingkaran. Diameter merupakan tali busur terpanjang dalam sebuah lingkaran karena melewati titik pusat. Setiap lingkaran memiliki tak terhingga banyak diameter, namun semua diameter memiliki panjang yang sama.

Diameter adalah garis lurus yang melalui titik pusat lingkaran dan menghubungkan dua titik pada lingkaran. Diameter dilambangkan dengan huruf d dan memiliki hubungan erat dengan jari-jari. Rumus: d = 2 × r Dimana r adalah jari-jari lingkaran. Diameter merupakan tali busur terpanjang dalam sebuah lingkaran karena melewati titik pusat. Setiap lingkaran memiliki tak terhingga banyak diameter, namun semua diameter memiliki panjang yang sama.

Contoh Perhitungan: Diketahui: r = 7 cm Ditanya: Keliling lingkaran? Jawab: K = 2πr K = 2 × 22/7 × 7 K = 2 × 22 K = 44 cm Atau dengan diameter: d = 2 × 7 = 14 cm K = πd = 22/7 × 14 = 44 cm

Keliling adalah panjang lengkungan atau garis melengkung yang membentuk lingkaran. Bayangkan seperti panjang benang yang dibutuhkan untuk mengelilingi lingkaran. Rumus Keliling: • K = 2πr (menggunakan jari-jari) • K = πd (menggunakan diameter) Nilai π (pi): • π ≈ 3,14 atau 22/7

Contoh Perhitungan: Diketahui: r = 7 cm Ditanya: Keliling lingkaran? Jawab: K = 2πr K = 2 × 22/7 × 7 K = 2 × 22 K = 44 cm Atau dengan diameter: d = 2 × 7 = 14 cm K = πd = 22/7 × 14 = 44 cm

Keliling adalah panjang lengkungan atau garis melengkung yang membentuk lingkaran. Bayangkan seperti panjang benang yang dibutuhkan untuk mengelilingi lingkaran. Rumus Keliling: • K = 2πr (menggunakan jari-jari) • K = πd (menggunakan diameter) Nilai π (pi): • π ≈ 3,14 atau 22/7

TONTON SAMPAI HABIS YA!!
TONTON SAMPAI HABIS YA!!

Setelah menonton video itu, kita jadi tahu kalau rumus keliling lingkaran 2 x π x r bukan sekadar angka yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari percobaan visual yang nyata. - Hubungan Diameter dan Keliling: Kita bisa tahu bahwa untuk mengelilingi satu lingkaran penuh, kita membutuhkan 3 kali panjang diameternya plus sedikit sisa (sekitar 0,14). - Asal-usul π (Pi): Kita jadi paham kalau π (3,14) itu sebenarnya adalah perbandingan tetap antara keliling dengan diameter lingkaran. - Logika Rumusnya: Karena keliling adalah π x d dan diameter (d) adalah 2 x jari-jari (r), maka secara otomatis rumusnya menjadi 2 x π x r. Intinya, video itu membuktikan bahwa keliling lingkaran itu besarnya selalu sedikit lebih dari tiga kali lipat lebarnya.

TONTON SAMPAI HABIS YA!!

Setelah menonton video itu, kita jadi tahu kalau rumus keliling lingkaran 2 x π x r bukan sekadar angka yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari percobaan visual yang nyata. - Hubungan Diameter dan Keliling: Kita bisa tahu bahwa untuk mengelilingi satu lingkaran penuh, kita membutuhkan 3 kali panjang diameternya plus sedikit sisa (sekitar 0,14). - Asal-usul π (Pi): Kita jadi paham kalau π (3,14) itu sebenarnya adalah perbandingan tetap antara keliling dengan diameter lingkaran. - Logika Rumusnya: Karena keliling adalah π x d dan diameter (d) adalah 2 x jari-jari (r), maka secara otomatis rumusnya menjadi 2 x π x r. Intinya, video itu membuktikan bahwa keliling lingkaran itu besarnya selalu sedikit lebih dari tiga kali lipat lebarnya.

