Mulai
Menu
Materi
CP dan TP
Petunjuk
Prakata
Bermain
Profil Penulis
Contoh puisi
Evaluasi
Kutipan tersebut termasuk ke dalam jenis teks ....
a. teks yang padat dan indah
“Angin berbisik lembut di telingaku Membawa rindu yang tak bertepi”
b. teks puisi
c. teks drama
d. dialog antar tokoh
BENAR
Klik nomor soal di bawah ini!
SALAH
Klik nomor soal di bawah ini!
Baris dalam puisi disebut?
a. paragraf
b. kalimat
c. larik
d. bab
Kata-kata indah dalam puisi disebut?
a. alur
b. diksi
c. amanat
d. imajinasi
Apa yang dimaksud tema dalam puisi?
a. judul puisi
b. gaya bahasa
c. banyak bait
d. isi utama puisi
Puisi biasanya menggunakan bahasa yang?
a. baku dan panjang
b. singkat dan padat
c. bertele-tele
d. tidak teratur
Apa yang dimaksud dengan majas?
a. gaya bahasa
b. kata sulit
c. tema puisi
d. judul puisi
Amanat dalam puisi disebut?
a. pengarang puisi
b. jumlah bait
c. pengarang puisi
d. jenis puisi
Baris dalam puisi disebut?
a. paragraf
b. kalimat
c. larik
d. bab
Pesan yang ingin disampaikan penulis disebut?
a. amanat
b. tema
c. imajinasi
d. rima
Unsur yang membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan disebut?
a. amanat
b. tema
c. imajinasi
d. rima
Pengertian Puisi
Jenis Puisi
Pengertian Puisi
Struktur Puisi
Contoh Puisi
gaya bahasa (majas)
Puisi adalah suatu jenis karya sastra berupa ungkapan isi hati penyair atau penulis yang didalamnya terdapat irama, ritme dan lirik. Puisi termasuk salah satu karya sastra yang sudah hidup sejak zaman dahulu hingga kini. Puisi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kehadiran puisi ini di Indonesia diwarnai dengan beraneka ragam estetika puisi dan gaya penulisan bahasa.
Unsur Intrinsik Puisi
Unsur intrinsik merupakan struktur yang menjadi pondasi awal terbentuknya sebuah karya sastra. Pada umumnya unsur intrinsik terdiri dari tema, tokoh, dan penokohan, latar, bahasa, dan amanat.
(Unsur Batin Puisi)
Unsur batin adalah unsur pembangun puisi yang tersembunyi dibalik unsur-unsur fisik. Adapun yang termasuk dalam unsur batin puisi adalah tema, amanat, perasaan penyair, dan nada atau sikap penyair terhadap pembaca.
Tema
Perasaan
Tema adalah gagasan pokok (subject-matter) yang dikemukakan penyair lewat puisinya. Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa tema merupakan gagasan pokok yang dikedapankan penyair dalam puisi- puisinya
Suasana perasaan penyair ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati pembaca. Untuk mengungkapkan tema yang sama, penyair yang satu dengan perasaan yang berbeda penyair yang lainya, sehingga hasil puisi yang diciptakan berbeda pula.
(Unsur Batin Puisi)
Nada
Amanat
Nada dalam puisi adalah sikap dalam penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa
Amanat merupakan pesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi.Amanat, pesan, dan nasihat yang disampaikan oleh penyair dapat ditelaah setelah tema, rasa, dan nada puisi dipahami.
(Unsur Fisik Puisi)
Unsur fisik puisi merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Secara umum, unsur fisik puisi dibagi beberapa jenis yakni, diksi, imajinasi, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi.
Kata konkret
Tipografi
Diksi
adalah pemilihan kata yang dilakukan pengarang terhadap puisinya. Karena puisi merupakan bentuk karya yang sedikit kata-katanya dapat mengungkapkan banyak hal, oleh karena itu kata-kata harus dipilih secara cermat.
adalah sebuah kata yang dapat dipahami oleh indera yang mampu mendorong imaji. Kata-kata tersebut berhubungan dengan kata-kata kiasan atau lambang
adalah susunan baris-baris atau bait-bait pada puisi.
