LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Basic Shapes
UNTUK GURU
Presentation
LARUTAN PENYANGGA
KELAS XI SMA/MA
Oleh Tarisa Ayu Rahmadani
Daftar Isi
Alur Belajar
Petunjuk Penggunaan
Identitas Mata Pelajaran
Mind Map
Kegiatan Belajar 1
Kegiatan Belajar 2
Kegiatan Belajar 3
Kegiatan Belajar 4
Kegiatan Belajar 5
Kegiatan Belajar 6
Identitas Penulis
ALUR BELAJAR
Ikutilah langkah-langkah belajar sebagai berikut.
- Guru dapat membagikan E-LKPD ini berupa link html atau file pdf.
- Kegiatan belajar dapat dikerjakan secara urut dan bertahap mulai dari Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 2, Kegiatan Belajar 3, dan seterusnya. Guru mengkondisikan dan membantu siswa dalam mengerjakan E-LKPD.
- Terdapat latihan soal dalam E-LKPD dan game edukasi yang dapat dikerjakan secara berkelompok.
- Langkah pembelajaran terdiri dari orientasi - ekspolarasi - eksplanasi - aplikasi - kesimpulan. Guru mengarahkan siswa mengikuti setiap kegiatan pembelajaran.
- Siswa mengerjakan setiap pertanyaan ntuk mengasah pemahamanmu terhadap materi yang dipelajari. Tulislah jawabanmu dalam buku tulis kemudian scan dan upload jawabanmu pada link google drive. Guru dapat menilai hasil pekerjaan siswa dan mengumumkan hasilnya.
- Jika dalam mengerjakan soal E-LKPD belum memenuhi KKM (KKM = 80) maka siswa dapat mempelajari kembali materi kemudian guru dapat memberikan tes untuk menguji kemampuan siswa.
- Belajar dengan menggunakan E-LKPD ini dapat dilaksanakan pada
pembelajaran di sekolah maupun pembelajaran secara mandiri di rumah.
- Guru dapat mengarahkan siswa untuk mempelajari referensi yang lain pada internet atau media pembelajaran lainnya untuk menunjang pemahaman siswa mengenai materi Larutan Penyangga.
PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKPD
Bagian ini merupakan Daftar Isi yang menujukkan isi dari E-LKPD ini. Tekan untuk menuju menu yang kamu pilih.
Bagian ini merupakan Identitas Mata Pelajaran yang berisi kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
Bagian ini merupakan tahap Orientasi yang berisi pengenalan materi larutan penyangga.
Bagian ini merupakan tahap Ekspolarasi berisi uraian aktivitas yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berkelompok
PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKPD
Bagian ini merupakan tahap pembentukan konsep yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan pada buku catatan.
Bagian ini merupakan tahap Aplikasi yang game edukasi ular tangga yang berisi latihan soal penarapan konsep yang telah dipelajari.
Bagian ini merupakan tahap kesimpulan, peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Tekan tombol ini untuk menuju halaman selanjutnya
Tekan tombol ini untuk memulai game ular tangga.
Play
Tekan tombol ini menu yang ingin kamu tuju
Tekan tombol ini kembali ke daftar isi.
Menu
Identitas Mata Pelajaran
KOMPETENSI INTI
KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab,
responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai
dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah,
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan kawasan internasional”. KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga
dalam tubuh makhluk hidup 4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.12.1 Mendefinisikan larutan penyangga.
3.12.2 Menganalisis larutan penyangga dan bukan larutan penyangga melalui data hasil percobaan
3.12.3 Menjelaskan macam-macam larutan penyangga.
3.12.4 Menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga.
3.12.5 Menghitung pH larutan penyangga
3.12.6 Membandingkan pH awal larutan penyangga dengan pH akhir larutan penyangga setelah penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran.
3.12.7 Membuat poster mengenai peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidaup dan kehidupan sehari-hari.
4.12.1 Menjelaskan cara membuat larutan penyangga
Menu
Mind Map
Menu
KEGIATAN PEMBELAJARAN
01
Tujuan Pembelajaran - Mendefinisikan larutan penyangga
- Menganalisis larutan penyangga dan bukan larutan penyangga melalui data hasil percobaan
Menu
TAHUKAH KAMU?
ORIENTASI
Tubuh manusia harus bisa mempertahankan derajat keasamannya (pH) agar bisa menjalankan fungsinya serta tidak membahayakan kesehatan. pH tubuh manusia sangat beragam dari satu cairan ke cairan lainnya. Comtohnya pH darah sekilat 7,4 sedangkan pH lambung sekitar 1,5. Dalam cairan lambung terdapat larutan penyangga untuk mempertahankan pH lambung agar tetap stabil. Salah satu contohnya adalah campuran ion bikarbonat (HCO3-) dan ion karbonat (CO32-) yang dapat mencegah perubahan pH drastis pada lambung. Oleh karena itu, kerusakan lambung akibat pH makanan berubah-ubah dapat dicegah.
Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa larutan penyangga berperan penting dalam tubuh.
- Mengapa campuran ion bikarbonat (HCO3-) dan ion karbonat (CO32-) disebut sebagai larutan penyangga ?
- Apakah semua larutan dapat disebut sebagai larutan penyangga?
- Bagaimana karakteristik larutan penyangga?
Agar kamu dapat menjawab pertanyaan di atas dengan baik, lakukan kegiatan pada tahap eksplorasi sebagai berikut.
Eksplorasi
Tujuan: Mempelajari perbedaan antara perubahan pH larutan buffer dan bukan larutan buffer karena penambahan sedikit asam, basa atau pengenceran
Alat dan Bahan
Alat: - Gelas ukur 25 ml
- Erlenmeyer 100 ml
- Pipet Tetes
- Corong
Bahan:- Larutan CH3COOH 0,1 M
- Larutan CH3COONa 0,1 M
- Larutan NaOH 0,1M
- Larutan HCl 0,1 M
- Larutan NaCl 0,1 M
- Akuades
Indikator Universal
Langkah Kerja
- Campurkan 15 ml larutan CH3COOH 0,1 M dengan 15 ml larutan CH3COONa 0,1 M. kemudian, ukurlah pH campuran dengan menggunakan indikator universal dan catat hasilnya.
Lanjutan . . .
- Bagi larutan pada prosedur (1) kedalam 3 gelas kimia masing-masing 10 ml. berilah nomor 1, 2, dan 3 pada gelas kimia itu.
- Tambahkan 1 ml HCl 0,1 M pada gelas kimia 1. Ukur pH.
- Tambahkan lagi 2 ml HCl 0,1 M pada gelas kimia 1. Ukur pH.
