electric fuel
injection
Start
MAIN MENU
Petunjuk Penggunaan
Profil Penulis
Kompetensi Inti dan Dasar
Tujuan Pembelajaran
Sistem EFI
Materi sistem efi
Introduksi
Jenis EFI
Konstruksi Dasar
Dasar Kerja
Electric Fuel Injection
efi
EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, maka proses pembakaran yang terjadi diruang bakar akan terjadi secara sempurna sehingga didapatkan daya motor yang optimal serta didapatkan gas buang yang ramah lingkung;an.
Electric Fuel Injection
jenis Electric Fuel Injection
Jumlah Injector
Model Penyemprotan
Deteksi Udara Masuk
Penempatan Injector
Konstruksi Dasar
Electric Fuel Injection
JUMLAH INJECTOR
single point injection
Single Point Injection System biasa disebut juga Throttle Body Injection (TBI). Sebuah injektor terletak di throttle body pada intake manifold, bensin disemprotkan ditengah-tengah intake manifold untuk menyuplai kebutuhan semua silinder
Electric Fuel Injection
JUMLAH INJECTOR
multi point injection
Multi Point Injection System mempunyai injektor pada setiap saluran masuk untuk menyuplai bensin pada masing-masing silinder. Bensin disemprotkan ke masingmasing injektor pada intake port sebelum intake valve. Oleh karena itulah digunakan istilah Multi Point (lebih dari satu lokasi/titik) Fuel Injection.
Electric Fuel Injection
PENEMPATAN INJECTOR
indirect injection
Pada indirect injection system bahan bakar disemprotkan pada saluran masuk (intake manifold). Seperti yang digunakan pada system penginjeksian mesin bensin, bensin disemprotkan tidak langsung ke dalam ruang bakar
Electric Fuel Injection
PENEMPATAN INJECTOR
direct injection
Pada direct injection system bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam ruang bakar. Sistem penginjeksian langsung ini umumnya digunakan pada sistem penginjeksian mesin diesel.
MODEL PENYEMPROTAN
Electric Fuel Injection
Secara simultan
Penyemprotan secara SIMULTAN adalah model ritme penyemprotan secara serentak pada semua silinder setiap 1 putaran poros engkol.
MODEL PENYEMPROTAN
Electric Fuel Injection
Secara grouping
Penyemprotan secara GROUPING adalah model ritme penyemprotan secara serentak pada group silinder setiap 2 putaran poros engkol ( 720 derajat poros engkol ).
MODEL PENYEMPROTAN
Electric Fuel Injection
secara sequential
Penyemprotan secara SQUENTIAL adalah model ritme penyemprotan secara individu pada setiap silinder. Penyemprotan terjadi di masing masing silinder setiap 2 putaran poros engkol ( 720 derajat poros engkol ).
Electric Fuel Injection
d-jetronic
D-Jetronic. “D” asal kata dari bahasa Jerman “DRUNK” yang berarti tekanan. Artinya banyaknya udara masuk ke intake air chamber diukur berdasarkan besarnya kevacuuman di intake manifold.
DETEKSI UDARA MASUK
Electric Fuel Injection
l-jetronic
L-Jetronic. “L” asal kata dari bahasa Jerman “LUFT” yang berarti udara. Artinya banyaknya udara yang masuk ke intake air chamber diukur berdasarkan kecepatan aliran udara yang masuk.
DETEKSI UDARA MASUK
Electric Fuel Injection
konstruksi dasar Electric Fuel Injection
Air Induction
Fuel Delivery
Electronic Control
Dasar Kerja
Electric Fuel Injection
Air induction system
Electric Fuel Injection
Air induction system
- Udara disalurkan ke dalam silinder berdasarkan kondisi keinginan pengemudi. Ketika throttle valve semakin terbuka lebar, maka udara yang menuju ke dalam silinderpun juga akan semakin banyak.
- Umumnya pada sistem EFI menggunakan dua metode pengukuran jumlah udara masuk sebagaimana telah dijelaskan; yaitu dengan mengukur kecepatan aliran udara (tipe L dengan menggunakan air flow meter) dan dengan mengukur tekanan udara di dalam intake manifold (tipe D dengan menggunakan air pressure sensor).
