In-Slides (Interactive Slides)
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
SMA/SMK
Kelas
Mulai
Menu Utama
Petunjuk Penggunaan
Absensi
Tujuan Pembelajaran
Infografis
Kuis
Materi Pembelajaran
Video Pembelajaran
Tugas Membuat Bagan Timeline
Gamifikasi
Soal Evaluasi
Kesan dan Pesan
Informasi
Petunjuk Penggunaan
Halo, selamat datang di Interactive Slides (In-Slides). Apa kabar teman-teman? Semoga baik-baik saja ya.
Petunjuk Penggunaan Tombol Operasional
Langkah-Langkah Penggunaan"In-Slides"
Petunjuk Penggunaan Tombol Operasional
Klik untuk mengetahui tombol operasional yang disajikan
Klik untuk menuju halaman sebelumnya
Klik untuk menuju halaman selanjutnya
Kik untuk kembali ke menu utama
Klik untuk mendengarkan audio
Klik untuk menonton video pembelajaran
Klik agar terhubung ke WhatsApp atau Instagram
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Teman-teman, kira-kira bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan Interactive Slides (In-Slides) ini? Yuk, simak penjelasan berikut!
Gunakan fitur "Absensi" untuk mengisi kehadiran pada setiap kali pertemuan.
Klik fitur "Tujuan Pembelajaran" untuk mengetahui tujuan pembelajaran pada bab ini.
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Klik fitur "Infografis" untuk mengetahui kompetensi apa saja yang harus dimiliki peserta didik setelah mempelajari materi tentang Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Strategi Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa).
Gunakan fitur "Kuis" untuk berlatih menjawab soal-soal tentang materi pembelajaran.
Klik fitur "Materi Pembelajaran" untuk membaca materi pembelajaran dan menambah wawasan.
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Klik fitur "Video Pembelajaran" untuk menonton film, menyaksikan penjelasan tentang makam-makam Wali Songo, dan mendengarkan syiir Wali Songo.
Klik fitur "Tugas Membuat Bagan Timeline" untuk mengetahui contoh bagan, kemudian ikuti petunjuk pengerjaan tugas yang telah disajikan pada fitur tersebut.
Gunakan fitur "Gamifikasi" untuk bermain ular tangga terkait materi pembelajaran. Jangan lupa klik "Petunjuk" sebelum memulai permainan.
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Gunakan fitur "Soal Evaluasi" untuk mengerjakan penilaian pengetahuan. Soal evaluasi ini dapat dikerjakan setelah pembelajaran pada materi Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa) selesai.
10
Gunakan fitur "Kesan dan Pesan" untuk memberikan komentar dan saran terkait media pembelajaran Interactive Slides (In-Slides) melalui WhatsApp atau Instagram.
11
Klik fitur "Informasi" untuk mengetahui informasi tentang peneliti dan sumber materi pembelajaran.
Absensi
Sobat In-Slides, jangan lupa mengisi kehadiran setelah pembelajaran ya!
Tujuan Pembelajaran
Apa sih tujuan pembelajaran pada bab ini?
Tujuan pembelajaran pada bab ini, antara lain sebagai berikut.
- Menganalisis peran tokoh ulama Islam di Indonesia (Wali Songo) dalam menyebarkan ajaran Islam
- Mempresentasikan paparan mengenai sejarah perjuangan dan metode dakwah Wali Songo di Indonesia yang dilakukan secara damai
- Meyakini metode dakwah yang moderat, bi al-hikmah wa al-mau'idlatil hasanah adalah perintah Allah Swt.
- Membiasakan sikap kesederhanaan, tekun, damai kesungguhan dalam mencari ilmu, dan semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain
Infografis
Apa saja sih kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah mempelajari bab ini?
Untuk menjawabnya, yuk perhatikan infografis di bawah ini!
Kuis
Teman-teman, yuk mengerjakan kuis! Kerjakan berulang-ulang ya, agar menambah pemahaman tentang bab ini!
Kuis 1
Kuis 2
Kuis 1
Kuis 2
Materi Pembelajaran
Wawasan Keislaman
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Metode Dakwah Wali Songo
Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara
Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
Wawasan Keislaman
Apa yang kamu ketahui tentang Wali Songo? Yuk simak penjelasan di bawah ini!
- Sumber sejarah dari Dinasti Tang pada tahun 674 Masehi memberikan petunjuk bahwa memang pada masa-masa awal pertumbuhan Islam, saudagar-saudagar muslim dari Arab sudah memasuki wilayah Nusantara.
- Wali Songo merupakan sekumpulan tokoh penyebar Islam pada seperempat abad ke-15 hingga paruh abad ke-16, yang merupakan tonggak terpenting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara.
- Dalam mengembangkan ajaran Islam di bumi Nusantara para wali memulai dengan beberapa langkah strategis yaitu tadrij (bertahap) dan 'Adamul Haraj (tidak menyakiti).
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Lalu, bagaimana dakwah Islam periode pra Wali Songo?
Yuk klik slide selanjutnya untuk menemukan jawabannya! Pahami baik-baik, ya!
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
- Dalam buku Islam Comes to Malaysia, S.Q. Fatimi menuliskan bahwa pada abad ke-10 Masehi telah terjadi migrasi keluarga yang berasal dari bangsa Persia. Di antara migrasi keluarga-keluarga tersebut yang terbesar adalah keluarga Lor, keluarga Jawani, keluarga Syiah, dan keluarga Rumai.
- Dapat dikatakan, bahwa secara umum proses masuknya Islam ke Nusantara yang ditandai dengan kedatangan para saudagar Arab dan Persia pada abad ke-7 Masehi, terbukti tidaklah mulus, namun ada kendala hingga memasuki abad ke-15.
- Terdapat bukti sejarah dari Arkeologi petilasan Islam di Nusantara yaitu keberadaan makam Fatimah binti Maimun bin Hibatallah, yang berada di Dusun Leran, Desa Pesucian, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
- Ditemukannya makam Fatimah binti Maimun dan makam-makam lain di sekitar makam tersebut. Menurut penelitian S.Q. Fatimi, sangat mungkin berkaitan dengan dakwah Islam yang dilakukan oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim pada seperempat akhir abad ke-14 dan seperempat awal abad ke-15.
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Halo teman, Wali Songo berperan penting dalam upaya dakwah dan perkembangan peradaban Islam pada abad ke berapa sih?
Pada abad ke-15 dan abad ke-16 Masehi.
Untuk lebih lengkapnya, perhatikan penjelasan di slide selanjutnya, ya!
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
- Wali Songo berperan penting dalam upaya dakwah dan perkembangan peradaban Islam pada abad ke-15 dan abad ke-16 Masehi.
- Dalam buku Sekitar Wali Songo yang dituliskan oleh Solichin Salam, Wali Songo berasal dari Wali dan Songo. Kata wali berasal dari bahasa Arab, suatu bentuk singkatan dari kata waliyullah, yang artinya adalah orang yang mencintai dan dicintai Allah Swt. Adapun kata "songo" merupakan bahasa Jawa yang berarti 'sembilan'.