- Tambahkan lagi 2 ml HCl 0,1 M pada gelas kimia 1. Ukur pH
- Ulangi langkah 1-3 untuk gelas kimia 2, tetapi larutan HCl diganti larutan NaOH 0,1 M. Ukur pH
- Ulangi langkah 1-3 untuk gelas kimia 3, tetapi larutan HCl diganti aquadest. Ukurlah pH
- Campurkan 15 ml larutan HCL 0,1 M dengan 15 ml larutan NaCl 0,1 M. kemudian, ukurlah pH campuran dengan menggunakan indikator universal dan catat hasilnya.
- Ulangi langkah 2-7, namun larutan diganti dengan NaCl 0,1 M.
- Catat data hasil praktikum yang kamu peroleh
Kamu juga bisa menggunakan Virtual Laboratory berikut apabila praktikum secara langsung tidak dapat dilakukan
PETUNJUK
Data Pengamatan
Pembentukan Konsep
Apakah terjadi perubahan pH yang signifikan ketika larutan 1 ditambahkan asam, basa, atau pengenceran?Tidak
Apakah terjadi perubahan pH yang signifikan ketika larutan 2 ditambahkan asam, basa, atau pengenceran? Ya
Diantara larutan 1 dan larutan 2, manakah yang merupakan larutan penyangga dan bukan penyangga? Larutan 1 merupakan larutan penyangga sedangkan larutan 2 bukan larutan penyangga.
32
Mengapa larutan tersebut digolongkan menjadi larutan penyangga dan bukan penyangga? Hal tersebut dikarenakan larutan 1 yang terdiri dari asam lemah dan basa konjugasi (garamnya) dapat mempertahankan pH dengan penambahan asam, basa atau pengenceran. Sedangkan larutan 2 tidak dapat mempertahankan pH dengan penambahan asam, basa, atau pengenceran.
Disajikan data percobaan sebagai berikut: Diantara larutan tersebut, tentukan larutan yang bersifat penyangga dan bukan penyangga yaitu Larutan penyangga : larutan 1 dan Bukan larutan penyangga : larutan 2, 3, 5, dan 6. Tulislah larutan yang bersifat penyangga dalam tabel berikut.
Apakah kamu dapat menyimpulkan definisi larutan penyangga? Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, atau pengenceran.
Aplikasi
Secara berkelompok, susun laporan percobaan tentang larutan penyangga berdasarkan hasil percobaanmu. Susun berdasarkan format, sebagai berikut :
- Cover (judul percobaan, kelas, nama dan no absen)
- Dasar teori
- Alat dan bahan
- Prosedur percobaan
- Data hasil percobaan
- Pembahasan
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Definisi larutan penyangga :
Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, atau pengenceran.
- Ciri- ciri larutan penyangga :
- Larutan penyangga terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya. - Larutan penyangga dapat mempertahankan pH dengan penambahan asam, basa, atau pengenceran.
- Ciri-ciri bukan larutan penyangga :
Larutan yang tidak dapat dapat mempertahankan pH atau mengalami perubahan pH yang signifikan dengan penambahan asam, basa, atau pengenceran merupakan bukan larutan penyangga.
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
Basic Shapes
KEGIATAN PEMBELAJARAN
02
Presentation
Tujuan Pembelajaran:1. Menjelaskan macam-macam larutan penyangga 2. Menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga
Menu
Orientasi
Bacalah uraian berikut ini.
Seorang siswa ingin mengetahui perbedaan larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Praktikan tersebut menguji perbedaan pH awal 2 larutan penyangga yang terdiri asam lemah dan basa konjugasi (garam) dan larutan penyangga yang terdiri dari basa lemah dan asam konjugasi (garam) dengan pH akhir tiap larutan ditambah dengan asam, basa atau pengenceran. Siswa tersebut mendapatkan data hasil percobaan sebagai berikut:
Larutan 2
Larutan 1
10 mL CH3COOH 0,1 M + 10 mLCH3COONa 0,1 MpH awal = 3,40
20 mL NH3 0,1 M + 10 mL NH4Cl 0,1 M pH awal = 8,56
H2O
HCl
NaOH
H2O
HCl
NaOH
pH akhir = 3,52
pH akhir = 3,40
pH akhir = 3,27
pH akhir = 8,65
pH akhir = 8,56
pH akhir = 8,47
Berdasarkan hasil percobaan tersebut.1. Mengapa larutan 1 dapat mempertahankan pH larutan tetap asam? 2. Mengapa laruran 2 dapat mempertahankan pH larutan tetap basa? 3. Mengapa pengenceran tidak mempengaruhi pH larutan?Untuk menjawab pertanyaan ini, lakukan kegiatan pada tahap eksplorasi berikut.
Eksplorasi
Yuk amati dan catat hal penting dalam video berikut.
Pembentukan konsep
Tugas
Manakah diantara kedua larutan penyangga yang merupakan larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa? Larutan 1 merupakan larutan penyangga asam sedangkan larutan 2 merupakan larutan penyangga basa.
Mengapa larutan tersebut dapat digolongkan menjadi larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa?
- Larutan penyangga asam terdiri dari asam lemah dan basa konjugasi (garam) dan dapat mempertahankan pH agar tetap asam ketika ditambahkan sedikit asam, basa, atau pengenceran.
- Larutan penyangga basa terdiri dari basa lemah dan asam konjugasi (garam) dan dapat mempertahankan pH agar tetap basa ketika ditambahkan sedikit asam, basa, atau pengenceran
32
Bagaimana persamaan reaksi kimia larutan penyangga ketika mencapai kesetimbangan? Larutan Penyangga asam: larutan penyangga basa:
Bagaimana reaksi kimia kedua larutan tersebut ketika ditambahkan HCl? Larutan penyangga asam: Larutan penyangga basa:
Bagaimana reaksi kimia kedua larutan tersebut ketika ditambahkan NaOH? Larutan penyangga asam: Larutan penyangga basa:
Mengapa pH larutan penyangga tidak mengalami perubahan ketika ditambahkan air?Pengenceran tidak memengaruhi harga pH larutan penyangga. Harga pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh harga pKa, dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi. Sementara itu, nilai Ka atau pKa, dari asam lemah tidak bergantung pada konsentrasi asam, tetapi bergantung pada suhu
Lanjutan . . .
Oleh karenanya, pengenceran larutan penyangga tidak mengubah harga pKa Konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi akan berubah jika volume larutan berubah. Hal ini karena konsentrasi bergantung pada volume total larutan. Pengenceran larutan akan mengubah semua konsentrasi spesi yang ada dalam larutan. Namun, perubahan konsentrasi terjadi pada semua spesi. Oleh karenanya, perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi atau perbandingan spesi tidak berubah sehingga pH larutan tetap.
Bagaimana prinsip kerja larutan penyangga asam ketika ditambahkan asam, basa, dan air? Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung basa kunjugasi) membentuk asam lemah dan garam (bersifat netral). Dengan demikian, pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garam dan air sehingga pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.