Luas lingkaran adalah ukuran daerah yang dibatasi oleh keliling lingkaran. Untuk menghitung luas lingkaran, kita menggunakan rumus: L = πr² Dimana L adalah luas, π (pi) bernilai sekitar 3,14 atau 22/7, dan r adalah jari-jari lingkaran. Contoh Perhitungan: Jika sebuah lingkaran memiliki jari-jari r = 7 cm, maka: L = πr² = 22/7 × 7² = 22/7 × 49 = 154 cm² Semakin besar jari-jari, semakin besar pula luas lingkaran karena luas berbanding lurus dengan kuadrat jari-jari.

Luas lingkaran adalah ukuran daerah yang dibatasi oleh keliling lingkaran. Untuk menghitung luas lingkaran, kita menggunakan rumus: L = πr² Dimana L adalah luas, π (pi) bernilai sekitar 3,14 atau 22/7, dan r adalah jari-jari lingkaran. Contoh Perhitungan: Jika sebuah lingkaran memiliki jari-jari r = 7 cm, maka: L = πr² = 22/7 × 7² = 22/7 × 49 = 154 cm² Semakin besar jari-jari, semakin besar pula luas lingkaran karena luas berbanding lurus dengan kuadrat jari-jari.

TONTON SAMPAI HABIS YA!!
TONTON SAMPAI HABIS YA!!
TONTON SAMPAI HABIS YA!!
TONTON SAMPAI HABIS YA!!

Setelah menonton kedua video tersebut, kita bisa memahami bahwa luas lingkaran sebenarnya bisa dibuktikan dengan cara "membongkar" lingkaran menjadi bentuk bangun datar lain yang sudah kita kenal rumus luasnya. 1. Konsep Jajar Genjang (Memotong Menjadi Juring Kecil) Kita bisa tahu bahwa jika lingkaran dipotong-potong menjadi juring-juring kecil dan disusun selang-seling, lingkaran tersebut akan berubah bentuk menjadi Jajar Genjang (atau mendekati Persegi Panjang). Alasnya adalah setengah dari keliling lingkaran (π x r). Tingginya adalah jari-jari lingkaran (r). Hasilnya: Luas = Alas x Tinggi = (π x r) x r = π x r x r = π r².

TONTON SAMPAI HABIS YA!!

Setelah menonton kedua video tersebut, kita bisa memahami bahwa luas lingkaran sebenarnya bisa dibuktikan dengan cara "membongkar" lingkaran menjadi bentuk bangun datar lain yang sudah kita kenal rumus luasnya. 1. Konsep Jajar Genjang (Memotong Menjadi Juring Kecil) Kita bisa tahu bahwa jika lingkaran dipotong-potong menjadi juring-juring kecil dan disusun selang-seling, lingkaran tersebut akan berubah bentuk menjadi Jajar Genjang (atau mendekati Persegi Panjang). Alasnya adalah setengah dari keliling lingkaran (π x r). Tingginya adalah jari-jari lingkaran (r). Hasilnya: Luas = Alas x Tinggi = (π x r) x r = π x r x r = π r².

2. Konsep Segitiga (Lingkaran sebagai Gulungan Tali) Kita bisa tahu bahwa jika sebuah lingkaran dianggap terdiri dari lapisan-lapisan lingkaran konsentris (seperti gulungan kabel) yang kita potong dan hamparkan, ia akan membentuk sebuah Segitiga. Alas segitiga adalah keliling lingkaran terluar (2 x π x r). Tinggi segitiga adalah jari-jari lingkaran (r). Hasilnya: Luas = 1/2 x Alas x Tinggi = 1/2 x (2 x π x r) x r = π x r x r = π r².