(Unsur Fisik Puisi)
Unsur fisik puisi merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Secara umum, unsur fisik puisi dibagi beberapa jenis yakni, diksi, imajinasi, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi.
Majas atau Bahasa Figuratif
Rima
Imajinasi
adalah kata-kata yang mampu mengungkap pengalaman indrawi, seperti penglihatan, penciuman, dan perasaan.
adalah bahasa kiasan yang mampu melahirkan efek sehingga menimbulkan konotasi tertentu.
Rima adalah persamaan bunyi terhadap puisi baik di awal, di tengah dan di akhir baris sebuah puisi.
Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan yang mengayur jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, hingga persajakan.
Mantra
Pantun
Mantra merupakan salah satu bentuk puisi lama yang berisi rangkaian ucapan atau ungkapan yang berirama dengan bahasa yang ekspresif.
Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang paling populer di wilayah Nusantara. Pantun memiliki ciri struktural yang khas, yaitu terdiri atas empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Awalnya, pantun berkembang sebagai karya sastra lisan, namun seiring waktu banyak dijumpai dalam bentuk tertulis.
Contoh: Hai si Gajah Putih Aku tahu asal mulamu Tulangku besi, uratku kawat Kulitku tembaga, darahku baja Tunduklah engkau di bawah kakiku Akulah macan di rimba ini
Contoh: Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian
Puisi Lama
Karmina
Gurindam
Karmina merupakan salah satu bentuk puisi lama yang memiliki kemiripan dengan pantun, namun bentuknya lebih singkat sehingga sering disebut sebagai pantun kilat.
Gurindam adalah salah satu bentuk puisi lama yang tersusun atas dua baris dalam setiap bait, dengan pola rima yang sama dan makna antarbaris saling terkait. Umumnya, gurindam berisi nasihat atau petuah.
Contoh: Dulu parang, sekarang besi
Dulu sayang, sekarang benci
Contoh: Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
Puisi Lama
Syair
Seloka
Syair merupakan salah satu bentuk puisi tradisional yang tiap baitnya terdiri atas empat baris dengan bunyi akhir yang seragam, membentuk satu kesatuan makna yang utuh serta mengikuti pola sajak a-a-a-a. Syair biasanya digunakan untuk menyampaikan ajaran moral, nasihat, cerita, maupun nilai nilai kehidupan.
Seloka adalah salah satu bentuk puisi tradisional Indonesia yang berasal dari India. Secara struktural, selokah mirip dengan pantun karena sama sama terdiri atas sampiran dan isi. Namun, keunikan seloka terletak pada kandungannya yang memuat bidal atau peribahasa yang berfungsi sebagai sindiran atau nasihat.
Contoh: Gajah mati meninggalkan gading
Harimau mati meninggalkan belang
Contoh: Dengarlah wahai muda belia
Rajinlah belajar selagi muda
Ilmu didapat tiada sia-sia
Bekal hidup di hari tua
Puisi Lama
Talibun
Talibun merupakan bentuk puisi tradisional Indonesia yang termasuk dalam jenis pantun, namun memiliki jumlah baris lebih banyak. Setiap bait talibun biasanya terdiri dari enam, delapan, atau sepuluh baris dengan pola sajak berpasangan, misalnya a-b-c-a-b-c.
Contoh: Mencari ikan di tengah telaga
Membawa jaring dari rotan
Hendak dimasak di atas bara
Janganlah engkau berputus asa
Hadapi hidup dengan iman
Agar selamat dari marabahaya
Puisi Baru
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.
Balada
Himne
Epigram
Balada merupakan salah satu jenis puisi baru. Balada merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema ra berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selanjutnya.
Himne merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
Epigram adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup.
Puisi Baru
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.
Ode
Romansa
Elegi
Satire
Ode adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada serta gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum
Romansa adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
Elegi adalah puisi yang memiliki isi tentang kesedihan.
Satire adalah puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan.
Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa). Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur yaitu kejujuran, sopan-santun, dan menarik.
Diksi adalah upaya untuk memilih kata untuk digunakan pada kalimat, paragraf, atau teks tertentu. Diksi dapat dilakukan terhadap beberapa kata dengan makna yang serupa. Diksi juga memegang peranan penting dan sentral dalam penulisan karya sastra secara efisien. Citraan adalah kesan yang terbentuk dalam rongga imajinasi melalui sebuah kata atau rangkaian kata yang sering kali merupakan gambaran dalam angan angan.