Bagaimana prinsip kerja larutan penyangga basa ketika ditambahkan asam, basa, dan air? Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung basa kunjugasi) membentuk asam lemah dan garam (bersifat netral). Dengan demikian, pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garam dan air sehingga pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.
Aplikasi
Yuk asah pemahamanmu terkait macam dan prinsip kerja larutan penyangga dengan mengikuti game edukasi ular tangga. Mainkan game ular tangga dengan menekan tombol “play” atau tekan gambar ular tangga. Sebelum memainkan game edukasi ular tangga baca petunjuk permainan.
Play
kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
1. Larutan penyangga asam2. Larutan penyangga basa
- Prinsip kerja larutan penyangga asam ketika ditambahkan asam, basa, atau pengenceran
Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung basa kunjugasi) membentuk asam lemah dan garam (bersifat netral). Dengan demikian, pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garam dan air sehingga pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.
- Prinsip kerja larutan penyangga basa ketika ditambahkan asam, basa, atau pengenceran
Jika ke dalam larutan penyangga basa ditambahkan asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan basa lemah membentuk garam dan air. Sementara itu, jika ke dalam larutan penyangga basa ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung asam konjugasi) membentuk basa lemah dan garam (bersifat netral).
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN
03
Tujuan Pembelajaran:
- Menghitung pH larutan penyangga
- Menjelaskan cara membuat larutan penyangga dengan pH tertentu.
Menu
Orientasi
Tahukah kamu ?
Dalam bidang industri makanan larutan penyangga digunakan sebagai pengawet. Larutan penyangga berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman atau pH. jika pH terjaga produk makanan tersebut tidak mudah rusak oleh bakteri. Misalnya asam sitrat dan natrium sitrat. Kedua zat tersebut merupakan larutan penyangga yang biasa ditambahkan pada buah-buahan yang dikalengkan. Selain itu asam sitrat juga biasa digunakan untuk mengatur tingkat keasaman pada produk air susu selai dan jelly. Selain dalam bidang industri makanan larutan penyangga juga digunakan pada bidang yang lain. Misalkan pada bidang kimia analisis, biokimia, bakteriologi, obat-obatan (Farmasi), fotografi, industri kulit, zat warna, pertanian, dan pengolahan limbah industri. Rentang pH tertentu yang sempit diperlukan untuk mencapai hasil optium dalam berbagai bidang tersebut. Misal suatu Enzim dapat bekerja pada pH tertentu dan sangat sensitif terhadap perubahan pH. Larutan penyangga berperan dalam berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kita akan membuat larutan penyangga dengan pH tertentu, bagaimana cara membuatnya? Lalu apabila membuat larutan penyangga dengan mencampurkan larutan dengan volume dan konsentrasi tertentu, bagaimana menentukan pH larutan penyangga tersebut?
Eksplorasi
Larutan penyangga asam
Larutan penyangga asam dapat dibuat dengan:
- Mencampurkan asam lemah dengan basa konjugasi (garam) Misalnya: larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 mL larutan HCOOH 0,5 M dengan 50 mL HCOONa 0,5 M.
- Mencampurkan asam lemah berlebih dengan basa kuat Misalnya: larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 50 mL HNO2 0,5 M dengan 50 mL KOH 0,1 M.
Dalam larutan penyangga yang bersifat asam, asam lemah (HX) dan basa konjugasi (X-) dari garam merupakan komponen yang lebih dominan X- dari asam lemah (HX) diabaikan). Dalam hal ini terjadi kesetimbagan sebagai berikut:
Lanjutan . . .
HX(aq) ⇌ H+(aq) + X-(aq)
Berdasarkan persamaan tersebut, konsentrasi ion H+ dalam larutan penyangga asam dapat ditentukan dengan rumus berikut.
Jika konsentrasi basa konjugasi sama dengan garam maka:
Jika konsentrasi basa konjugasi atau anion garam berjumlah n, konsentrasi basa konjugasi menjadi n kali konsentrasi garam [G]. Dengan demikian
Misalhnya: (CH3COO)2Ca memiliki konsentrasi basa konjugasi berjumlah 2
Larutan penyangga basa
Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan:
- Mencampurkan basa lemah dengan asam konjugasi (garam) Misalnya: larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 mL larutan NH3 0,5 M dengan 50 mL NH4Cl 0,5 M.
- Mencampurkan basa lemah berlebih dengan asam kuat Misalnya: larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 50 mL NH3 0,5 M dengan 50 mL H2SO4 0,1 M.
Pada larutan penyangga basa juga terjadi reaksi kesetimbangan yaitu reaksi kesetimbangan antara basa lemah dan asam konjugasinya. Persamaan reaksi kesetimbangan tersebut yaitu Berdasarkan persamaan tersebut, konsentrasi ion OH- dalam larutan penyangga basa dapat ditentukan dengan rumus berikut.
MOH(aq) ⇌ M+(aq) + OH-(aq)
Jika konsentrasi asam konjugasi sama dengan garam maka:
Jika konsentrasi asam konjugasi atau kation garam berjumlah n, konsentrasi basa konjugasi menjadi n kali konsentrasi garam [G]. Dengan demikian
Misalnya: (NH4)2SO4 memiliki konsentrasi basa konjugasi berjumlah 2
Lanjutan . . .
Ayo Diskusikan !
Dibuat larutan dengan cara sebagai berikut.
(NH4)2SO4(aq)
NaCl(aq)
NaF(aq)
HF(aq)
NH3(aq)
HCl(aq)
Cara 3
Cara 2
Cara 1
- Dari ketiga larutan tersebut, tentukan larutan yang dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa ...
- Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam?
- Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa?
Dibuat larutan dengan cara sebagai berikut.
100 mL HF 0,2 M
100 mL HF 0,2 M
50 mL
NH3 0,2 M
50 mL HBr 0,1 M
50 mL NaOH 0,1 M
100 mL NaOH 0,2 M
Cara 2
Cara 1
Cara 3
- Dari ketiga larutan tersebut, tentukan larutan yang dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa ...
- Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam?
- Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa?
Dicampurkan 5 mL CH3COOH 0,01 M dan 5 mL larutan CH3COONa 0,01 M. Diketahui Ka CH3COOH = 1 X 10-5. pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Dicampurkan 5ml Larutan NH4Cl 0,02 M + 5ml Larutan NH4OH 0,04 M. Diketahui Kb NH4OH = 1 X 10-5. pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Dicampurkan 100 ml larutan NH3 0,2M + 50 ml larutan H2SO4 0,1M. Diketahui Kb NH3 = 2×10-5. pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Dicampurkan 150 ml larutan KOH 0,1M + 150 ml larutan HF 0,2M. Diketahui Ka HF =1x10-5 . pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Sebanyak 200 mL larutan HF 0,2 M (Ka = 1 × 10-6) dicampur dengan 200 mL larutan KOH mempunyai pH sebesar 5. Konsentrasi larutan KOH dalam larutan tersebut adalah ...