- Secara umum air induction system terdiri dari filter udara, air flow meter, throttle body, air intake chamber dan intake manifold (intake runner). Pada beberapa tipe tertentu juga dilengkapi dengan air valve yang mungkin letaknya menyatu dengan throttle body.
- Ketika throttle valve terbuka, udara akan terhisap masuk melewati saringan udara, melewati air flow meter (untuk tipe L EFI), melewati throttle valve, kemudian mengalir melewati air intake chamber menuju ke dalam silinder.
Electric Fuel Injection
fuel delivery system
Electric Fuel Injection
fuel delivery system
- Tekanan pada pipa pembagi akan dijaga supaya tetap oleh adanya fuel pressure regulator. Oleh sebab itulah banyaknya bensin yang disemprotkan tergantung dari lamanya injektor terbuka. Semakin banyak udara yang mengalir, semakin lama pula injector terbuka. Sebaliknya jika semakin sedikit udara yang masuk, semakin sedikit pula waktu injektor terbuka.
- Getaran-getaran tekanan bahan bakar akibat bekerjanya injektor pada beberapa tipe kendaraan tertentu juga akan diminimalkan oleh sebuah pulsation dumper.
- Sistem aliran bahan bakar pada sistem EFI terdiri dari fuel tank, fuel pump, fuel filter, fuel delivery pipe, injector, pulsation dumper, fuel pressure regulator dan fuel return pipe.
- Bensin dari tangki bensin ditekan oleh sebuah pompa bensin elektrik yang dikontrol kerjanya oleh ECM dan mengalir melewati fuel filter, menuju ke fuel delivery pipe dan dialirkan ke masing-masing injecktor. Sebuah injektor atau lebih bekerja menyemprotkan bensin yang dikontrol oleh ECM.
Electric Fuel Injection
electronic control system
Electric Fuel Injection
electronic control system
- Sistem kontrol elektronik pada sistem EFI terdiri atas sensor-sensor, sebuah Engine Control Unit (ECU) atau Engine Control Modul (ECM), aktuator-aktuator, penyuplai tegangan (baterai), wire harness dan konektor-konektor untuk menghubungkan wire harness dengan semua komponen kontrol elektronik.
- ECU/ECM akan menghitung secara akurat berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan mesin yang akan diberikan oleh injektor dengan memonitor sensor-sensor yang terdapat pada mesin.
- ECU/ECM akan mengontrol kerja injektor berdasarkan lebar/lama pulsa penginjeksian atau durasi penginjeksian untuk memberikan campuran yang sesuai dengan kondisi kerja mesin.
- Pada sistem kontrol elektronik ini, sebuah ECU/ECM yang berfungsi sebagai pusat pengontrolan system, mendapat input dari 2 sensor utama yaitu, sensor jumlah udara masuk dan sensor putaran mesin yang akan digunakan untuk menentukan basic injection volume. Selain 2 sensor tersebut ada sensor – sensor lain yang berfungsi sebagai input ECM untuk mengoreksi jumlah bensin yang disemprotkan injector.
- Pada beberapa kendaraan yang mutakhir, selain berfungsi untuk mengontrol penginjeksian bahan bakar, ECU/ECM juga berfungsi untuk mengontrol sistem pengapian, emisi bahan bakar dan sistem keamanan kendaraan.
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Electric Fuel Injection
dasar kerja
- ECU/ECM memberikan sinyal ke injektor dan mempertahankan campuran ideal berkisar antara 14,7:1 dan selalu berpatokan pada kondisi kerja mesin.
- Salah satu fungsi dari ECU/ECM adalah memberikan bahan bakar ke dalam mesin secara akurat.
- ECU/ECM menghitung Basic Injection Volume berdasarkan volume udara masuk dan putaran mesin.
- Volume penginjeksian akan berubah-ubah tergantung kondisi mesin. ECU/ECM akan memantau beberapa variable seperti: temperatur air pendingin, kecepatan mesin, sudut pembukaan throttle dan kandungan oksigen pada gas buang untuk mengoreksi jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan.
- Udara mengalir ke dalam air induction system diukur oleh air flow meter.
- Injektor terpasang pada bagian belakang dan dekat dengan katub masuk. Injektor merupakan sebuah selenoid yang dioperasikan oleh ECU/ECM.
- ECU/ECM memberikan pulsa ke injektor dengan menghubungkan atau memutuskan ground injektor.