Majas merupakan gaya bahasa kreatif yang berfungsi sebagai sarana komunikasi ide dan perasaan penulis secara imajinatif. Melalui penggunaan kata kiasan yang tepat, majas tidak hanya memberikan nilai estetika dan keindahan pada sebuah karya, tetapi juga berperan penting dalam menegaskan pesan serta menyampaikan makna tersirat secara lebih mendalam. Berikut jenis-jenis majas dalam puisi:
Metafora
Personifikasi
Personifikasi adalah gaya bahasa yang mengambarkan sebuah benda mati dengan sifat dan karakter manusia yang hidup. contoh: Pensil itu menari-nari di atas meja
Metafora adalah gaya bahasa yang mengepresikan ungkapan secara langsung perbandingan analogis seperti kata “belahan hati”. contoh: .Malika adalah belahan hati orang tuanya .
Simile
Simile adalah gaya bahasa mengungkapkan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti layaknya “bagaikan, “umpama,” “ibarat,” “bak”, “bagai”. contoh: Tubuhnya seperti tiang yang tinggi menjulang.
Buatlah sebuah puisi dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Puisi terdiri dari 4 bait.
2. Setiap bait terdiri dari 4 larik.
3.Puisi bertema di Lingkungan sekitarmu (sekolah, rumah, dan masyarakat).
Jawab disini (murid)
Cek Jawaban (Guru)
Saya Nia Ramadhani, Lahir di Padang pada tanggal 06 September 2003. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S-1 pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan. Penyusunan media pembelajaran interaktif ini merupakan bagian dari tugas akhir untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana pendidikan. Penulis berharap karya ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP, khususnya pada materi teks puisi.“ yang tidak ingin kamu rasakan, jangan kamu lakukan ke orang lain”
Skripsi Nia R -
Nia Ramadani
Created on April 8, 2026
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Essential Business Proposal
View
Project Roadmap Timeline
View
Step-by-Step Timeline: How to Develop an Idea
View
Artificial Intelligence History Timeline
View
Momentum: First Operational Steps
View
Momentum: Employee Introduction Presentation
View
Mind Map: The 4 Pillars of Success
Explore all templates
Transcript
Mulai
Menu
Materi
CP dan TP
Petunjuk
Prakata
Bermain
Profil Penulis
Contoh puisi
Evaluasi
Kutipan tersebut termasuk ke dalam jenis teks ....
a. teks yang padat dan indah
“Angin berbisik lembut di telingaku Membawa rindu yang tak bertepi”
b. teks puisi
c. teks drama
d. dialog antar tokoh
BENAR
Klik nomor soal di bawah ini!
SALAH
Klik nomor soal di bawah ini!
Baris dalam puisi disebut?
a. paragraf
b. kalimat
c. larik
d. bab
Kata-kata indah dalam puisi disebut?
a. alur
b. diksi
c. amanat
d. imajinasi
Apa yang dimaksud tema dalam puisi?
a. judul puisi
b. gaya bahasa
c. banyak bait
d. isi utama puisi
Puisi biasanya menggunakan bahasa yang?
a. baku dan panjang
b. singkat dan padat
c. bertele-tele
d. tidak teratur
Apa yang dimaksud dengan majas?
a. gaya bahasa
b. kata sulit
c. tema puisi
d. judul puisi
Amanat dalam puisi disebut?
a. pengarang puisi
b. jumlah bait
c. pengarang puisi
d. jenis puisi
Baris dalam puisi disebut?
a. paragraf
b. kalimat
c. larik
d. bab
Pesan yang ingin disampaikan penulis disebut?
a. amanat
b. tema
c. imajinasi
d. rima
Unsur yang membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan disebut?
a. amanat
b. tema
c. imajinasi
d. rima
Pengertian Puisi
Jenis Puisi
Pengertian Puisi
Struktur Puisi
Contoh Puisi
gaya bahasa (majas)
Puisi adalah suatu jenis karya sastra berupa ungkapan isi hati penyair atau penulis yang didalamnya terdapat irama, ritme dan lirik. Puisi termasuk salah satu karya sastra yang sudah hidup sejak zaman dahulu hingga kini. Puisi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kehadiran puisi ini di Indonesia diwarnai dengan beraneka ragam estetika puisi dan gaya penulisan bahasa.