Pembentukan Konsep
Ayo Diskusikan !
Dari ketiga larutan tersebut, tentukan larutan yang dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa ...
Larutan penyangga asam ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 1, sedangkan larutan penyangga basa ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 2. Cara 1 dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam karena karena pembentukan larutan penyangga asam terdiri dari HF (asam lemah) dan NaF (garam). Garam yang dimasukkan dalam air menghasilkan Na+ (dari basa kuat) dan F- (basa konjugasi dari asam lemah). Cara 2 dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa karena pembentukan larutan penyangga basa terdiri dari NH3 (basa lemah) dan (NH4)2SO4 (garam). Garam yang dimasukkan dalam air menghasilkan NH4+ (asam konjugasi dari basa lemah) dan SO42- (dari asam kuat).
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam?
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa?
Dari ketiga larutan tersebut, tentukan larutan yang dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa ...
Larutan penyangga asam ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 3, sedangkan larutan penyangga basa ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 1. Hal tersebut karena penambahan basa kuat (NaOH) dan asam lemah berlebih (HF) dapat menghasilkan larutan penyangga asam. Karena penambahan asam kuat (HBr) dan basa lemah berlebih (NH3) dapat menghasilkan larutan penyangga basa.
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam?
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa?
Aplikasi
Yuk asah pemahamanmu terkait macam dan prinsip kerja larutan penyangga dengan mengikuti game edukasi ular tangga. Mainkan game ular tangga dengan menekan tombol “play” atau tekan gambar ular tangga. Sebelum memainkan game edukasi ular tangga baca petunjuk permainan.
Play
kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Cara menghitung pH larutan penyangga asam
Dengan menggunakan rumus :
- Cara menghtung pH larutan penyangga basa
Dengan menggunakan rumus :
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Basic Shapes
04
Presentation
Tujuan Pembelajaran
- Membandingkan pH awal larutan penyangga dengan pH akhir larutan penyangga setelah penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran.
Menu
Orientasi
Orientasi
Tahukah kamu?
Kebiasaan meniup terlebih dahulu makanan atau minuman panas sebelum mengonsumsinya dapat membahayakan kesehatan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, pada saat bernapas tubuh menghirup gas O₂, dan mengeluarkan gas CO2. Sementara itu, makanan atau minuman panas menghasilkan uap air (H2O). Jika makanan atau minuman panas tersebut ditiup. gas CO₂ yang dikeluarkan tubuh akan bereaksi dengan uap air.
Berikut reaksinya.
CO2 + H2O ⇌ H2CO3
(Dari pernapasan) (dari makanan atau minuman panas)
H2CO3 merupakan senyawa yang telah ada di dalam tubuh dan berfungsi mengatur pH darah. Di dalam darah, terdapat larutan penyangga yang berperan menjaga pH darah tetap berkisar 7,35-7,45 yaitu senyawa H2CO3 dan ion HCO3-. Senyawa H2CO3, hasil reaksi di atas dapat mengakibatkan jumlah H2CO3, dalam darah bertambah sehingga tingkat keasaman darah meningkat (terjadi penurunan pH) dan tubuh mengalami asidosis. Jika kebiasaan meniup makanan atau minuman panas dilakukan secara terus-menerus, kerja tubuh akan semakin berat untuk menyeimbangkan pH dalam darah dan kondisi asidosis akan semakin memburuk. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan munculnya rasa kelelahan yang luar biasa, rasa kantuk, sering mual, dan mengalami kebingungan. Oleh karena itu, biasakan tidak meniup makanan atau minuman panas untuk menjaga kesehatan Anda.
Berdasarkan uraian diatas dapatkah kamu mengetahui
- Bagaimana menentukan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran?
- Bagaimana persamaan reaksi kimia larutan penyangga ketika ditambahkan asam atau basa?
- Bagaimana menentukan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran?
- Bagaimana perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lakukanlah kegiatan selanjutnya.
Eksplorasi
Ingatkah kamu ?
Larutan penyangga dapat mempertahankan pH dari pengaruh penambahan sedikit asam, basa atau pengenceran. pH awal larutan penyangga dengan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan sedikit asam atau basa akan terdapat sedikit perbedaan. Bagaimana menentukan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan asam atau basa? Untuk itu pahami uraian berikut.
Seorang laboran kimia memiliki larutan penyangga yang dibuat dengan cara mencampurkan 100 mL larutan CH3COOH 0,2 M (Ka CH3COOH = 10-5 ) dan 100 mL CH3COONa 0,1 M. Selanjutnya laboran tersebut menambahkan 10 mL HCl 0,1 M atau 10 mL NaOH 0,1 M.
- Tentukanlah pH awal larutan penyangga sebelum penambahan asam, basa, atau pengenceran…
- Tentukanlah pH akhir larutan penyangga setelah ditambahkan asam …
- Tentukanlah pH akhir larutan penyangga setelah ditambahkan basa …
- Bagaimana perubahan pH larutan ketika diencerkan?
- Bagaimana perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran ?
Untuk menjawab soal permasalahan tersebut, ikuti langkah dibawah ini
Lanjutan . . .
d. Pengenceran
Berdasasarkan persamaan Henderson – Hasselbalch: Dapat ditentukan bahwa pengenceran tidak memengaruhi harga pH larutan penyangga. Harga pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh harga pK dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi. Sementara itu, nilai K, atau pK dari asam lemah tidak bergantung pada konsentrasi asam, tetapi bergantung pada suhu. Oleh karenanya, perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi atau perbandingan spesi tidak berubah sehingga pH larutan tetap.
e. Perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran adalahPada keadaan awal diperoleh nilai pH awal sebesar 4,69 dan setelah penambahan 100 mL HCl 0,1 M diperoleh nilai pH akhir sebesar 4,63. Selain itu, setelah penambahan 10 mL NaOH 0,1 M diperoleh pH akhir 4,76 . Hal ini menunjukkan bahwa penambahan HCl hanya sedikit menurunkan pH dan penambahan NaOH hanya sedikit menaikkan pH, sehingga dapat dikatakan bahwa larutan penyangga memiliki kemampuan untuk mempertahankan sedikit perubahan nilai pH setelah ditambahkan asam kuat maupun basa kuat.
PembentukanKonsep
Ayo diskusikan dengan teman kelompokmu.
Larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 mL larutan NH3 1 M dengan 100 mL NH4Cl 0,5 M. Selanjutnya ditambahkan 10 mL HCl 0,1 M atau 10 mL NaOH 0,1 M
Berapakah mol NH3 dan NH4Cl sebelum penambahan HCl dan NaOH?
Berapakah pH awal larutan penyangga tersebut sebelum penambahan asam atau basa ?