3. Konsep Persegi/Persegi PanjangHampir sama dengan konsep jajar genjang, kita bisa tahu bahwa jika jumlah potongan juringnya dibuat sangat banyak (tak terhingga), maka bentuk sisinya akan semakin tegak dan membentuk Persegi Panjang. Lebarnya adalah jari-jari (r). Panjangnya adalah setengah keliling lingkaran (π x r). Hasilnya: Luas = Panjang x Lebar = π x r x r = π r². Kesimpulannya: Meskipun bentuknya diubah-ubah menjadi jajar genjang, segitiga, atau persegi panjang, selama kita menggunakan komponen keliling dan jari-jari yang benar, hasilnya akan selalu kembali ke rumus yang sama, yaitu π r².

2. Konsep Segitiga (Lingkaran sebagai Gulungan Tali) Kita bisa tahu bahwa jika sebuah lingkaran dianggap terdiri dari lapisan-lapisan lingkaran konsentris (seperti gulungan kabel) yang kita potong dan hamparkan, ia akan membentuk sebuah Segitiga. Alas segitiga adalah keliling lingkaran terluar (2 x π x r). Tinggi segitiga adalah jari-jari lingkaran (r). Hasilnya: Luas = 1/2 x Alas x Tinggi = 1/2 x (2 x π x r) x r = π x r x r = π r².

3. Konsep Persegi/Persegi PanjangHampir sama dengan konsep jajar genjang, kita bisa tahu bahwa jika jumlah potongan juringnya dibuat sangat banyak (tak terhingga), maka bentuk sisinya akan semakin tegak dan membentuk Persegi Panjang. Lebarnya adalah jari-jari (r). Panjangnya adalah setengah keliling lingkaran (π x r). Hasilnya: Luas = Panjang x Lebar = π x r x r = π r². Kesimpulannya: Meskipun bentuknya diubah-ubah menjadi jajar genjang, segitiga, atau persegi panjang, selama kita menggunakan komponen keliling dan jari-jari yang benar, hasilnya akan selalu kembali ke rumus yang sama, yaitu π r².

Juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan busur lingkaran. Bayangkan seperti potongan pizza - itulah bentuk juring! Setiap juring memiliki sudut pusat (θ) yang menentukan besar kecilnya bagian lingkaran tersebut.

Rumus Luas Juring: L = (θ/360°) × πr² Keterangan: • θ = sudut pusat (dalam derajat) • r = jari-jari lingkaran • π ≈ 3,14 atau 22/7 Contoh: Jika r = 7 cm dan θ = 90° L = (90/360) × 22/7 × 49 L= 38,5 cm²

Juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan busur lingkaran. Bayangkan seperti potongan pizza - itulah bentuk juring! Setiap juring memiliki sudut pusat (θ) yang menentukan besar kecilnya bagian lingkaran tersebut.

Rumus Luas Juring: L = (θ/360°) × πr² Keterangan: • θ = sudut pusat (dalam derajat) • r = jari-jari lingkaran • π ≈ 3,14 atau 22/7 Contoh: Jika r = 7 cm dan θ = 90° L = (90/360) × 22/7 × 49 L= 38,5 cm²

Busur adalah bagian dari keliling lingkaran yang terletak di antara dua titik pada lingkaran. Busur merupakan lengkungan yang menghubungkan dua titik tersebut tanpa melewati bagian dalam lingkaran. Terdapat dua jenis busur: Busur Minor (busur yang lebih pendek, sudut pusat < 180°) dan Busur Mayor (busur yang lebih panjang, sudut pusat > 180°). Keduanya saling melengkapi membentuk keliling penuh. Rumus Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr Di mana θ adalah sudut pusat dalam derajat dan r adalah jari-jari lingkaran. Contoh: jika θ = 90° dan r = 7 cm Maka panjang busur = (90/360) × 2 × 22/7 × 7 = 11 cm.

Busur adalah bagian dari keliling lingkaran yang terletak di antara dua titik pada lingkaran. Busur merupakan lengkungan yang menghubungkan dua titik tersebut tanpa melewati bagian dalam lingkaran. Terdapat dua jenis busur: Busur Minor (busur yang lebih pendek, sudut pusat < 180°) dan Busur Mayor (busur yang lebih panjang, sudut pusat > 180°). Keduanya saling melengkapi membentuk keliling penuh. Rumus Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr Di mana θ adalah sudut pusat dalam derajat dan r adalah jari-jari lingkaran. Contoh: jika θ = 90° dan r = 7 cm Maka panjang busur = (90/360) × 2 × 22/7 × 7 = 11 cm.

