Want to create interactive content? It’s easy in Genially!
SEJARAH DAULAH MUGHAL
Teguh Abdurrohman Shodiq
Created on October 4, 2023
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Animated Chalkboard Presentation
View
Genial Storytale Presentation
View
Blackboard Presentation
View
Psychedelic Presentation
View
Chalkboard Presentation
View
Witchcraft Presentation
View
Sketchbook Presentation
Transcript
PERADABAN
ISLAM PADA MASA DINASTI MUGHAL
start
SUB TEMA
1. Sejarah Lahirnya Daulah Mughal
2. Strategi dan Kebijakan Daulah Mughal
3. Kemajuan Islam Pada Masa Daulah Mughal
4. Kemunduran Islam Pada Masa Daulah Mughal
5. Kesimpulan
Sejarah lahirnya daulah mughal
Kekaisaran Mughal berdiri seperempat abad setelah berdirinya Kekaisaran Safawi. Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di anak benua India. Awal mula kekuasaan Islam di India terjadi pada masa Khalifah al-Walid dari dinasti Umayyah. Penaklukan wilayah ini dilakukan oleh tentara Bani Umayyah di bawah pimpinan Muhammad bin Qasim. India yang dulunya mencakup negara India, Pakistan, dan Bangladesh masih menarik untuk dikaji. Ketiga negara ini memiliki sejarah yang sama sejak masa kolonial Barat.
Kerajaan Mughal didirikan oleh Sultan Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530 M), Sultan Zahiruddin Muhammad Babur adalah salah satu anak keturunan dari Timur Lenk pendiri Dinasti Timuriyah. Ayahnya adalah Umar Sheikh Mirza, penguasa Ferghana dan ibunya Qutlugh Nigar Khanum adalah keturunan dari Chagatai Khan (anak dari Genghis Khan).
Strategi dan kebijakan daulah mughal
1. Zahiruddin Muhammad Babur (1526 M-1530 M)2. Humayun (1530 M-1556 M) 3. Jalaluddin Muhammad Akbar (1556 M-1605 M) 4. Nuruddin Muhammad Salim/Jahangir (1605 M-1627 M) 5. Shah Jihan (1628 M-1658 M) 6. Aurangzeb (1658 M-1707 M) 7. Bahadur Shah (1707 M-1712 M)
kemajuan islam pada masa daulah mughal
KEMAjuan di bidang politik dan sosial
Puncak kejayaan Kerajaan Mughal terjadi pada masa pemerintahan Akbar Khan putra Humayun (1556-1605 M). Sistem pemerintahan Akbar bersifat militeristik. Akbar berusaha memperluas wilayahnya hingga Kashmir dan Gujarat. Pegawai negeri sipil wajib mengikuti pelatihan militer. Kebijakan Akbar yang sangat terkenal dan berhasil mempersatukan rakyatnya adalah Sulakhul atau kebijakan toleransi universal.
Dengan kebijakan ini, seluruh warga India dianggap setara. Mereka tidak didiskriminasi berdasarkan ras dan agama. Jadi, pada masa Akbar, kerajaan tidak dikuasai dengan kekerasan, menyatu dengan rakyat, bahkan pemeluk agama yang berbeda-beda pun tidak dianggap lain. Para emir dan raja Muslim yang memerintah tanah mereka dengan cara sewenang-wenang, serta maharaja Brahmana, berkat Akbar, menjadi pilar kerajaan Muslim besar di daratan India.
KEMAjuan di bidang pengetahuan dan seni
Seiring dengan kemajuan perekonomian Kerajaan Mughal pada abad ke-17 mengalami kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya. Dalam bidang ilmu kebahasaan, Akbar menilai ada tiga bahasa sebagai bahasa nasional, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa agama, bahasa Turki sebagai bahasa kaum bangsawan, dan bahasa Persia sebagai bahasa kerajaan dan sastra
Selain itu Akbar memodifikasi tiga bahasa, menambahkan bahasa Hindu dan menjadi bahasa Urdu. Dalam bidang filsafat beliau cukup progresif dan salah satu tokoh utamanya adalah Akbar, sedangkan ahli tasawuf yang terkenal pada masa itu adalah Mubarok, Abdul Faidhl dan Abul Fadl. Pada masa ini, karya seni terpenting adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik dalam bahasa Persia maupun India.