Lanjutan . . .
Bagaimana reaksi kimia larutan penyangga tersebut ketika ditambahkan HCl?
Berapakah pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan HCl ?
Bagaimana reaksi kimia larutan penyangga tersebut ketika ditambahkan NaOH?
Berapakah pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan NaOH?
Bagaimana perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran?
Pada keadaan awal diperoleh nilai pH awal sebesar 9,30 dan setelah penambahan 100 mL HCl 0,1 M diperoleh nilai pH akhir sebesar 9,27. Selain itu, setelah penambahan 10 mL NaOH 0,1 M diperoleh pH akhir 9,32. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan HCl hanya sedikit menurunkan pH dan penambahan NaOH hanya sedikit menaikkan pH, sehingga dapat dikatakan bahwa larutan penyangga memiliki kemampuan untuk mempertahankan sedikit perubahan nilai pH setelah ditambahkan asam kuat maupun basa kuat.
Aplikasi
Yuk asah pemahamanmu terkait larutan penyangga dengan mengikuti game edukasi ular tangga ini. Mainkan game ular tangga dengan menekan tombol “play” atau pilih gambar ular tangga. Sebelum memainkan game edukasi ular tangga baca petunjuk permainan.
Play
Play
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Tahapan penentuan pH larutan penyangga asam setelah penambahan asam atau basa:
- Menentukan mol larutan penyangga- Menentukan reaksi kimia larutan penyangga asam dengan penambahan asam atau basa- Menghitung konsentrasi H+ kemudian menghitung pHnya dengan cara:
- Tahapan penentuan pH larutan penyangga basa setelah penambahan asam atau basa.
- Menentukan mol larutan penyangga- Menentukan reaksi kimia larutan penyangga basa dengan penambahan asam atau basa- Menghitung konsentrasi OH- kemudian menghitung pHnya dengan cara :
- Pengaruh pengenceran terhadap pH larutan
Pengenceran tidak memengaruhi harga pH larutan penyangga. Harga pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh harga pK dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi.
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN
05
Tujuan Pembelajaran
- Membuat poster mengenai peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari.
Menu
Orientasi
Larutan penyangga secara alami terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Di dalam tubuh makhluk hidup, terjadi berbagai jenis reaksi kimia yang berlangsung pada kondisi (pH) tertentu. Apabila pH reaksi kimia tersebut sedikit berubah, larutan penyangga yang ada di dalam tubuh masih mampu untuk menyeimbangkan pH agar kembali seperti semula (pH optimumnya). Amati video berikut.
Berdasarkan video tersebut.
- Apakah peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup? _____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
- Bagaimana hemoglobin mempertahankan pH dalam darah?_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
- Apakah terdapat peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari selain pada video tersebut? Ya
Larutan penyangga menjaga PH darah selalu konstan saat proses metabolisme berlangsung. Larutan penyangga yang berperan dalam tubuh manusia yaitu hemoglobin yang dapat menjaga pH darah tetap terkontrol.
Eksplorasi
Carilah informasi dari berbagai media, seperti artikel, buku, dan internet tentang peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari. Bacalah dengan cermat dan teliti informasi yang telah anda peroleh. Berdasarkan hasil penulusanmu, buatlah poster yang berisi peran larutan penyangga.
PembentukanKonsep
Untuk mempermudah membuat poster, lengkapilah pernyataan berikut.
Aplikasi
Secara berkelompok, susun hasil penelusuran terkait peran larutan penyangga. Setelah itu, buatlah poster tentang peran larutan penyangga. Presentasikan postermu di depan kelas.
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari hari
- Peran larutan penyangga dalam kehidupan sehari hari
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN 6 EVALUASI
Menu
EVALUASI
EVALUASI
EVALUASI
EVALUASI
EVALUASI
IDENTITAS PENYUSUN
Penulis bernama lengkap Tarisa Ayu Rahmadani, tempat lahir Madiun, 3 Desember 2000. Penulis merupakan mahasiswa dengan program studi S1 Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Malang angkatan 2019. Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) ini merupakan hasil pengembangan untuk memenuhi syarat kelulusan skripsi dengan dosen pembimbing Drs. H. Ridwan Joharmawan, M. Si Penulis berharap E-LKPD ini dapat bermanfaat bagi peserta didik untuk membantu memahami konsep larutan penyangga. Selain itu penulis berharap agar peserta didik semakin semangat belajar kimia.
Menu
E-LKPD GURU LARUTAN PENYANGGA
Tarisa Ayu Rahmadani
Created on April 13, 2023
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Smart Presentation
View
Practical Presentation
View
Essential Presentation
View
Akihabara Presentation
View
Pastel Color Presentation
View
Visual Presentation
View
Relaxing Presentation
Explore all templates
Transcript
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Basic Shapes
UNTUK GURU
Presentation
LARUTAN PENYANGGA
KELAS XI SMA/MA
Oleh Tarisa Ayu Rahmadani
Daftar Isi
Alur Belajar
Petunjuk Penggunaan
Identitas Mata Pelajaran
Mind Map
Kegiatan Belajar 1
Kegiatan Belajar 2
Kegiatan Belajar 3
Kegiatan Belajar 4
Kegiatan Belajar 5
Kegiatan Belajar 6
Identitas Penulis
ALUR BELAJAR
Ikutilah langkah-langkah belajar sebagai berikut.
PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKPD
Bagian ini merupakan Daftar Isi yang menujukkan isi dari E-LKPD ini. Tekan untuk menuju menu yang kamu pilih.
Bagian ini merupakan Identitas Mata Pelajaran yang berisi kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
Bagian ini merupakan tahap Orientasi yang berisi pengenalan materi larutan penyangga.
Bagian ini merupakan tahap Ekspolarasi berisi uraian aktivitas yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berkelompok
PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKPD
Bagian ini merupakan tahap pembentukan konsep yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan pada buku catatan.
Bagian ini merupakan tahap Aplikasi yang game edukasi ular tangga yang berisi latihan soal penarapan konsep yang telah dipelajari.
Bagian ini merupakan tahap kesimpulan, peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Tekan tombol ini untuk menuju halaman selanjutnya
Tekan tombol ini untuk memulai game ular tangga.
Play
Tekan tombol ini menu yang ingin kamu tuju
Tekan tombol ini kembali ke daftar isi.