- Sehingga Wali Songo berarti Wali Sembilan yakni sembilan orang terpuji yang dicintai dan mencintai Allah Swt. Sembilan wali tersebut dipandang sebagai mubaligh Islam yang bertugas mendakwahkan Islam di daerah-daerah yang belum memeluk Islam di pulau Jawa.
- Adapun gelar 'Sunan' berasal dari kata suhun-kasuhun-sinuhun, yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti menghormati, menjunjung tinggi, lazimnya digunakan untuk menyebut guru suci (Mursyid Thariqah).
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
- Wali Songo berperan penting dalam upaya dakwah dan perkembangan peradaban Islam pada abad ke-15 dan abad ke-16 Masehi.
Metode Dakwah Wali Songo
Oke, selanjutnya kita akan belajar tentang metode dakwah Islam Wali Songo ya teman-teman!
Baca penjelasan di bawah ini, ya! Lalu dengarkan penjelasan materi pada audio mulai dari atas!
Beberapa strategi dan metode dakwah yang penuh dengan kedamaian yang ditempuh oleh Wali Songo, yaitu sebagai berikut.- Ceramah
- Tanya jawab – diskusi
- Keteladanan
- Pendidikan
- Bi'tsah dan ekspansi
- Kesenian
- Silaturrahim
Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara
Sunan Gresik
Sunan Ampel
Sunan Bonang
Sunan Drajat
Sunan Kudus
Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Sunan Gresik
Tahukah kamu, siapakah nama tokoh di samping?
Yuk, simak informasi tentang beliau berikut ini!
Biografi- Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik, merupakan tokoh yang pertama kali dipercaya sebagai penyebar ajaran Islam di tanah Jawa.
- Diperkirakan Maulana Malik Ibrahim datang ke Gresik pada kurun waktu tahun 1404 M.
- Maulana Malik Ibrahim adalah seorang ulama yang berasal dari Arab. Sunan Gresik juga disebut dengan julukan Syekh Maghribi yang kemungkinan mengisyaratkan asal keturunannya, yakni wilayah Arab Maghrib di Afrika Utara.
- Peran dakwah Maulana Malik Ibrahim dilakukan di Gresik hingga wafat pada tahun 1419 M.
Sunan Gresik
Kondisi Masyarakat - Kondisi keberagamaan masyarakat Gresik waktu itu sudah terbelah. Karena sudah ada yang menganut Islam, tapi masih banyak yang menganut agama Hindu, bahkan masih ada yang tidak menganut agama apa pun sama sekali.
- Namun sifat ramah dan penuh dengan kedamaian yang dimiliki oleh Maulana Malik Ibrahim tidak hanya kepada umat Islam saja tetapi juga kepada para penganut Hindu dan Budha membuat dirinya dikenal sebagai tokoh yang dikagumi dan dihormati.
Sunan Gresik
Ajaran Islam Tidak Mengenal Sistem Kasta ("Kastanisasi")
- Dalam ajaran Islam tidak mengenal "kastanisasi" sebagaimana ajaran Hindu sebelumnya. Pada ajaran Hindu, terdapat sistem kasta yaitu penggolongan manusia berdasarkan golongan tertentu yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.
- Untuk merubah dari sistem "kastanisasi" menjadi sistem non "kastanisasi" seperti ajaran agama Islam, bukanlah hal yang mudah. Pendekatan yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim adalah berinteraksi dengan warga sekitar.
Sunan Gresik
Strategi Dakwah
- Pada mulanya Maulana Malik Ibrahim berdakwah di kalangan orang-orang yang tersisih karena perbedaan kasta. Sunan Gresik memperkenalkan Islam melalui adab dan perilaku maupun informasi yang disampaikan kepada masyarakat sehingga sering terjadi kajian yang panjang dan mengasikkan.
- Setelah berhasil memikat hati masyarakat, Maulana Malik Ibrahim menempuh cara dagang.
- Setelah aktivitas perniagaan dan dakwah kepada para bangsawan ini berjalan lancar, Maulana Malik Ibrahim pergi ke Trowulan, ibu kota kerajaan Majapahit untuk bertemu Raja.
Sunan Gresik
- Kemudian setelah mendapatkan tanah dan ijin dari Raja untuk mengembangkan syiar Islam, Maulana Malik Ibrahim lalu menyiapkan kader-kader dengan mendirikan dan membuka pondok pesantren.
- Setelah selesai membangun pondok pesantren di Desa Leran, pada tahun 1419 M Syekh Maulana Malik Ibrahim pun wafat dan dimakamkan di Desa Gapura, Gresik, Jawa Timur.
Peninggalan
- Salah satu peninggalan Sunan Gresik adalah percampuran, asimilasi, dan akulturasi budaya. Hal tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang fleksibel, tidak kaku, dan tidak mengandung unsur paksaan bagi pemeluknya.
Sunan Gresik
Makam Sunan Gresik
Makam Sunan Gresik
Sunan Ampel
Siapakah beliau?
Berikut ini penjelasan lengkapnya!
Biografi- Nama asli dari Sunan Ampel adalah Raden Rahmat.
- Sunan Ampel lahir pada tahun 1401 M kemudian datang ke pulau Jawa sekitar tahun 1443 M., dan meninggal pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di Ampel, Surabaya.
- Sunan Ampel merupakan putra Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dari seorang istri yang berasal dari Negeri Champa.
- Ayah Sunan Ampel adalah Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).
- Ibu Sunan Ampel bernama Dewi Candrawulan.
Sunan Ampel
- Sunan Gresik memiliki dua orang istri yaitu Dewi Candrawulan dan Dewi Karimah.
- Dengan Dewi Karimah ia memiliki dua orang putra yaitu Dewi Murtasih (istri Raden Fatah, sultan pertama kerajaan Demak Bintoro) dan Dewi Murtasimah (istri Raden Paku/Sunan Giri).
- Dengan istri kedua Dewi Candrawulan, ia memiliki lima orang putera yaitu Siti Syareat, Siti Mutmainah, Siti Sofiah, Raden Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) serta Syarifudin atau Raden Kosim (Sunan Drajat).
Kondisi Masyarakat
- Sunan Ampel hidup pada zaman Majapahit, dimana pada saat itu mengalami kemunduran drastis pasca ditinggal wafat Maha Patih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk.
Sunan Ampel
- Berdasarkan pada situasi yang memprihatinkan itu, kerajaan akhirnya memanggil Raden Rahmat putra dari Dewi Candrawulan di Negeri Champa yang terkenal sebagai seseorang yang mendidik dan mengatasi kemorosotan moral di kalangan masyarakat.
- Meskipun Raja Brawijaya menolak masuk Islam, namun ia memberikan Sunan Ampel keleluasaan untuk mengajarkan Islam kepada rakyatnya. Asalkan dilakukan tanpa paksaan. Selama tinggal di Majapahit, Raden Rahmat dinikahkan dengan Nyi Ageng Manila, puteri Bupati Tuban.
Strategi Dakwah
- Raden Rahmat kemudian membangun pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk terus mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat, sehingga Islam semakin berkembang di wilayah Ampel.
Sunan Ampel
- Sunan Ampel memiliki toleransi yang tinggi. Sunan Ampel tidak pernah mempermasalahkan adanya perbedaan.