- Jika injektor menyala, injektor akan terbuka dan bahan bakar akan disemprotkan pada saluran di bagian belakang katub masuk.
- Ketika bahan bakar disemprotkan ke dalam intake port, bahan bakar akan bercampur dengan udara dari air intake chamber dan membentuk uap pada tekanan rendah di dalam intake port.
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Electric Fuel Injection
terimakasih
Petunjuk penggunaan
Tombol bergambar "rumah" untuk kembali ke awal section
Tombol section digunakan untuk langsung mengarahkan ketujuan
Pada materi, Tombol ini berfungsi untuk kembali ke pilihan materi
dalam materi untuk melanjutkan bisa di klik atau di tap sembarang
KEMBALI KE MAIN MENU
Biografi penulis
Mohammad Fajar Maulid
Mohammad Fajar Maulid lahir di Garut pada 10 Juli 1998, yang merupakan anak ke-empat dari empat bersaudara. Beragama Islam dan bertempat tinggal di Jl. Ahmad Yani no. 953 Garut Kota Kab. Garut. Mengawali Pendidikan di SDN CIwalen II, melanjutkan Pendidikan di SMPN 3 Garut, kemudian melanjutkan Pendidikan di SMAN 11 Garut dan mengenjang bangku perguruan tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2016.
KEMBALI KE MAIN MENU
kompetensi inti dan dasar
KI-4 (Keterampilan) Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
KI-3 (Pengetahuan) Memahami,menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotifpada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KOMPETENSI DASAR3.5 Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)4.5 Merawat berkala sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)
KEMBALI KE MAIN MENU
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Setelah menggali informasi, siswa mampu menerangkan gejala kerusakan pada sistem bahan
bakar EFI.dengan benar, teliti dan santun.
- Setelah menggali informasi, siswa mampu menemukan kemungkinan kerusakan yang terjadi
pada sistem bahan bakar EFI.dengan tepat dan mandiri. S
- etelah melakukan diskusi dan memperhatikan pemaparan guru, siswa mampu menetukan
cara pemeriksaan kerusakan pada sistem bahan bakar EFI. sesuai SOP dan mandiri.
- Setelah diskusi dan menggali informasi, siswa mampu menguraikan cara perbaikan kerusakan
sistem bahan bakar EFI sesuai SOP dan mandiri.
- Setelah menggunakan scanner dan mengali informasi, siswa mampu memeriksa kerusakan
pada sistem bahan bakar EFI dengan benar, teliti dan mandiri.
- Melalui trainer mesin EFl, dan perlatan penunjang, setelah praktek siswa mampu
mempraktekkan perbaikan sistem bahan bakar EFI sesuai buku manual, teliti dan mandiri.
- Melalui trainer mesin EFl, dan perlatan penunjang, setelah praktek siswa mampu melakukan
pengecekan hasil perbaikan sistem bahan bakar EFI sesuai buku manual, teliti dan mandiri.
KEMBALI KE MAIN MENU
EFI (electric Fuel Injection)
Fajar Maulid
Created on May 22, 2023
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Smart Presentation
View
Practical Presentation
View
Essential Presentation
View
Akihabara Presentation
View
Pastel Color Presentation
View
Blackboard Presentation
View
Higher Education Presentation
Explore all templates
Transcript
electric fuel
injection
Start
MAIN MENU
Petunjuk Penggunaan
Profil Penulis
Kompetensi Inti dan Dasar
Tujuan Pembelajaran
Sistem EFI
Materi sistem efi
Introduksi
Jenis EFI
Konstruksi Dasar
Dasar Kerja
Electric Fuel Injection
efi
EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, maka proses pembakaran yang terjadi diruang bakar akan terjadi secara sempurna sehingga didapatkan daya motor yang optimal serta didapatkan gas buang yang ramah lingkung;an.