Unsur Intrinsik Puisi
Unsur intrinsik merupakan struktur yang menjadi pondasi awal terbentuknya sebuah karya sastra. Pada umumnya unsur intrinsik terdiri dari tema, tokoh, dan penokohan, latar, bahasa, dan amanat.
(Unsur Batin Puisi)
Unsur batin adalah unsur pembangun puisi yang tersembunyi dibalik unsur-unsur fisik. Adapun yang termasuk dalam unsur batin puisi adalah tema, amanat, perasaan penyair, dan nada atau sikap penyair terhadap pembaca.
Tema
Perasaan
Tema adalah gagasan pokok (subject-matter) yang dikemukakan penyair lewat puisinya. Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa tema merupakan gagasan pokok yang dikedapankan penyair dalam puisi- puisinya
Suasana perasaan penyair ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati pembaca. Untuk mengungkapkan tema yang sama, penyair yang satu dengan perasaan yang berbeda penyair yang lainya, sehingga hasil puisi yang diciptakan berbeda pula.
(Unsur Batin Puisi)
Nada
Amanat
Nada dalam puisi adalah sikap dalam penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa
Amanat merupakan pesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi.Amanat, pesan, dan nasihat yang disampaikan oleh penyair dapat ditelaah setelah tema, rasa, dan nada puisi dipahami.
(Unsur Fisik Puisi)
Unsur fisik puisi merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Secara umum, unsur fisik puisi dibagi beberapa jenis yakni, diksi, imajinasi, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi.
Kata konkret
Tipografi
Diksi
adalah pemilihan kata yang dilakukan pengarang terhadap puisinya. Karena puisi merupakan bentuk karya yang sedikit kata-katanya dapat mengungkapkan banyak hal, oleh karena itu kata-kata harus dipilih secara cermat.
adalah sebuah kata yang dapat dipahami oleh indera yang mampu mendorong imaji. Kata-kata tersebut berhubungan dengan kata-kata kiasan atau lambang
adalah susunan baris-baris atau bait-bait pada puisi.
(Unsur Fisik Puisi)
Unsur fisik puisi merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Secara umum, unsur fisik puisi dibagi beberapa jenis yakni, diksi, imajinasi, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi.
Majas atau Bahasa Figuratif
Rima
Imajinasi
adalah kata-kata yang mampu mengungkap pengalaman indrawi, seperti penglihatan, penciuman, dan perasaan.
adalah bahasa kiasan yang mampu melahirkan efek sehingga menimbulkan konotasi tertentu.
Rima adalah persamaan bunyi terhadap puisi baik di awal, di tengah dan di akhir baris sebuah puisi.
Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan yang mengayur jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, hingga persajakan.
Mantra
Pantun
Mantra merupakan salah satu bentuk puisi lama yang berisi rangkaian ucapan atau ungkapan yang berirama dengan bahasa yang ekspresif.
Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang paling populer di wilayah Nusantara. Pantun memiliki ciri struktural yang khas, yaitu terdiri atas empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Awalnya, pantun berkembang sebagai karya sastra lisan, namun seiring waktu banyak dijumpai dalam bentuk tertulis.
Contoh: Hai si Gajah Putih Aku tahu asal mulamu Tulangku besi, uratku kawat Kulitku tembaga, darahku baja Tunduklah engkau di bawah kakiku Akulah macan di rimba ini
Contoh: Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian
Puisi Lama
Karmina
Gurindam
Karmina merupakan salah satu bentuk puisi lama yang memiliki kemiripan dengan pantun, namun bentuknya lebih singkat sehingga sering disebut sebagai pantun kilat.
Gurindam adalah salah satu bentuk puisi lama yang tersusun atas dua baris dalam setiap bait, dengan pola rima yang sama dan makna antarbaris saling terkait. Umumnya, gurindam berisi nasihat atau petuah.