- Sunan Ampel mengenalkan ajaran yang sangat berkaitan dengan kebiasaan masyarakat kala itu, yaitu ajaran Moh Limo. Moh Limo berasal dari bahasa Jawa yaitu emoh (tidak mau) dan limo (lima). Artinya ajaran yang mengajak masyarakat untuk tidak melakukan lima hal yang tercela. Kelima hal tersebut adalah moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, dan moh madon.
- Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya Islam pada masa kerajaan Majapahit yang saat itu bernapaskan agama Hindu.
Sunan Ampel
- Sunan Ampel menyampaikan ajaran tersebut dengan cara yang lembut dan tanpa paksaan, tanpa kekerasan dan semua aktivitas dakwahnya dilakukan dengan cara mengundang bukan dengan 'menyuruh’.
Makam Sunan Ampel
Makam Sunan Ampel
Sunan Bonang
Perhatikan gambar di samping!
Siapakah nama tokoh di samping?
Biografi- Nama asli Sunan Bonang adalah Raden Makdum Ibrahim lahir sekitar abad ke-14 Masehi, kurang lebih pada tahun 1465 M dan wafat pada tahun 1525 M dan dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.
- Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel dengan istrinya Dewi Candrawati, puteri dari salah satu tumenggung kerajaan Majapahit di wilayah Tuban.
- Nama Sunan Bonang diberikan kepadanya karena salah satu media yang dipergunakan untuk berdakwah adalah menggunakan alat musik tradisional yaitu gamelan, dan salah satu instrumen musiknya bernama "bonang".
Sunan Bonang
- Sunan Bonang mempelajari ilmu agama dari pesantren Sunan Ampel. Kemudian Sunan Bonang melanjutkan memperdalam ilmu agama Islam sampai keluar pulau Jawa bahkan sampai di Pasai, yang pengajarnya berasal dari Timur Tengah maupun India.
Strategi Dakwah
- Sunan Bonang pun menggunakan pendekatan budaya sebagai sarana dakwahnya. Sunan Bonang tidak serta merta mengganti budaya yang telah berkembang sebelumnya di wilayah dakwahnya, namun menyerap budaya yang sudah ada kemudian dipadukan dengan ajaran dan nilai-nilai Islam.
- Sunan Bonang memanfaatkan salah satu alat musik tradisional yang ada di Jawa Timur yaitu bonang yang merupakan salah satu instrumen dalam set gamelan Jawa.
Sunan Bonang
- Kreatifitas permainan 'bonang' yang dilakukan oleh Sunan Bonang juga dipadukan dengan kepandaiannya menyusun syair-syair terkait ajaran dakwah untuk menanamkan nilai Islam kepada masyarakat.
- Syair-syair dengan nilai sastra berisi tentang keindahan dan disisipkan ajaran-ajaran Islam yang diciptakan oleh Sunan Bonang ini, kemudian dikenal dengan nama Suluk.
- Di antara suluk Sunan Bonang yang masih terkenal sampai saat ini adalah Suluk Tombo Ati yang syairnya adalah sebagai berikut:
Tombo ati, iku limo ing wernane, kaping pisan maca Qur'an lan maknane, kaping pindho, salat wengi lakono, kaping telu wong kang saleh kumpulono. Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe, kaping limo dzikir wengi ingkang suwe. Salah sawijine, sopo biso nglakoni, insya Allah, Gusti Allah nyembadani.
Sunan Bonang
- Sunan Bonang tidak pernah tercatat memiliki pasukan dari pengikutnya, untuk memerangi masyarakat yang enggan memeluk agama Islam. Sunan Bonang juga tidak pernah melakukan perlawanan terhadap orang-orang yang menentangnya. Justru dengan kepandaiannya beradaptasi dengan masyarakat, lalu dimanfaatkan untuk menyisipkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.
Makam Sunan Bonang
Sunan Drajat
Siapakah beliau?
Yuk, baca biografi dan strategi dakwah beliau!
Biografi- Sunan Drajat adalah salah satu putra dari Sunan Ampel, dan merupakan saudara dari Sunan Bonang.
- Nama asli Sunan Drajat adalah Raden Qosim atau juga dikenal dengan nama Syarifuddin.
- Sunan Drajat lahir pada abad ke-15 M sekitar tahun 1470 M dan wafat pada tahun 1522 M dan dimakamkan di Desa Drajat, wilayah Lamongan Jawa Timur.
- Sunan Drajat menghabiskan masa mudanya untuk belajar agama Islam kepada ayahnya Sunan Ampel, di Ampel Denta, Surabaya. Sunan Drajat pun memperdalam agama Islam dari para ulama yang datang bersama kapal-kapal dagang Arab.
Sunan Drajat
Strategi Dakwah- Sunan Drajat melakukan dakwah pertama kali di wilayah Gresik. Dakwahnya dilakukan dengan menyusuri pantai utara Jawa. Sepanjang perjalanan dakwahnya Sunan Drajat bertemu dengan masyarakat penganut Hindu-Budha dan berdakwah secara langsung.
- Sunan Drajat mendarat pertama kali di wilayah Jelak, Banjarwati pada akhir abad ke-15. Sunan Drajat kemudian membangun sebuah musala yang dijadikan sebagai sebuah tempat untuk beribadah.
Sunan Drajat
- Setelah dirasa masyarakat di Banjaranyar cukup mapan dengan nilai-nilai dan praktik ajaran Islam, Sunan Drajat pun melanjutkan perjalanan meninggalkan pesisir utara Jawa dan tiba di sebuah desa bernama Drajat. Di desa tersebut, Sunan Drajat melanjutkan misi dakwah mengajak masyarakat Jawa yang saat itu masih memeluk keyakinan Hindu-Budha untuk memeluk agama Islam.
- Lalu Sunan Drajat melanjutkan perjalanan dakwahnya menuju ke Lamongan yang saat itu masih diperintah oleh Sultan Demak.
- Metode dakwah yang ditempuh oleh Sunan Drajat adalah dengan cara yang bijak dan halus.
Sunan Drajat
- Sunan Drajat terkenal dengan nasihatnya mengenai kehidupan yang disesuaikan dengan ajaran-ajaran Islam. Sunan Drajat memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah bil-hikmah, dengan cara-cara yang bijak dan tidak memaksa.
- Adapun inti dari ajaran Sunan Drajat adalah Catur Piwulang (Empat Pengajaran) yaitu paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto, paring pangan marang wong kang kaliren, paring sandhang marang wong kang kawudan, dan Paring payung marang wong kang kodanan.
- Sunan Drajat menggunakan strategi untuk menarik perhatian masyarakat agar datang ke tempat kediamannya. Sunan Drajat menggunakan kesenian tradisional yang ada di daerah tersebut yaitu tembang-tembang yang diiringi dengan musik gamelan.
Sunan Drajat
- Sunan Drajat memberikan pesan yang menjadi pengingat bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang menekankan pada perdamaian, baik perdamaian kepada Yang Maha Kuasa maupun perdamaian kepada diri sendiri.
Makam Sunan Drajat
Makam Sunan Drajat
Sunan Kudus
Siapakah nama tokoh di samping?