KEMAjuan di bidang ekonomi
Sektor perekonomian utama kerajaan Mughal berasal dari hasil pertanian seperti serealia, beras, kapas, nila, rempah-rempah, dan lain-lain, bahkan hasil pertanian tersebut diekspor ke negara-negara Eropa, Afrika, Arab dan Asia Tenggara, serta sebagai barang kerajinan tangan seperti kain tenun. pakaian dan kain bagus, banyak diproduksi di Gujarat dan Bengal. Bahkan untuk meningkatkan hasil produksi Jenghir mengizinkan Inggris (1611M) dan Belanda (1617M) mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian di Surat.
Kemajuan yang dicapai Akbar dapat dipertahankan oleh tiga raja berikutnya Jehangir (1605-1628), Syah Jehan (1628-1658) dan Aurangzeb (1658-1707), ketiga raja besar Mughal tersebut didukung oleh berbagai keterampilan dan kekuatan militer, namun setelah pergantian raja, kerajaan Mughal mengalami kehancuran.
kemunduran islam pada masa daulah mughal
FAKtor internal
a. Kurangnya kejelasan jalur suksesi Ketidakjelasan suksesi menimbulkan banyak konflik berkepanjangan antara anggota keluarga kerajaan. b. Pewaris takhta yang lemah Sebagian besar pewaris takhta, terutama setelah Aurangzeb, lemah dalam hal kepemimpinan.
c. Kebijakan Puritan Kebijakan Puritan Sultan Aurangzeb dan memaksa Islamisasi umat Hindu untuk mengubah India menjadi negara Islam.
FAKtor eksternal
b. Terjadilah penyerangan dari luar seperti yang dilakukan oleh Nadir Syah pada tahun 1739 M. karena mereka percaya bahwa Kerajaan Mughal telah sangat membantu para pemberontak Afghanistan di wilayah Persia. c. Munculnya kekuatan Inggris dengan adanya perusahaan dagang IEC.
a. Adanya pemberontakan yang dilakukan oleh umat Hindu dan Sikh, serta akibat dari kebijakan politik dan ekonomi para penguasa Mughal, seperti puritanisme dan perpajakan yang sangat tinggi untuk membiayai gaya hidup para penguasa yang boros dan bermewah-mewah.
KEsimpulan
Kerajaan Mughal merupakan kerajaan islam yang ada di anak benua India, mempunyai ibu kota yang bernama Delhi. Kerajaan Mughal ini merupakan salah satu peninggalan dari peradaban Islam di India. Dengan berdirinya kerajaan ini telah menjadi motivasi untuk membangkitkan kembali peradaban tua di anak benua India yang nyaris tenggelam danhilang. India merupakan tempat atau wilayah tumbuh dan berkembangnya agama Hindu,maka dengan munculnya Kerajaan Islam di India menyebabkan tenggelamnya peradabanhindu yang memang sudah lama berdiri. Hancurnya kerajaan Mughal bukan berarti tidak meninggalkan apa – apa, kerajaanMughal meninggalkan kebudayaan – kebudayaan yang sampai saat ini ada peninggalan dari kerajaan Mughal yang dapat dinikmati oleh masyarakat di dunia yaitu Taj Mahal.
Kerajaan Mughal telah berhasil membentuk sebuah kosmopolitan Islam-India daripada membentuk sebuah kultur muslim secara eksklusif. Kemajuan yang dicapai Kerajaan Mughal telah memberi inspirasi bagi perkembangan peradaban dunia baik politik, ekonomi, budaya dan sebagainya. Kemunduran suatu peradaban tidak lepas dari lemahnya kontrol dari elit penguasa, dukungan rakyat dan sistem keamanan. Karena itu masuknya kekuatan asing dengan bentuk apapun perlu diwaspadai.
anggota
anggota
NIM : 1233050114
NIM : 1233050109
Teguh abdurrohman shodiq
Aji nugraha
لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
"Bukan tanggung jawab kita untuk memenuhi ekspektasi orang lain".
"Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu".
anggota
anggota
NIM : 1233050055
NIM : 1233050042
Euis maesaroh
dea puspitasari
"Kalo orang lain bisa, kenapa saya tidak".
"Fake it till you make it".
hatur tengkyu
:)