Contoh: Dulu parang, sekarang besi Dulu sayang, sekarang benci
Contoh: Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat
Puisi Lama
Syair
Seloka
Syair merupakan salah satu bentuk puisi tradisional yang tiap baitnya terdiri atas empat baris dengan bunyi akhir yang seragam, membentuk satu kesatuan makna yang utuh serta mengikuti pola sajak a-a-a-a. Syair biasanya digunakan untuk menyampaikan ajaran moral, nasihat, cerita, maupun nilai nilai kehidupan.
Seloka adalah salah satu bentuk puisi tradisional Indonesia yang berasal dari India. Secara struktural, selokah mirip dengan pantun karena sama sama terdiri atas sampiran dan isi. Namun, keunikan seloka terletak pada kandungannya yang memuat bidal atau peribahasa yang berfungsi sebagai sindiran atau nasihat.
Contoh: Gajah mati meninggalkan gading Harimau mati meninggalkan belang
Contoh: Dengarlah wahai muda belia Rajinlah belajar selagi muda Ilmu didapat tiada sia-sia Bekal hidup di hari tua
Puisi Lama
Talibun
Talibun merupakan bentuk puisi tradisional Indonesia yang termasuk dalam jenis pantun, namun memiliki jumlah baris lebih banyak. Setiap bait talibun biasanya terdiri dari enam, delapan, atau sepuluh baris dengan pola sajak berpasangan, misalnya a-b-c-a-b-c.
Contoh: Mencari ikan di tengah telaga Membawa jaring dari rotan Hendak dimasak di atas bara Janganlah engkau berputus asa Hadapi hidup dengan iman Agar selamat dari marabahaya
Puisi Baru
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.
Balada
Himne
Epigram
Balada merupakan salah satu jenis puisi baru. Balada merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema ra berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selanjutnya.
Himne merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
Epigram adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup.
Puisi Baru
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.
Ode
Romansa
Elegi
Satire
Ode adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada serta gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum
Romansa adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
Elegi adalah puisi yang memiliki isi tentang kesedihan.
Satire adalah puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan.
Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa). Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur yaitu kejujuran, sopan-santun, dan menarik. Diksi adalah upaya untuk memilih kata untuk digunakan pada kalimat, paragraf, atau teks tertentu. Diksi dapat dilakukan terhadap beberapa kata dengan makna yang serupa. Diksi juga memegang peranan penting dan sentral dalam penulisan karya sastra secara efisien. Citraan adalah kesan yang terbentuk dalam rongga imajinasi melalui sebuah kata atau rangkaian kata yang sering kali merupakan gambaran dalam angan angan.
Majas merupakan gaya bahasa kreatif yang berfungsi sebagai sarana komunikasi ide dan perasaan penulis secara imajinatif. Melalui penggunaan kata kiasan yang tepat, majas tidak hanya memberikan nilai estetika dan keindahan pada sebuah karya, tetapi juga berperan penting dalam menegaskan pesan serta menyampaikan makna tersirat secara lebih mendalam. Berikut jenis-jenis majas dalam puisi:
Metafora
Personifikasi
Personifikasi adalah gaya bahasa yang mengambarkan sebuah benda mati dengan sifat dan karakter manusia yang hidup. contoh: Pensil itu menari-nari di atas meja
Metafora adalah gaya bahasa yang mengepresikan ungkapan secara langsung perbandingan analogis seperti kata “belahan hati”. contoh: .Malika adalah belahan hati orang tuanya .
Simile
Simile adalah gaya bahasa mengungkapkan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti layaknya “bagaikan, “umpama,” “ibarat,” “bak”, “bagai”. contoh: Tubuhnya seperti tiang yang tinggi menjulang.
Buatlah sebuah puisi dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Puisi terdiri dari 4 bait. 2. Setiap bait terdiri dari 4 larik. 3.Puisi bertema di Lingkungan sekitarmu (sekolah, rumah, dan masyarakat).
Jawab disini (murid)
Cek Jawaban (Guru)
Saya Nia Ramadhani, Lahir di Padang pada tanggal 06 September 2003. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S-1 pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan. Penyusunan media pembelajaran interaktif ini merupakan bagian dari tugas akhir untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana pendidikan. Penulis berharap karya ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP, khususnya pada materi teks puisi.“ yang tidak ingin kamu rasakan, jangan kamu lakukan ke orang lain”