Berikut ini informasi tentang beliau, yuk pahami!
Biografi - Nama asli Sunan Kudus adalah Sayyid Jafar Shadiq Azmatkhan.
- Sunan Kudus diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1500 M di daerah Jipang Panolan, sebelah utara kota Blora, wafat tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah.
- Ayah Sunan Kudus adalah Sunan Ngudung dan ibunya bernama Syarifah.
- Jika diurutkan nasabnya, Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad Saw.
- Sejak kecil Sunan Kudus dipanggil dengan nama Ja'far Shadiq.
Sunan Kudus
- Sunan Kudus mandalami agama Islam melalui ayahnya sendiri, sejak kecil hingga menginjak masa remaja.
- Selain memperdalam ilmu agama Islam melalui ayahnya, Sunan Kudus juga belajar ilmu agama kepada Kiai Telingsing dan Sunan Ampel.
Strategi Dakwah
- Sunan Kudus juga mempelajari ilmu kemasyarakatan, politik, budaya, seni, dan perdagangan. Semenjak Sunan Kudus belajar kepada Kiai Telingsing, ia menjadi lebih tekun, disiplin dan tegas dalam mengambil keputusan.
- Meskipun bukan penduduk asli Kudus, namun Sunan Kudus mampu menjadi tokoh sentral di Kudus. Hal tersebut dikarenakan jejak perjalanan hidup dan kemampuan Sunan Kudus dalam menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Kudus.
Sunan Kudus
- Metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus adalah mengadopsi cara-cara yang telah dilakukan sebelumnya oleh Sunan Bonang.
- Masyarakat Kudus saat itu masih banyak yang menganut kepercayaan Hindu-Budha. Meski sebagian kecil sudah ada yang menganut agama Islam. Hal tersebut mendasari Sunan Kudus untuk mengembangkan ajaran toleransi beragama antara umat Islam dengan umat Hindu-Budha.
- Selain menyampaikan ajaran dakwah kepada umat Hindu-Budha, Sunan Kudus juga memperluas ajakannya kepada masyarakat yang masih menganut kepercayaan lokal yaitu animisme dan dinamisme. Sunan Kudus pun menggunakan cara yang unik yaitu membangun pancuran wudu di Masjid Menara Kudus yang dibangunnya dengan jumlah 8 (delapan) pancuran, dan di setiap atas pancuran diletakkan arca.
Sunan Kudus
- Terhadap persoalan adat istiadat, Sunan Kudus tidak serta merta menentang masyarakat yang sering menabur bunga di jalan, meletakkan sesajen di kuburan, dan adat-adat lain yang dianggap melenceng dari ajaran Islam dan mengandung unsur syirik. Sunan Kudus justru berfikir bahwa hal tersebut bisa dijadikan media untuk menarik masyarakat. la memodifikasi hal-hal tersebut dan mengarahkannya agar sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
- Pola pendekatan semacam inilah yang mendatangkan simpati dan ketertarikan warga setempat untuk mempelajari Islam, bukan sebaliknya dengan mengedepankan sifat-sifat kekerasan dalam menentang dan memberantas kebiasaan dengan atas nama pemberantasan tahayul, bid'ah dan khurafat dengan serta merta menghapuskan adat lama, yang telah berkembang sebelumnya.
Sunan Kudus
Makam Sunan Kudus
Makam Sunan Kudus
Sunan Giri
Siapakah beliau?
Mari kita pahami bersama-sama dengan cara menyimak penjelasan di bawah ini.
Biografi- Nama asli dari Sunan Giri adalah Raden Paku dan memiliki nama panggilan lain yaitu Ainul Yaqin.
- Sunan Giri lahir di Blambangan (sekarang Banyuwangi) pada abad ke-15 M. sekitar tahun 1442 M., wafat pada tahun 1506 M., dimakamkan di Dusun Giri, Desa Giri, Gresik, Jawa Timur.
- Ayah Sunan Giri bernama Maulana Ishaq (saudara kandung Maulana Malik Ibrahim/ Sunan Gresik) dan ibunya adalah seorang putri yang bernama Dewi Sekardadu.
Sunan Giri
- Saat remaja Sunan Giri berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya. Setelah itu bersama dengan Sunan Bonang, Sunan Giri pergi ke Pasai dan memperdalam ilmu agama Islam. Setelah merasa cukup ilmu, Sunan Giri pun memutuskan untuk membuka pesantren di daerah perbukitan Sidomukti, di selatan Gresik.
Strategi Dakwah
- Pengaruh Sunan Giri bahkan sampai keluar pulau Jawa, seperti Makassar, Ternate dan Tidore. Bahkan konon raja-raja di daerah tersebut, belum dianggap sah jika belum direstui oleh Sunan Giri.
- Pengaruh Sunan Giri selama masa pemerintahan tersebut, turut melatarbelakangi berdirinya sebuah kerajaan yang bernama Demak Bintoro, yang sekaligus merupakan kerajaan Islam yang pertama di pulau Jawa.
Sunan Giri
- Sunan Giri berdakwah dengan berbagai metode, mulai dari pendidikan, budaya hingga pendekatan politik.
Makam Sunan Giri
Makam Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Tahukah kamu, siapakah beliau?
Untuk penjelasan lebih lengkapnya, yuk simak materi di bawah ini, ya!
Biografi - Nama asli Sunan Kalijaga adalah Raden Said yang lahir pada sekitar tahun 1450 M di Tuban dan wafat pada abad ke-16 M sekitar tahun 1580 M.
- Dapat dikatakan bahwa Sunan Kalijaga hidup selama lebih dari 100 tahun.
- Ayah Sunan Kalijaga adalah Arya Wilatikta, dan ibunya bernama Dewi Retno Dumilah. Ayahnya adalah seorang tumenggung di wilayah Tuban, di bawah pemerintahan kerajaan Majapahit.
Sunan Kalijaga
- Sunan Kalijaga menikah dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishak. Dari pernikahan tersebut, Sunan Kalijaga dikaruniai 3 (tiga) orang putra, salah satunya adalah Raden Umar Said yang di kemudian hari akan melanjutkan jejak Sunan Kalijaga yang dikenal dengan Sunan Muria.
Kondisi Masyarakat
- Raden Said remaja dikenal sebagai seorang bangsawan, meskipun demikian hidupnya tetap sederhana tanpa tata cara bangsawan.
- Dari situlah Sunan Kalijaga mengamati dan merasakan bagaimana kehidupan di masyarakat, sehingga setiap hal yang terjadi di Tuban saat itu dapat diketahui olehnya.
Sunan Kalijaga
- Sebagai seorang wali, Sunan Kalijaga telah berubah menjadi seseorang yang memiliki tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Sunan Kalijaga berdakwah baik melalui kegiatan pemerintahan, keagamaan, maupun kesenian. Sunan Kalijaga menjadi salah satu wali yang membangun Masjid Agung Demak bersama beberapa wali yang lain.
Strategi Dakwah
- Sunan Kalijaga mengenalkan Islam kepada masyarakat Jawa dengan pelan-pelan.
