Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

Infografis: Cara Menulis Cerita Fiksi yang Menarik

Zulfa Safira

Created on April 28, 2024

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Education Timeline

Images Timeline Mobile

Sport Vibrant Timeline

Decades Infographic

Comparative Timeline

Square Timeline Diagram

Timeline Diagram

Transcript

Infografis

Cara Menulis Cerita Fiksi yang Menarik

1. Tentukan Genre

2.Tentukan Tema

3.Penentuan Tokoh dan Watak

4.Alur Cerita Menarik

5.Penentuan Judul

6.Penambahan Ilustrasi

7.Koreksi Ulang Tulisan

Koreksi Ulang Tulisan

Tahap akhir dari proses menulis cerita fiksi adalah melakukan koreksi ulang terhadap tulisan tersebut. Proses ini dikenal juga dengan istilah self editing, yakni membaca ulang dan memperhatikan keseluruhan alur cerita maupun bentuk kalimat. Sehingga bisa diketahui sejak awal apakah alur ceritanya tidak pas, ada kalimat atau kata yang kurang, atau ada kata yang salah ketik, dan kesalahan lainnya.

Penambahan Ilustrasi

Jika diperlukan maka penulis dalam menyusun sebuah cerita fiksi bisa menambahkan ilustrasi. Cerita fiksi akan terasa lebih hidup dengan ilustrasi tersebut. Kebanyakan memakai ilustrasi berupa gambar seperti infografis.

Penentuan Judul

Judul terdiri dari susunan kalimat pendek yang bisa dibuat lebih mencuri perhatian. Kebanyakan penulis memilih menulis cerita terlebih dahulu, baru setelah selesai beralih ke proses pembuatan judul. Hal ini sering dilakukan karena banyak penulis yang jika membuat judul di awal justru jalan ceritanya tidak bisa mempresentasikan judul tersebut.

Penentuan Tokoh dan Watak

Cerita fiksi membutuhkan satu tokoh utama dan kemudian dilengkapi dengan tokoh lainnya. Kawan Murid dapat leluasa menggambarkan tokoh utamanya dengan karakter seperti apa. Sebab cerita ini tidak diangkat dari karakter nyata yang ada di sekitar penulis atau dari seorang tokoh terkemuka. Maka tokoh dibuat sesuai keinginan penulis. Setelah karakter ditentukan, Kawan Murid dapat menuju ke unsur lainnya. Misalnya profesi tokoh utama dan tokoh lainnya apa? Kemudian, ada di kota mana? Beberapa cerita fiksi menampilkan tempat atau lokasi fantasi. Misalnya seperti Harry Potter tadi, namun Kawan Murid juga bisa menggunakan nama-nama kota yang dikenal dan ada di dunia nyata. Penentuan tokoh penting sekaligus jumlahnya untuk membantu membangun cerita serta menjadi pembatas, agar penulis tidak keluar dari tema yang sudah ditentukan.

Alur Cerita Menarik

Alur cerita tidak hanya dibuat sistematis urut dari masa lalu ke masa kini atau sebaliknya. Melainkan dibuat semenarik mungkin agar bisa sampai ke puncak cerita dengan baik atau bahkan dibuat penuh drama. Alur cerita ini perlu ditentukan sejak awal, dan bisa dibuat dalam bentuk kerangka tulisan. Sehingga kerangka ini bisa menjadi garis panduan Kawan Murid, perlu menulis apa dulu, selanjutnya apa, dan bagaimana bagian akhirnya.

Tentukan Tema

Tema adalah pokok bahasa atau pembahasan. Satu tema saja sudah cukup untuk Kawan Murid membentuk alur cerita yang menarik dan bisa diceritakan. Tema sendiri pilihannya sangat banyak, bisa berasal dari pengalaman pribadi, daya imajinasi pribadi, masalah orangtua, masalah teman, dan lain-lain.

Tentukan Genre

Langkah pertama dalam menulis cerita fiksi adalah menentukan genre dimana genre ini sangat beragam. Misalnya genre roman, kemudian ada novel, ada juga genre lainnya. Kawan Murid sesuaikan dengan tema yang dikuasai agar proses menulis dapat mengalir dengan mudah.