Tali busur adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lingkaran. Berbeda dengan diameter, tali busur tidak harus melewati titik pusat lingkaran. Sifat-sifat Tali Busur: • Diameter adalah tali busur terpanjang dalam lingkaran • Tali busur yang sama panjang memiliki jarak yang sama dari pusat lingkaran • Garis dari pusat lingkaran yang tegak lurus tali busur akan membagi tali busur menjadi dua bagian sama panjang • Semakin dekat tali busur ke pusat, semakin panjang tali busurnya

Tali busur adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lingkaran. Berbeda dengan diameter, tali busur tidak harus melewati titik pusat lingkaran. Sifat-sifat Tali Busur: • Diameter adalah tali busur terpanjang dalam lingkaran • Tali busur yang sama panjang memiliki jarak yang sama dari pusat lingkaran • Garis dari pusat lingkaran yang tegak lurus tali busur akan membagi tali busur menjadi dua bagian sama panjang • Semakin dekat tali busur ke pusat, semakin panjang tali busurnya

Tembereng adalah daerah yang dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran. Terdapat dua jenis tembereng: • Tembereng Minor: Daerah yang lebih kecil, dibatasi oleh tali busur dan busur minor (kurang dari 180°) • Tembereng Mayor: Daerah yang lebih besar, dibatasi oleh tali busur dan busur mayor (lebih dari 180°) Rumus Luas Tembereng: Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga Segitiga yang dimaksud adalah segitiga yang dibentuk oleh dua jari-jari dan tali busur.

Rumus Dasar: • Luas Juring = (θ/360°) × πr² • Luas Segitiga = ½ × r² × sin(θ) • Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga Keterangan: θ = sudut pusat dalam derajat r = jari-jari lingkaran

Tembereng adalah daerah yang dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran. Terdapat dua jenis tembereng: • Tembereng Minor: Daerah yang lebih kecil, dibatasi oleh tali busur dan busur minor (kurang dari 180°) • Tembereng Mayor: Daerah yang lebih besar, dibatasi oleh tali busur dan busur mayor (lebih dari 180°) Rumus Luas Tembereng: Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga Segitiga yang dimaksud adalah segitiga yang dibentuk oleh dua jari-jari dan tali busur.

Rumus Dasar: • Luas Juring = (θ/360°) × πr² • Luas Segitiga = ½ × r² × sin(θ) • Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga Keterangan: θ = sudut pusat dalam derajat r = jari-jari lingkaran

• Jari-jari (r): Garis dari pusat ke titik pada lingkaran • Diameter (d): d = 2r, tali busur terpanjang melalui pusat • Keliling (K): K = 2πr atau K = πd • Luas (L): L = πr² • Juring: Luas = (θ/360°) × πr² • Busur: Panjang = (θ/360°) × 2πr • Tali Busur: Garis lurus menghubungkan dua titik pada lingkaran • Tembereng: Luas = Luas Juring − Luas Segitiga

• Jari-jari (r): Garis dari pusat ke titik pada lingkaran • Diameter (d): d = 2r, tali busur terpanjang melalui pusat • Keliling (K): K = 2πr atau K = πd • Luas (L): L = πr² • Juring: Luas = (θ/360°) × πr² • Busur: Panjang = (θ/360°) × 2πr • Tali Busur: Garis lurus menghubungkan dua titik pada lingkaran • Tembereng: Luas = Luas Juring − Luas Segitiga

"Berani sekali kau masuk ke wilayahku! Tidak ada yang boleh melewati wilayah ini sebelum menguasai rahasia Lingkaran Adonan Sempurna!"