Menu
Identitas Mata Pelajaran
KOMPETENSI INTI
KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup 4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.12.1 Mendefinisikan larutan penyangga. 3.12.2 Menganalisis larutan penyangga dan bukan larutan penyangga melalui data hasil percobaan 3.12.3 Menjelaskan macam-macam larutan penyangga. 3.12.4 Menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga. 3.12.5 Menghitung pH larutan penyangga 3.12.6 Membandingkan pH awal larutan penyangga dengan pH akhir larutan penyangga setelah penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran. 3.12.7 Membuat poster mengenai peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidaup dan kehidupan sehari-hari. 4.12.1 Menjelaskan cara membuat larutan penyangga
Menu
Mind Map
Menu
KEGIATAN PEMBELAJARAN
01
Tujuan Pembelajaran- Mendefinisikan larutan penyangga
- Menganalisis larutan penyangga dan bukan larutan penyangga melalui data hasil percobaan
Menu
TAHUKAH KAMU?
ORIENTASI
Tubuh manusia harus bisa mempertahankan derajat keasamannya (pH) agar bisa menjalankan fungsinya serta tidak membahayakan kesehatan. pH tubuh manusia sangat beragam dari satu cairan ke cairan lainnya. Comtohnya pH darah sekilat 7,4 sedangkan pH lambung sekitar 1,5. Dalam cairan lambung terdapat larutan penyangga untuk mempertahankan pH lambung agar tetap stabil. Salah satu contohnya adalah campuran ion bikarbonat (HCO3-) dan ion karbonat (CO32-) yang dapat mencegah perubahan pH drastis pada lambung. Oleh karena itu, kerusakan lambung akibat pH makanan berubah-ubah dapat dicegah.
Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa larutan penyangga berperan penting dalam tubuh.
- Mengapa campuran ion bikarbonat (HCO3-) dan ion karbonat (CO32-) disebut sebagai larutan penyangga ?
- Apakah semua larutan dapat disebut sebagai larutan penyangga?
- Bagaimana karakteristik larutan penyangga?
Agar kamu dapat menjawab pertanyaan di atas dengan baik, lakukan kegiatan pada tahap eksplorasi sebagai berikut.Eksplorasi
Tujuan: Mempelajari perbedaan antara perubahan pH larutan buffer dan bukan larutan buffer karena penambahan sedikit asam, basa atau pengenceran
Alat dan Bahan
Alat:- Gelas ukur 25 ml
- Erlenmeyer 100 ml
- Pipet Tetes
- Corong
Bahan:- Larutan CH3COOH 0,1 M
- Larutan CH3COONa 0,1 M
- Larutan NaOH 0,1M
- Larutan HCl 0,1 M
- Larutan NaCl 0,1 M
- Akuades
Indikator Universal
Langkah Kerja
Lanjutan . . .
Kamu juga bisa menggunakan Virtual Laboratory berikut apabila praktikum secara langsung tidak dapat dilakukan
PETUNJUK
Data Pengamatan
Pembentukan Konsep
Apakah terjadi perubahan pH yang signifikan ketika larutan 1 ditambahkan asam, basa, atau pengenceran?Tidak
Apakah terjadi perubahan pH yang signifikan ketika larutan 2 ditambahkan asam, basa, atau pengenceran? Ya
Diantara larutan 1 dan larutan 2, manakah yang merupakan larutan penyangga dan bukan penyangga? Larutan 1 merupakan larutan penyangga sedangkan larutan 2 bukan larutan penyangga.
32
Mengapa larutan tersebut digolongkan menjadi larutan penyangga dan bukan penyangga? Hal tersebut dikarenakan larutan 1 yang terdiri dari asam lemah dan basa konjugasi (garamnya) dapat mempertahankan pH dengan penambahan asam, basa atau pengenceran. Sedangkan larutan 2 tidak dapat mempertahankan pH dengan penambahan asam, basa, atau pengenceran.
Disajikan data percobaan sebagai berikut: Diantara larutan tersebut, tentukan larutan yang bersifat penyangga dan bukan penyangga yaitu Larutan penyangga : larutan 1 dan Bukan larutan penyangga : larutan 2, 3, 5, dan 6. Tulislah larutan yang bersifat penyangga dalam tabel berikut.
Apakah kamu dapat menyimpulkan definisi larutan penyangga? Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, atau pengenceran.
Aplikasi
Secara berkelompok, susun laporan percobaan tentang larutan penyangga berdasarkan hasil percobaanmu. Susun berdasarkan format, sebagai berikut :
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Definisi larutan penyangga :
Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, atau pengenceran.- Ciri- ciri larutan penyangga :
- Larutan penyangga terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya. - Larutan penyangga dapat mempertahankan pH dengan penambahan asam, basa, atau pengenceran.- Ciri-ciri bukan larutan penyangga :
Larutan yang tidak dapat dapat mempertahankan pH atau mengalami perubahan pH yang signifikan dengan penambahan asam, basa, atau pengenceran merupakan bukan larutan penyangga.Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
Basic Shapes
KEGIATAN PEMBELAJARAN
02
Presentation
Tujuan Pembelajaran:1. Menjelaskan macam-macam larutan penyangga 2. Menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga
Menu
Orientasi
Bacalah uraian berikut ini.
Seorang siswa ingin mengetahui perbedaan larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Praktikan tersebut menguji perbedaan pH awal 2 larutan penyangga yang terdiri asam lemah dan basa konjugasi (garam) dan larutan penyangga yang terdiri dari basa lemah dan asam konjugasi (garam) dengan pH akhir tiap larutan ditambah dengan asam, basa atau pengenceran. Siswa tersebut mendapatkan data hasil percobaan sebagai berikut:
Larutan 2
Larutan 1
10 mL CH3COOH 0,1 M + 10 mLCH3COONa 0,1 MpH awal = 3,40
20 mL NH3 0,1 M + 10 mL NH4Cl 0,1 M pH awal = 8,56
H2O
HCl
NaOH
H2O
HCl
NaOH
pH akhir = 3,52
pH akhir = 3,40
pH akhir = 3,27
pH akhir = 8,65
pH akhir = 8,56
pH akhir = 8,47
Berdasarkan hasil percobaan tersebut.1. Mengapa larutan 1 dapat mempertahankan pH larutan tetap asam? 2. Mengapa laruran 2 dapat mempertahankan pH larutan tetap basa? 3. Mengapa pengenceran tidak mempengaruhi pH larutan?Untuk menjawab pertanyaan ini, lakukan kegiatan pada tahap eksplorasi berikut.
Eksplorasi
Yuk amati dan catat hal penting dalam video berikut.
Pembentukan konsep
Tugas
Manakah diantara kedua larutan penyangga yang merupakan larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa? Larutan 1 merupakan larutan penyangga asam sedangkan larutan 2 merupakan larutan penyangga basa.
Mengapa larutan tersebut dapat digolongkan menjadi larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa?