Electric Fuel Injection
jenis Electric Fuel Injection
Jumlah Injector
Model Penyemprotan
Deteksi Udara Masuk
Penempatan Injector
Konstruksi Dasar
Electric Fuel Injection
JUMLAH INJECTOR
single point injection
Single Point Injection System biasa disebut juga Throttle Body Injection (TBI). Sebuah injektor terletak di throttle body pada intake manifold, bensin disemprotkan ditengah-tengah intake manifold untuk menyuplai kebutuhan semua silinder
Electric Fuel Injection
JUMLAH INJECTOR
multi point injection
Multi Point Injection System mempunyai injektor pada setiap saluran masuk untuk menyuplai bensin pada masing-masing silinder. Bensin disemprotkan ke masingmasing injektor pada intake port sebelum intake valve. Oleh karena itulah digunakan istilah Multi Point (lebih dari satu lokasi/titik) Fuel Injection.
Electric Fuel Injection
PENEMPATAN INJECTOR
indirect injection
Pada indirect injection system bahan bakar disemprotkan pada saluran masuk (intake manifold). Seperti yang digunakan pada system penginjeksian mesin bensin, bensin disemprotkan tidak langsung ke dalam ruang bakar
Electric Fuel Injection
PENEMPATAN INJECTOR
direct injection
Pada direct injection system bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam ruang bakar. Sistem penginjeksian langsung ini umumnya digunakan pada sistem penginjeksian mesin diesel.
MODEL PENYEMPROTAN
Electric Fuel Injection
Secara simultan
Penyemprotan secara SIMULTAN adalah model ritme penyemprotan secara serentak pada semua silinder setiap 1 putaran poros engkol.
MODEL PENYEMPROTAN
Electric Fuel Injection
Secara grouping
Penyemprotan secara GROUPING adalah model ritme penyemprotan secara serentak pada group silinder setiap 2 putaran poros engkol ( 720 derajat poros engkol ).
MODEL PENYEMPROTAN
Electric Fuel Injection
secara sequential
Penyemprotan secara SQUENTIAL adalah model ritme penyemprotan secara individu pada setiap silinder. Penyemprotan terjadi di masing masing silinder setiap 2 putaran poros engkol ( 720 derajat poros engkol ).
Electric Fuel Injection
d-jetronic
D-Jetronic. “D” asal kata dari bahasa Jerman “DRUNK” yang berarti tekanan. Artinya banyaknya udara masuk ke intake air chamber diukur berdasarkan besarnya kevacuuman di intake manifold.
DETEKSI UDARA MASUK
Electric Fuel Injection
l-jetronic
L-Jetronic. “L” asal kata dari bahasa Jerman “LUFT” yang berarti udara. Artinya banyaknya udara yang masuk ke intake air chamber diukur berdasarkan kecepatan aliran udara yang masuk.
DETEKSI UDARA MASUK
Electric Fuel Injection
konstruksi dasar Electric Fuel Injection
Air Induction
Fuel Delivery
Electronic Control
Dasar Kerja
Electric Fuel Injection
Air induction system
Electric Fuel Injection
Air induction system
Electric Fuel Injection
fuel delivery system
Electric Fuel Injection
fuel delivery system
Electric Fuel Injection
electronic control system
Electric Fuel Injection
electronic control system
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Electric Fuel Injection
dasar kerja
Motor Presentation
dasar kerja
Sistem EFI
Electric Fuel Injection
terimakasih
Petunjuk penggunaan
Tombol bergambar "rumah" untuk kembali ke awal section
Tombol section digunakan untuk langsung mengarahkan ketujuan
Pada materi, Tombol ini berfungsi untuk kembali ke pilihan materi
dalam materi untuk melanjutkan bisa di klik atau di tap sembarang
KEMBALI KE MAIN MENU
Biografi penulis
Mohammad Fajar Maulid
Mohammad Fajar Maulid lahir di Garut pada 10 Juli 1998, yang merupakan anak ke-empat dari empat bersaudara. Beragama Islam dan bertempat tinggal di Jl. Ahmad Yani no. 953 Garut Kota Kab. Garut. Mengawali Pendidikan di SDN CIwalen II, melanjutkan Pendidikan di SMPN 3 Garut, kemudian melanjutkan Pendidikan di SMAN 11 Garut dan mengenjang bangku perguruan tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2016.
KEMBALI KE MAIN MENU
kompetensi inti dan dasar
KI-4 (Keterampilan) Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
KI-3 (Pengetahuan) Memahami,menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotifpada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KOMPETENSI DASAR3.5 Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)4.5 Merawat berkala sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)
KEMBALI KE MAIN MENU
TUJUAN PEMBELAJARAN
KEMBALI KE MAIN MENU