Jari-jari adalah garis lurus yang menghubungkan titik pusat lingkaran ke titik manapun pada keliling lingkaran. Dilambangkan dengan huruf r (radius). Semua jari-jari dalam satu lingkaran memiliki panjang yang sama. Ini adalah sifat fundamental yang membedakan lingkaran dari bentuk geometri lainnya. Jari-jari merupakan unsur dasar lingkaran yang digunakan dalam berbagai rumus, seperti keliling (K = 2πr) dan luas (L = πr²). Memahami jari-jari adalah kunci untuk mempelajari unsur lingkaran lainnya.

Diameter adalah garis lurus yang melalui titik pusat lingkaran dan menghubungkan dua titik pada lingkaran. Diameter dilambangkan dengan huruf d dan memiliki hubungan erat dengan jari-jari. Rumus: d = 2 × r Dimana r adalah jari-jari lingkaran. Diameter merupakan tali busur terpanjang dalam sebuah lingkaran karena melewati titik pusat. Setiap lingkaran memiliki tak terhingga banyak diameter, namun semua diameter memiliki panjang yang sama.

Contoh Perhitungan: Diketahui: r = 7 cm Ditanya: Keliling lingkaran? Jawab: K = 2πr K = 2 × 22/7 × 7 K = 2 × 22 K = 44 cm Atau dengan diameter: d = 2 × 7 = 14 cm K = πd = 22/7 × 14 = 44 cm

Keliling adalah panjang lengkungan atau garis melengkung yang membentuk lingkaran. Bayangkan seperti panjang benang yang dibutuhkan untuk mengelilingi lingkaran. Rumus Keliling: • K = 2πr (menggunakan jari-jari) • K = πd (menggunakan diameter) Nilai π (pi): • π ≈ 3,14 atau 22/7

TONTON SAMPAI HABIS YA!!

Setelah menonton video itu, kita jadi tahu kalau rumus keliling lingkaran 2 x π x r bukan sekadar angka yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari percobaan visual yang nyata. - Hubungan Diameter dan Keliling: Kita bisa tahu bahwa untuk mengelilingi satu lingkaran penuh, kita membutuhkan 3 kali panjang diameternya plus sedikit sisa (sekitar 0,14). - Asal-usul π (Pi): Kita jadi paham kalau π (3,14) itu sebenarnya adalah perbandingan tetap antara keliling dengan diameter lingkaran. - Logika Rumusnya: Karena keliling adalah π x d dan diameter (d) adalah 2 x jari-jari (r), maka secara otomatis rumusnya menjadi 2 x π x r. Intinya, video itu membuktikan bahwa keliling lingkaran itu besarnya selalu sedikit lebih dari tiga kali lipat lebarnya.

Luas lingkaran adalah ukuran daerah yang dibatasi oleh keliling lingkaran. Untuk menghitung luas lingkaran, kita menggunakan rumus: L = πr² Dimana L adalah luas, π (pi) bernilai sekitar 3,14 atau 22/7, dan r adalah jari-jari lingkaran. Contoh Perhitungan: Jika sebuah lingkaran memiliki jari-jari r = 7 cm, maka: L = πr² = 22/7 × 7² = 22/7 × 49 = 154 cm² Semakin besar jari-jari, semakin besar pula luas lingkaran karena luas berbanding lurus dengan kuadrat jari-jari.

TONTON SAMPAI HABIS YA!!
TONTON SAMPAI HABIS YA!!

Setelah menonton kedua video tersebut, kita bisa memahami bahwa luas lingkaran sebenarnya bisa dibuktikan dengan cara "membongkar" lingkaran menjadi bentuk bangun datar lain yang sudah kita kenal rumus luasnya. 1. Konsep Jajar Genjang (Memotong Menjadi Juring Kecil) Kita bisa tahu bahwa jika lingkaran dipotong-potong menjadi juring-juring kecil dan disusun selang-seling, lingkaran tersebut akan berubah bentuk menjadi Jajar Genjang (atau mendekati Persegi Panjang). Alasnya adalah setengah dari keliling lingkaran (π x r). Tingginya adalah jari-jari lingkaran (r). Hasilnya: Luas = Alas x Tinggi = (π x r) x r = π x r x r = π r².