32
Bagaimana persamaan reaksi kimia larutan penyangga ketika mencapai kesetimbangan? Larutan Penyangga asam: larutan penyangga basa:
Bagaimana reaksi kimia kedua larutan tersebut ketika ditambahkan HCl? Larutan penyangga asam: Larutan penyangga basa:
Bagaimana reaksi kimia kedua larutan tersebut ketika ditambahkan NaOH? Larutan penyangga asam: Larutan penyangga basa:
Mengapa pH larutan penyangga tidak mengalami perubahan ketika ditambahkan air?Pengenceran tidak memengaruhi harga pH larutan penyangga. Harga pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh harga pKa, dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi. Sementara itu, nilai Ka atau pKa, dari asam lemah tidak bergantung pada konsentrasi asam, tetapi bergantung pada suhu
Lanjutan . . .
Oleh karenanya, pengenceran larutan penyangga tidak mengubah harga pKa Konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi akan berubah jika volume larutan berubah. Hal ini karena konsentrasi bergantung pada volume total larutan. Pengenceran larutan akan mengubah semua konsentrasi spesi yang ada dalam larutan. Namun, perubahan konsentrasi terjadi pada semua spesi. Oleh karenanya, perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi atau perbandingan spesi tidak berubah sehingga pH larutan tetap.
Bagaimana prinsip kerja larutan penyangga asam ketika ditambahkan asam, basa, dan air? Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung basa kunjugasi) membentuk asam lemah dan garam (bersifat netral). Dengan demikian, pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garam dan air sehingga pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.
Bagaimana prinsip kerja larutan penyangga basa ketika ditambahkan asam, basa, dan air? Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung basa kunjugasi) membentuk asam lemah dan garam (bersifat netral). Dengan demikian, pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garam dan air sehingga pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.
Aplikasi
Yuk asah pemahamanmu terkait macam dan prinsip kerja larutan penyangga dengan mengikuti game edukasi ular tangga. Mainkan game ular tangga dengan menekan tombol “play” atau tekan gambar ular tangga. Sebelum memainkan game edukasi ular tangga baca petunjuk permainan.
Play
kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Macam larutan penyangga:
1. Larutan penyangga asam2. Larutan penyangga basa- Prinsip kerja larutan penyangga asam ketika ditambahkan asam, basa, atau pengenceran
Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung basa kunjugasi) membentuk asam lemah dan garam (bersifat netral). Dengan demikian, pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga asam ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garam dan air sehingga pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.- Prinsip kerja larutan penyangga basa ketika ditambahkan asam, basa, atau pengenceran
Jika ke dalam larutan penyangga basa ditambahkan asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan basa lemah membentuk garam dan air. Sementara itu, jika ke dalam larutan penyangga basa ditambahkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi dengan garamnya (mengandung asam konjugasi) membentuk basa lemah dan garam (bersifat netral).Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN
03
Tujuan Pembelajaran:
Menu
Orientasi
Tahukah kamu ?
Dalam bidang industri makanan larutan penyangga digunakan sebagai pengawet. Larutan penyangga berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman atau pH. jika pH terjaga produk makanan tersebut tidak mudah rusak oleh bakteri. Misalnya asam sitrat dan natrium sitrat. Kedua zat tersebut merupakan larutan penyangga yang biasa ditambahkan pada buah-buahan yang dikalengkan. Selain itu asam sitrat juga biasa digunakan untuk mengatur tingkat keasaman pada produk air susu selai dan jelly. Selain dalam bidang industri makanan larutan penyangga juga digunakan pada bidang yang lain. Misalkan pada bidang kimia analisis, biokimia, bakteriologi, obat-obatan (Farmasi), fotografi, industri kulit, zat warna, pertanian, dan pengolahan limbah industri. Rentang pH tertentu yang sempit diperlukan untuk mencapai hasil optium dalam berbagai bidang tersebut. Misal suatu Enzim dapat bekerja pada pH tertentu dan sangat sensitif terhadap perubahan pH. Larutan penyangga berperan dalam berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kita akan membuat larutan penyangga dengan pH tertentu, bagaimana cara membuatnya? Lalu apabila membuat larutan penyangga dengan mencampurkan larutan dengan volume dan konsentrasi tertentu, bagaimana menentukan pH larutan penyangga tersebut?
Eksplorasi
Larutan penyangga asam
Larutan penyangga asam dapat dibuat dengan:
Dalam larutan penyangga yang bersifat asam, asam lemah (HX) dan basa konjugasi (X-) dari garam merupakan komponen yang lebih dominan X- dari asam lemah (HX) diabaikan). Dalam hal ini terjadi kesetimbagan sebagai berikut:
Lanjutan . . .
HX(aq) ⇌ H+(aq) + X-(aq)
Berdasarkan persamaan tersebut, konsentrasi ion H+ dalam larutan penyangga asam dapat ditentukan dengan rumus berikut.
Jika konsentrasi basa konjugasi sama dengan garam maka:
Jika konsentrasi basa konjugasi atau anion garam berjumlah n, konsentrasi basa konjugasi menjadi n kali konsentrasi garam [G]. Dengan demikian
Misalhnya: (CH3COO)2Ca memiliki konsentrasi basa konjugasi berjumlah 2
Larutan penyangga basa
Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan:
Pada larutan penyangga basa juga terjadi reaksi kesetimbangan yaitu reaksi kesetimbangan antara basa lemah dan asam konjugasinya. Persamaan reaksi kesetimbangan tersebut yaitu Berdasarkan persamaan tersebut, konsentrasi ion OH- dalam larutan penyangga basa dapat ditentukan dengan rumus berikut.
MOH(aq) ⇌ M+(aq) + OH-(aq)
Jika konsentrasi asam konjugasi sama dengan garam maka:
Jika konsentrasi asam konjugasi atau kation garam berjumlah n, konsentrasi basa konjugasi menjadi n kali konsentrasi garam [G]. Dengan demikian
Misalnya: (NH4)2SO4 memiliki konsentrasi basa konjugasi berjumlah 2
Lanjutan . . .
Ayo Diskusikan !
Dibuat larutan dengan cara sebagai berikut.
(NH4)2SO4(aq)
NaCl(aq)
NaF(aq)
HF(aq)
NH3(aq)
HCl(aq)
Cara 3
Cara 2
Cara 1
Dibuat larutan dengan cara sebagai berikut.
100 mL HF 0,2 M
100 mL HF 0,2 M
50 mL NH3 0,2 M
50 mL HBr 0,1 M
50 mL NaOH 0,1 M
100 mL NaOH 0,2 M
Cara 2
Cara 1
Cara 3
Dicampurkan 5 mL CH3COOH 0,01 M dan 5 mL larutan CH3COONa 0,01 M. Diketahui Ka CH3COOH = 1 X 10-5. pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Dicampurkan 5ml Larutan NH4Cl 0,02 M + 5ml Larutan NH4OH 0,04 M. Diketahui Kb NH4OH = 1 X 10-5. pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Dicampurkan 100 ml larutan NH3 0,2M + 50 ml larutan H2SO4 0,1M. Diketahui Kb NH3 = 2×10-5. pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Dicampurkan 150 ml larutan KOH 0,1M + 150 ml larutan HF 0,2M. Diketahui Ka HF =1x10-5 . pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Sebanyak 200 mL larutan HF 0,2 M (Ka = 1 × 10-6) dicampur dengan 200 mL larutan KOH mempunyai pH sebesar 5. Konsentrasi larutan KOH dalam larutan tersebut adalah ...