- Segala hal yang berasal dari kebudayaan lama dengan corak Hindu-Budha, masih diadopsi dan dijadikan sebagai media dakwah oleh Sunan Kalijaga untuk memasukkan ajaran Islam ke dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Sunan Kalijaga
- Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai seorang dalang. Sunan Kalijaga mahir dalam memainkan wayang kulit.
- Sunan Kalijaga dikenal sebagai seorang politikus yang menjadi penasehat kerajaan Demak. Pengaruh pemikirannya mewarnai kebijakan-kebijakan di Kasultanan Demak sehingga menjadi kerajaan Islam yang besar di tanah Jawa.
- Dalam hal berpakaian, Sunan Kalijaga tidak menggunakan pakaian jubah atau pakaian seperti yang dikenakan oleh para ulama yang lain. Sunan Kalijaga membaur dengan masyarakat, sehingga masyarakat tidak merasa asing dengannya, bahkan menganggap Sunan Kalijaga seperti masyarakat Jawa kebanyakan dan mereka pun menerimanya dengan senang hati.
Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga
Sunan Muria
Siapakah nama tokoh di samping?
Tahukah kamu mengenai kisah hidup beliau?
Biografi - Sunan Muria termasuk salah satu Wali Songo yang dilahirkan pada abad ke-15 M dan wafat pada awal abad ke-16 M dan dimakamkan di Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah.
- Nama asli Sunan Muria adalah Raden Umar Said atau Raden Prawoto.
- Sunan Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga dan Dewi Sarah binti Maulana Ishak.
- Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah yang merupakan putra Sunan Ngudung dan menjadi adik ipar dari Sunan Kudus.
Sunan Muria
Strategi Dakwah - Wilayah dakwah dan penyebaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Muria adalah di pantai utara Jepara. Sunan Muria berdakwah di sekitar wilayah Tayu, Pati, Juwana, Kudus dan lereng-lereng gunung Muria.
- Sunan Muria dikenal sebagai wali yang mahir dalam memainkan alat kesenian dan sekaligus digunakan sebagai media dakwah.
- Sunan Muria hidup pada masa kasultanan Demak yaitu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan besar di bawah kepemimpinan sultan pertama yaitu Raden Patah (1481-1518 M).
Sunan Muria
- Sunan Muria memiliki kontribusi yang besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa. Metode dakwah yang dilakukan pun tidak jauh berbeda dengan yang ditempuh oleh Sunan Kalijaga, yaitu mempertahankan kesenian gamelan dan wayang kulit sebagai sarana dakwah.
- Sunan Muria juga menciptakan tembang Sinom dan Kinanti sebagai media dakwah.
- Salah satu keberhasilan dakwah Sunan Muria sebagaimana para wali lainnya adalah kemampuannya dalam memahami kondisi sosial masyarakat.
- Mengapa Sunan Muria lebih senang berdakwah kepada masyarakat lapisan bawah? Karena Sunan Muria mengikuti jejak ayahandanya, Sunan Kalijaga. Dalam hal ini, para sejarawan menggolongkan pola dakwah Wali Songo menjadi dua tipe yaitu golongan abangan dan golongan putihan.
Sunan Muria
Makam Sunan Sunan Muria
Makam Sunan Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Yuk, perhatikan gambar di samping! Siapakah beliau?
Simak penjelasan di bawah ini, ya!
Biografi - Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari Wali Songo yang lahir pada tahun 1450 M dengan nama asli Syarif Hidayatullah.
- Sunan Gunung Jati adalah putra dari Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar, dari seorang ibu bernama Nyai Rara Santang.
- Jamaluddin Akbar kakek buyut dari Syarif Hidayatullah adalah seorang mubaligh besar dari Gujarat, India yang dikenal dengan Syekh Maulana Akbar. Ia merupakan keturunan Rasulullah Saw. dari jalur Husain bin Ali.
Sunan Gunung Jati
- Pada masa remajanya, Syarif Hidayatullah memperdalam ilmu agama dengan berguru kepada Syekh Tajudin al-Kubri dan Syekh Ataullahi Sadzili di Mesir, kemudian ia melanjutkan belajar ilmu tasawuf ke Baghdad.
- Dan pada saat berusia 27 tahun, sekitar tahun 1475 M, ia kembali ke tanah Jawa dan tinggal di Caruban di dekat wilayah Cirebon.
- Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyi Ratu Pakungwati, putri dari Pangeran Cakra Buana, penguasa Cirebon.
- Setelah Pangeran Cakra Buana memasuki usia lanjut, maka kekuasaan atas Kasultanan Cirebon diserahkan kepada Sunan Gunung Jati selaku menantunya.
Sunan Gunung Jati
Strategi Dakwah - Sunan Gunung Jati adalah seorang wali yang memberikan banyak kontribusi untuk penyebaran agama Islam. Sunan Gunung Jati pernah mengunjungi Prabu Siliwangi, kakeknya di Kerajaan Pajajaran. Saat itu, Sunan Gunung Jati mengajak kakeknya untuk memeluk agama Islam, namun ditolak. Meskipun demikian sang kakek tidak menghalangi cucunya untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pajajaran.
- Setelah dari Pajajaran, kemudian Sunan Gunung Jati melanjutkan perjalanan dakwah ke wilayah Serang.
- Di wilayah Banten, Sunan Gunung Jati bertemu dengan Sunan Ampel, kemudian berguru kepadanya.
Sunan Gunung Jati
- Dalam kedudukannya sebagai raja, Sunan Gunung Jati membuat kebijakan tentang pajak yang jumlah, jenis dan besarannya disederhanakan agar tidak memberatkan rakyat. Sunan Gunung Jati juga membangun Masjid Agung Sang Ciptarasa dan masjid-masjid Jami' di wilayah Cirebon.
- Dinamika perjalanan dakwah Sunan Gunung Jati, sekilas seperti tidak ada yang berbau kekerasan dan pemaksaan. Kapasitasnya sebagai seorang ulama sekaligus sebagai seorang raja, tentu saja seolah memainkan standar ganda.
- Proses islamisasi yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Posisinya sebagai ulama menjadikannya mendapat gelar waliyullah dan kapasitasnya sebagai kepala negara ia pun memperoleh gelar Sayyidin Panatagama yang dalam tradisi Jawa seorang raja adalah wakil Tuhan di dunia.
Sunan Gunung Jati
- Adapun ragam metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati dalam proses Islamisasi tanah Jawa adalah sebagai berikut.
- Metode muidlah hasanah atau nasihat-nasihat yang baik.
- Metode al-hikmah atau dapat diartikan menggunakan cara-cara yang bijaksana.
- Metode tadarruj atau dapat diartikan berjenjang, tingkatan belajar murid (pesantren).
- Metode ta’awun yaitu saling tolong menolong dan berbagi ketugasan dalam menyebarkan agama Islam di kalangan para wali.
- Metode musyawarah untuk membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas dan perjuangan dakwah para wali.
- Pembentukan kader dai.
Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Sunan Gunung Jati
Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
Gimana teman-teman? Apakah wawasan kalian tentang Wali Songo semakin bertambah? Semoga ya!
Kira-kira apa saja hikmah dari materi ini?
Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya!