2. Konsep Segitiga (Lingkaran sebagai Gulungan Tali) Kita bisa tahu bahwa jika sebuah lingkaran dianggap terdiri dari lapisan-lapisan lingkaran konsentris (seperti gulungan kabel) yang kita potong dan hamparkan, ia akan membentuk sebuah Segitiga. Alas segitiga adalah keliling lingkaran terluar (2 x π x r). Tinggi segitiga adalah jari-jari lingkaran (r). Hasilnya: Luas = 1/2 x Alas x Tinggi = 1/2 x (2 x π x r) x r = π x r x r = π r².

3. Konsep Persegi/Persegi PanjangHampir sama dengan konsep jajar genjang, kita bisa tahu bahwa jika jumlah potongan juringnya dibuat sangat banyak (tak terhingga), maka bentuk sisinya akan semakin tegak dan membentuk Persegi Panjang. Lebarnya adalah jari-jari (r). Panjangnya adalah setengah keliling lingkaran (π x r). Hasilnya: Luas = Panjang x Lebar = π x r x r = π r². Kesimpulannya: Meskipun bentuknya diubah-ubah menjadi jajar genjang, segitiga, atau persegi panjang, selama kita menggunakan komponen keliling dan jari-jari yang benar, hasilnya akan selalu kembali ke rumus yang sama, yaitu π r².

Juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan busur lingkaran. Bayangkan seperti potongan pizza - itulah bentuk juring! Setiap juring memiliki sudut pusat (θ) yang menentukan besar kecilnya bagian lingkaran tersebut.

Rumus Luas Juring: L = (θ/360°) × πr² Keterangan: • θ = sudut pusat (dalam derajat) • r = jari-jari lingkaran • π ≈ 3,14 atau 22/7 Contoh: Jika r = 7 cm dan θ = 90° L = (90/360) × 22/7 × 49 L= 38,5 cm²

Busur adalah bagian dari keliling lingkaran yang terletak di antara dua titik pada lingkaran. Busur merupakan lengkungan yang menghubungkan dua titik tersebut tanpa melewati bagian dalam lingkaran. Terdapat dua jenis busur: Busur Minor (busur yang lebih pendek, sudut pusat < 180°) dan Busur Mayor (busur yang lebih panjang, sudut pusat > 180°). Keduanya saling melengkapi membentuk keliling penuh. Rumus Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr Di mana θ adalah sudut pusat dalam derajat dan r adalah jari-jari lingkaran. Contoh: jika θ = 90° dan r = 7 cm Maka panjang busur = (90/360) × 2 × 22/7 × 7 = 11 cm.

Tali busur adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lingkaran. Berbeda dengan diameter, tali busur tidak harus melewati titik pusat lingkaran. Sifat-sifat Tali Busur: • Diameter adalah tali busur terpanjang dalam lingkaran • Tali busur yang sama panjang memiliki jarak yang sama dari pusat lingkaran • Garis dari pusat lingkaran yang tegak lurus tali busur akan membagi tali busur menjadi dua bagian sama panjang • Semakin dekat tali busur ke pusat, semakin panjang tali busurnya

Tembereng adalah daerah yang dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran. Terdapat dua jenis tembereng: • Tembereng Minor: Daerah yang lebih kecil, dibatasi oleh tali busur dan busur minor (kurang dari 180°) • Tembereng Mayor: Daerah yang lebih besar, dibatasi oleh tali busur dan busur mayor (lebih dari 180°) Rumus Luas Tembereng: Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga Segitiga yang dimaksud adalah segitiga yang dibentuk oleh dua jari-jari dan tali busur.

Rumus Dasar: • Luas Juring = (θ/360°) × πr² • Luas Segitiga = ½ × r² × sin(θ) • Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga Keterangan: θ = sudut pusat dalam derajat r = jari-jari lingkaran

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Kamu Salah

COBA LAGI

BELAJAR LAGI

Selamat Kamu Menang

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL

SOAL SOAL