- Para Wali Songo, menyisipkan nilai-nilai dan ajaran Islam sedikit demi sedikit melalui pendekatan budaya yang sudah berkembang di masyarakat, sehingga terjadilah apa yang dinamakan akulturasi dan asimilasi budaya yaitu adaptasi budaya lama yang sudah ada dan disesuaikan dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam.
- Proses masuknya budaya yang baik, adalah dengan tidak menggunakan cara-cara yang kasar dan melukai hati, meskipun juga tetap harus mengandung unsur ketegasan.
Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
- Bagi kalangan pelajar dan remaja, hendaklah digaungkan semangat berdakwah. Dengan cara tetap mengedepankan nilai-nilai kelembutan, keramahan, penuh dengan norma dan sopan santun. Selain itu, menghindari tindakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo, diteladani dan dikembangkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki beragam suku bangsa.
Video Pembelajaran
Gimana teman-teman? Sudah membaca materi pembelajaran di slide sebelumnya? Gimana pendapatmu? Pasti dong.
Selanjutnya, kita akan menonton video terkait materi Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa). Ada 3 video yang disajikan, yuk pilih!
Video 1
Video 2
Video 3
Tugas Membuat Bagan Timeline
Ayo Mengerjakan!
- Peserta didik dibentuk menjadi 4 kelompok, dengan pembagian 8 anak per kelompok.
- Peserta didik membuat bagan timeline seperti contoh di bawah ini tentang sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya secara berkelompok.
Gamifikasi
Yuk, bermain untuk memudahkan kita memahami bab ini!
Soal Evaluasi
Kesan dan Pesan
Teman-teman, yuk tinggalkan kesan dan pesan setelah menggunakan media pembelajaran ini! Melalui WhatsApp atau Instagram di bawah ini ya!
Selalu semangat belajar, oke?
Informasi
Nama : Hilda Anggun Faizah Program Studi : PAI Fakultas : Tarbiyah PTS : UNUGIRI
Daftar Pustaka
Taufik, Ahmad, dan Nurwastuti Setyowati. Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti SMA/SMK Kelas X. Jakarta Pusat: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
Kisah Sunan Kalijaga - Full Movie
Syi'ir Wali Songo
Video Liputan Perjalanan Ziarah Wali Songo 2023
DAKWAH ISLAM WALI SONGO
Hilda Anggun Faizah
Created on April 2, 2024
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Randomizer
View
Timer
View
Find the pair
View
Hangman Game
View
Dice
View
Scratch and Win Game
View
Create a Word Search
Explore all templates
Transcript
In-Slides (Interactive Slides)
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
SMA/SMK
Kelas
Mulai
Menu Utama
Petunjuk Penggunaan
Absensi
Tujuan Pembelajaran
Infografis
Kuis
Materi Pembelajaran
Video Pembelajaran
Tugas Membuat Bagan Timeline
Gamifikasi
Soal Evaluasi
Kesan dan Pesan
Informasi
Petunjuk Penggunaan
Halo, selamat datang di Interactive Slides (In-Slides). Apa kabar teman-teman? Semoga baik-baik saja ya.
Petunjuk Penggunaan Tombol Operasional
Langkah-Langkah Penggunaan"In-Slides"
Petunjuk Penggunaan Tombol Operasional
Klik untuk mengetahui tombol operasional yang disajikan
Klik untuk menuju halaman sebelumnya
Klik untuk menuju halaman selanjutnya
Kik untuk kembali ke menu utama
Klik untuk mendengarkan audio
Klik untuk menonton video pembelajaran
Klik agar terhubung ke WhatsApp atau Instagram
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Teman-teman, kira-kira bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan Interactive Slides (In-Slides) ini? Yuk, simak penjelasan berikut!
Gunakan fitur "Absensi" untuk mengisi kehadiran pada setiap kali pertemuan.
Klik fitur "Tujuan Pembelajaran" untuk mengetahui tujuan pembelajaran pada bab ini.
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Klik fitur "Infografis" untuk mengetahui kompetensi apa saja yang harus dimiliki peserta didik setelah mempelajari materi tentang Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Strategi Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa).
Gunakan fitur "Kuis" untuk berlatih menjawab soal-soal tentang materi pembelajaran.
Klik fitur "Materi Pembelajaran" untuk membaca materi pembelajaran dan menambah wawasan.
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Klik fitur "Video Pembelajaran" untuk menonton film, menyaksikan penjelasan tentang makam-makam Wali Songo, dan mendengarkan syiir Wali Songo.
Klik fitur "Tugas Membuat Bagan Timeline" untuk mengetahui contoh bagan, kemudian ikuti petunjuk pengerjaan tugas yang telah disajikan pada fitur tersebut.
Gunakan fitur "Gamifikasi" untuk bermain ular tangga terkait materi pembelajaran. Jangan lupa klik "Petunjuk" sebelum memulai permainan.
Langkah-Langkah Penggunaan "In-Slides"
Gunakan fitur "Soal Evaluasi" untuk mengerjakan penilaian pengetahuan. Soal evaluasi ini dapat dikerjakan setelah pembelajaran pada materi Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa) selesai.
10
Gunakan fitur "Kesan dan Pesan" untuk memberikan komentar dan saran terkait media pembelajaran Interactive Slides (In-Slides) melalui WhatsApp atau Instagram.
11
Klik fitur "Informasi" untuk mengetahui informasi tentang peneliti dan sumber materi pembelajaran.
Absensi
Sobat In-Slides, jangan lupa mengisi kehadiran setelah pembelajaran ya!
Tujuan Pembelajaran
Apa sih tujuan pembelajaran pada bab ini?
Tujuan pembelajaran pada bab ini, antara lain sebagai berikut.
Infografis
Apa saja sih kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah mempelajari bab ini?
Untuk menjawabnya, yuk perhatikan infografis di bawah ini!
Kuis
Teman-teman, yuk mengerjakan kuis! Kerjakan berulang-ulang ya, agar menambah pemahaman tentang bab ini!
Kuis 1
Kuis 2
Kuis 1
Kuis 2
Materi Pembelajaran
Wawasan Keislaman
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Metode Dakwah Wali Songo
Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara
Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
Wawasan Keislaman
Apa yang kamu ketahui tentang Wali Songo? Yuk simak penjelasan di bawah ini!
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Lalu, bagaimana dakwah Islam periode pra Wali Songo?
Yuk klik slide selanjutnya untuk menemukan jawabannya! Pahami baik-baik, ya!
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Halo teman, Wali Songo berperan penting dalam upaya dakwah dan perkembangan peradaban Islam pada abad ke berapa sih?
Pada abad ke-15 dan abad ke-16 Masehi.
Untuk lebih lengkapnya, perhatikan penjelasan di slide selanjutnya, ya!
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Metode Dakwah Wali Songo
Oke, selanjutnya kita akan belajar tentang metode dakwah Islam Wali Songo ya teman-teman!
Baca penjelasan di bawah ini, ya! Lalu dengarkan penjelasan materi pada audio mulai dari atas!
Beberapa strategi dan metode dakwah yang penuh dengan kedamaian yang ditempuh oleh Wali Songo, yaitu sebagai berikut.- Ceramah
- Tanya jawab – diskusi
- Keteladanan
- Pendidikan
- Bi'tsah dan ekspansi
- Kesenian
- Silaturrahim
Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara
Sunan Gresik
Sunan Ampel
Sunan Bonang
Sunan Drajat
Sunan Kudus
Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Sunan Gresik
Tahukah kamu, siapakah nama tokoh di samping?
Yuk, simak informasi tentang beliau berikut ini!
Biografi- Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik, merupakan tokoh yang pertama kali dipercaya sebagai penyebar ajaran Islam di tanah Jawa.
- Diperkirakan Maulana Malik Ibrahim datang ke Gresik pada kurun waktu tahun 1404 M.
- Maulana Malik Ibrahim adalah seorang ulama yang berasal dari Arab. Sunan Gresik juga disebut dengan julukan Syekh Maghribi yang kemungkinan mengisyaratkan asal keturunannya, yakni wilayah Arab Maghrib di Afrika Utara.
- Peran dakwah Maulana Malik Ibrahim dilakukan di Gresik hingga wafat pada tahun 1419 M.
Sunan Gresik
Kondisi Masyarakat- Kondisi keberagamaan masyarakat Gresik waktu itu sudah terbelah. Karena sudah ada yang menganut Islam, tapi masih banyak yang menganut agama Hindu, bahkan masih ada yang tidak menganut agama apa pun sama sekali.
- Namun sifat ramah dan penuh dengan kedamaian yang dimiliki oleh Maulana Malik Ibrahim tidak hanya kepada umat Islam saja tetapi juga kepada para penganut Hindu dan Budha membuat dirinya dikenal sebagai tokoh yang dikagumi dan dihormati.
Sunan Gresik
Ajaran Islam Tidak Mengenal Sistem Kasta ("Kastanisasi")
Sunan Gresik
Strategi Dakwah
Sunan Gresik
- Setelah selesai membangun pondok pesantren di Desa Leran, pada tahun 1419 M Syekh Maulana Malik Ibrahim pun wafat dan dimakamkan di Desa Gapura, Gresik, Jawa Timur.
PeninggalanSunan Gresik
Makam Sunan Gresik
Makam Sunan Gresik
Sunan Ampel
Siapakah beliau?
Berikut ini penjelasan lengkapnya!
Biografi- Nama asli dari Sunan Ampel adalah Raden Rahmat.
- Sunan Ampel lahir pada tahun 1401 M kemudian datang ke pulau Jawa sekitar tahun 1443 M., dan meninggal pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di Ampel, Surabaya.
- Sunan Ampel merupakan putra Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dari seorang istri yang berasal dari Negeri Champa.
- Ayah Sunan Ampel adalah Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).
- Ibu Sunan Ampel bernama Dewi Candrawulan.
Sunan Ampel
- Dengan istri kedua Dewi Candrawulan, ia memiliki lima orang putera yaitu Siti Syareat, Siti Mutmainah, Siti Sofiah, Raden Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) serta Syarifudin atau Raden Kosim (Sunan Drajat).
Kondisi MasyarakatSunan Ampel
- Meskipun Raja Brawijaya menolak masuk Islam, namun ia memberikan Sunan Ampel keleluasaan untuk mengajarkan Islam kepada rakyatnya. Asalkan dilakukan tanpa paksaan. Selama tinggal di Majapahit, Raden Rahmat dinikahkan dengan Nyi Ageng Manila, puteri Bupati Tuban.
Strategi DakwahSunan Ampel
Sunan Ampel
Makam Sunan Ampel
Makam Sunan Ampel
Sunan Bonang
Perhatikan gambar di samping!
Siapakah nama tokoh di samping?
Biografi- Nama asli Sunan Bonang adalah Raden Makdum Ibrahim lahir sekitar abad ke-14 Masehi, kurang lebih pada tahun 1465 M dan wafat pada tahun 1525 M dan dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.
- Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel dengan istrinya Dewi Candrawati, puteri dari salah satu tumenggung kerajaan Majapahit di wilayah Tuban.
- Nama Sunan Bonang diberikan kepadanya karena salah satu media yang dipergunakan untuk berdakwah adalah menggunakan alat musik tradisional yaitu gamelan, dan salah satu instrumen musiknya bernama "bonang".
Sunan Bonang
- Sunan Bonang mempelajari ilmu agama dari pesantren Sunan Ampel. Kemudian Sunan Bonang melanjutkan memperdalam ilmu agama Islam sampai keluar pulau Jawa bahkan sampai di Pasai, yang pengajarnya berasal dari Timur Tengah maupun India.
Strategi DakwahSunan Bonang
- Di antara suluk Sunan Bonang yang masih terkenal sampai saat ini adalah Suluk Tombo Ati yang syairnya adalah sebagai berikut:
Tombo ati, iku limo ing wernane, kaping pisan maca Qur'an lan maknane, kaping pindho, salat wengi lakono, kaping telu wong kang saleh kumpulono. Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe, kaping limo dzikir wengi ingkang suwe. Salah sawijine, sopo biso nglakoni, insya Allah, Gusti Allah nyembadani.Sunan Bonang
Makam Sunan Bonang
Sunan Drajat
Siapakah beliau?
Yuk, baca biografi dan strategi dakwah beliau!
Biografi- Sunan Drajat adalah salah satu putra dari Sunan Ampel, dan merupakan saudara dari Sunan Bonang.
- Nama asli Sunan Drajat adalah Raden Qosim atau juga dikenal dengan nama Syarifuddin.
- Sunan Drajat lahir pada abad ke-15 M sekitar tahun 1470 M dan wafat pada tahun 1522 M dan dimakamkan di Desa Drajat, wilayah Lamongan Jawa Timur.
- Sunan Drajat menghabiskan masa mudanya untuk belajar agama Islam kepada ayahnya Sunan Ampel, di Ampel Denta, Surabaya. Sunan Drajat pun memperdalam agama Islam dari para ulama yang datang bersama kapal-kapal dagang Arab.
Sunan Drajat
Strategi Dakwah- Sunan Drajat melakukan dakwah pertama kali di wilayah Gresik. Dakwahnya dilakukan dengan menyusuri pantai utara Jawa. Sepanjang perjalanan dakwahnya Sunan Drajat bertemu dengan masyarakat penganut Hindu-Budha dan berdakwah secara langsung.
- Sunan Drajat mendarat pertama kali di wilayah Jelak, Banjarwati pada akhir abad ke-15. Sunan Drajat kemudian membangun sebuah musala yang dijadikan sebagai sebuah tempat untuk beribadah.
Sunan Drajat
Sunan Drajat
Sunan Drajat
Makam Sunan Drajat
Makam Sunan Drajat
Sunan Kudus
Siapakah nama tokoh di samping?
Berikut ini informasi tentang beliau, yuk pahami!
Biografi- Nama asli Sunan Kudus adalah Sayyid Jafar Shadiq Azmatkhan.
- Sunan Kudus diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1500 M di daerah Jipang Panolan, sebelah utara kota Blora, wafat tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah.
- Ayah Sunan Kudus adalah Sunan Ngudung dan ibunya bernama Syarifah.
- Jika diurutkan nasabnya, Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad Saw.
- Sejak kecil Sunan Kudus dipanggil dengan nama Ja'far Shadiq.
Sunan Kudus
- Selain memperdalam ilmu agama Islam melalui ayahnya, Sunan Kudus juga belajar ilmu agama kepada Kiai Telingsing dan Sunan Ampel.
Strategi DakwahSunan Kudus
Sunan Kudus
Sunan Kudus
Makam Sunan Kudus
Makam Sunan Kudus
Sunan Giri
Siapakah beliau?
Mari kita pahami bersama-sama dengan cara menyimak penjelasan di bawah ini.
Biografi- Nama asli dari Sunan Giri adalah Raden Paku dan memiliki nama panggilan lain yaitu Ainul Yaqin.
- Sunan Giri lahir di Blambangan (sekarang Banyuwangi) pada abad ke-15 M. sekitar tahun 1442 M., wafat pada tahun 1506 M., dimakamkan di Dusun Giri, Desa Giri, Gresik, Jawa Timur.
- Ayah Sunan Giri bernama Maulana Ishaq (saudara kandung Maulana Malik Ibrahim/ Sunan Gresik) dan ibunya adalah seorang putri yang bernama Dewi Sekardadu.
Sunan Giri
- Saat remaja Sunan Giri berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya. Setelah itu bersama dengan Sunan Bonang, Sunan Giri pergi ke Pasai dan memperdalam ilmu agama Islam. Setelah merasa cukup ilmu, Sunan Giri pun memutuskan untuk membuka pesantren di daerah perbukitan Sidomukti, di selatan Gresik.
Strategi DakwahSunan Giri
Makam Sunan Giri
Makam Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Tahukah kamu, siapakah beliau?
Untuk penjelasan lebih lengkapnya, yuk simak materi di bawah ini, ya!
Biografi- Nama asli Sunan Kalijaga adalah Raden Said yang lahir pada sekitar tahun 1450 M di Tuban dan wafat pada abad ke-16 M sekitar tahun 1580 M.
- Dapat dikatakan bahwa Sunan Kalijaga hidup selama lebih dari 100 tahun.
- Ayah Sunan Kalijaga adalah Arya Wilatikta, dan ibunya bernama Dewi Retno Dumilah. Ayahnya adalah seorang tumenggung di wilayah Tuban, di bawah pemerintahan kerajaan Majapahit.
Sunan Kalijaga
- Sunan Kalijaga menikah dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishak. Dari pernikahan tersebut, Sunan Kalijaga dikaruniai 3 (tiga) orang putra, salah satunya adalah Raden Umar Said yang di kemudian hari akan melanjutkan jejak Sunan Kalijaga yang dikenal dengan Sunan Muria.
Kondisi MasyarakatSunan Kalijaga
- Sebagai seorang wali, Sunan Kalijaga telah berubah menjadi seseorang yang memiliki tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Sunan Kalijaga berdakwah baik melalui kegiatan pemerintahan, keagamaan, maupun kesenian. Sunan Kalijaga menjadi salah satu wali yang membangun Masjid Agung Demak bersama beberapa wali yang lain.
Strategi DakwahSunan Kalijaga
Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga
Sunan Muria
Siapakah nama tokoh di samping?
Tahukah kamu mengenai kisah hidup beliau?
Biografi- Sunan Muria termasuk salah satu Wali Songo yang dilahirkan pada abad ke-15 M dan wafat pada awal abad ke-16 M dan dimakamkan di Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah.
- Nama asli Sunan Muria adalah Raden Umar Said atau Raden Prawoto.
- Sunan Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga dan Dewi Sarah binti Maulana Ishak.
- Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah yang merupakan putra Sunan Ngudung dan menjadi adik ipar dari Sunan Kudus.
Sunan Muria
Strategi Dakwah- Wilayah dakwah dan penyebaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Muria adalah di pantai utara Jepara. Sunan Muria berdakwah di sekitar wilayah Tayu, Pati, Juwana, Kudus dan lereng-lereng gunung Muria.
- Sunan Muria dikenal sebagai wali yang mahir dalam memainkan alat kesenian dan sekaligus digunakan sebagai media dakwah.
- Sunan Muria hidup pada masa kasultanan Demak yaitu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan besar di bawah kepemimpinan sultan pertama yaitu Raden Patah (1481-1518 M).
Sunan Muria
Sunan Muria
Makam Sunan Sunan Muria
Makam Sunan Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Yuk, perhatikan gambar di samping! Siapakah beliau?
Simak penjelasan di bawah ini, ya!
Biografi- Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari Wali Songo yang lahir pada tahun 1450 M dengan nama asli Syarif Hidayatullah.
- Sunan Gunung Jati adalah putra dari Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar, dari seorang ibu bernama Nyai Rara Santang.
- Jamaluddin Akbar kakek buyut dari Syarif Hidayatullah adalah seorang mubaligh besar dari Gujarat, India yang dikenal dengan Syekh Maulana Akbar. Ia merupakan keturunan Rasulullah Saw. dari jalur Husain bin Ali.
Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati
Strategi Dakwah- Sunan Gunung Jati adalah seorang wali yang memberikan banyak kontribusi untuk penyebaran agama Islam. Sunan Gunung Jati pernah mengunjungi Prabu Siliwangi, kakeknya di Kerajaan Pajajaran. Saat itu, Sunan Gunung Jati mengajak kakeknya untuk memeluk agama Islam, namun ditolak. Meskipun demikian sang kakek tidak menghalangi cucunya untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pajajaran.
- Setelah dari Pajajaran, kemudian Sunan Gunung Jati melanjutkan perjalanan dakwah ke wilayah Serang.
- Di wilayah Banten, Sunan Gunung Jati bertemu dengan Sunan Ampel, kemudian berguru kepadanya.
Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Sunan Gunung Jati
Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
Gimana teman-teman? Apakah wawasan kalian tentang Wali Songo semakin bertambah? Semoga ya!
Kira-kira apa saja hikmah dari materi ini?
Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya!
Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
Video Pembelajaran
Gimana teman-teman? Sudah membaca materi pembelajaran di slide sebelumnya? Gimana pendapatmu? Pasti dong.
Selanjutnya, kita akan menonton video terkait materi Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa). Ada 3 video yang disajikan, yuk pilih!
Video 1
Video 2
Video 3
Tugas Membuat Bagan Timeline
Ayo Mengerjakan!
Gamifikasi
Yuk, bermain untuk memudahkan kita memahami bab ini!
Soal Evaluasi
Kesan dan Pesan
Teman-teman, yuk tinggalkan kesan dan pesan setelah menggunakan media pembelajaran ini! Melalui WhatsApp atau Instagram di bawah ini ya!
Selalu semangat belajar, oke?
Informasi
Nama : Hilda Anggun Faizah Program Studi : PAI Fakultas : Tarbiyah PTS : UNUGIRI
Daftar Pustaka
Taufik, Ahmad, dan Nurwastuti Setyowati. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas X. Jakarta Pusat: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
Kisah Sunan Kalijaga - Full Movie
Syi'ir Wali Songo
Video Liputan Perjalanan Ziarah Wali Songo 2023