Pembentukan Konsep
Ayo Diskusikan !
Dari ketiga larutan tersebut, tentukan larutan yang dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa ...
Larutan penyangga asam ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 1, sedangkan larutan penyangga basa ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 2. Cara 1 dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam karena karena pembentukan larutan penyangga asam terdiri dari HF (asam lemah) dan NaF (garam). Garam yang dimasukkan dalam air menghasilkan Na+ (dari basa kuat) dan F- (basa konjugasi dari asam lemah). Cara 2 dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa karena pembentukan larutan penyangga basa terdiri dari NH3 (basa lemah) dan (NH4)2SO4 (garam). Garam yang dimasukkan dalam air menghasilkan NH4+ (asam konjugasi dari basa lemah) dan SO42- (dari asam kuat).
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam?
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa?
Dari ketiga larutan tersebut, tentukan larutan yang dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa ...
Larutan penyangga asam ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 3, sedangkan larutan penyangga basa ditunjukkan oleh larutan yang dibuat dengan cara 1. Hal tersebut karena penambahan basa kuat (NaOH) dan asam lemah berlebih (HF) dapat menghasilkan larutan penyangga asam. Karena penambahan asam kuat (HBr) dan basa lemah berlebih (NH3) dapat menghasilkan larutan penyangga basa.
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga asam?
Mengapa larutan tersebut dapat digunakan sebagai larutan penyangga basa?
Aplikasi
Yuk asah pemahamanmu terkait macam dan prinsip kerja larutan penyangga dengan mengikuti game edukasi ular tangga. Mainkan game ular tangga dengan menekan tombol “play” atau tekan gambar ular tangga. Sebelum memainkan game edukasi ular tangga baca petunjuk permainan.
Play
kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Cara menghitung pH larutan penyangga asam
Dengan menggunakan rumus :- Cara menghtung pH larutan penyangga basa
Dengan menggunakan rumus :Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Basic Shapes
04
Presentation
Tujuan Pembelajaran
Menu
Orientasi
Orientasi
Tahukah kamu?
Kebiasaan meniup terlebih dahulu makanan atau minuman panas sebelum mengonsumsinya dapat membahayakan kesehatan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, pada saat bernapas tubuh menghirup gas O₂, dan mengeluarkan gas CO2. Sementara itu, makanan atau minuman panas menghasilkan uap air (H2O). Jika makanan atau minuman panas tersebut ditiup. gas CO₂ yang dikeluarkan tubuh akan bereaksi dengan uap air.
Berikut reaksinya.
CO2 + H2O ⇌ H2CO3
(Dari pernapasan) (dari makanan atau minuman panas)
H2CO3 merupakan senyawa yang telah ada di dalam tubuh dan berfungsi mengatur pH darah. Di dalam darah, terdapat larutan penyangga yang berperan menjaga pH darah tetap berkisar 7,35-7,45 yaitu senyawa H2CO3 dan ion HCO3-. Senyawa H2CO3, hasil reaksi di atas dapat mengakibatkan jumlah H2CO3, dalam darah bertambah sehingga tingkat keasaman darah meningkat (terjadi penurunan pH) dan tubuh mengalami asidosis. Jika kebiasaan meniup makanan atau minuman panas dilakukan secara terus-menerus, kerja tubuh akan semakin berat untuk menyeimbangkan pH dalam darah dan kondisi asidosis akan semakin memburuk. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan munculnya rasa kelelahan yang luar biasa, rasa kantuk, sering mual, dan mengalami kebingungan. Oleh karena itu, biasakan tidak meniup makanan atau minuman panas untuk menjaga kesehatan Anda.
Berdasarkan uraian diatas dapatkah kamu mengetahui
- Bagaimana menentukan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran?
- Bagaimana persamaan reaksi kimia larutan penyangga ketika ditambahkan asam atau basa?
- Bagaimana menentukan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran?
- Bagaimana perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lakukanlah kegiatan selanjutnya.Eksplorasi
Ingatkah kamu ?
Larutan penyangga dapat mempertahankan pH dari pengaruh penambahan sedikit asam, basa atau pengenceran. pH awal larutan penyangga dengan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan sedikit asam atau basa akan terdapat sedikit perbedaan. Bagaimana menentukan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan asam atau basa? Untuk itu pahami uraian berikut.
Seorang laboran kimia memiliki larutan penyangga yang dibuat dengan cara mencampurkan 100 mL larutan CH3COOH 0,2 M (Ka CH3COOH = 10-5 ) dan 100 mL CH3COONa 0,1 M. Selanjutnya laboran tersebut menambahkan 10 mL HCl 0,1 M atau 10 mL NaOH 0,1 M.
Untuk menjawab soal permasalahan tersebut, ikuti langkah dibawah ini
Lanjutan . . .
d. Pengenceran Berdasasarkan persamaan Henderson – Hasselbalch: Dapat ditentukan bahwa pengenceran tidak memengaruhi harga pH larutan penyangga. Harga pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh harga pK dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi. Sementara itu, nilai K, atau pK dari asam lemah tidak bergantung pada konsentrasi asam, tetapi bergantung pada suhu. Oleh karenanya, perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi atau perbandingan spesi tidak berubah sehingga pH larutan tetap.
e. Perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran adalahPada keadaan awal diperoleh nilai pH awal sebesar 4,69 dan setelah penambahan 100 mL HCl 0,1 M diperoleh nilai pH akhir sebesar 4,63. Selain itu, setelah penambahan 10 mL NaOH 0,1 M diperoleh pH akhir 4,76 . Hal ini menunjukkan bahwa penambahan HCl hanya sedikit menurunkan pH dan penambahan NaOH hanya sedikit menaikkan pH, sehingga dapat dikatakan bahwa larutan penyangga memiliki kemampuan untuk mempertahankan sedikit perubahan nilai pH setelah ditambahkan asam kuat maupun basa kuat.
PembentukanKonsep
Ayo diskusikan dengan teman kelompokmu.
Larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 mL larutan NH3 1 M dengan 100 mL NH4Cl 0,5 M. Selanjutnya ditambahkan 10 mL HCl 0,1 M atau 10 mL NaOH 0,1 M
Berapakah mol NH3 dan NH4Cl sebelum penambahan HCl dan NaOH?
Berapakah pH awal larutan penyangga tersebut sebelum penambahan asam atau basa ?
Lanjutan . . .
Bagaimana reaksi kimia larutan penyangga tersebut ketika ditambahkan HCl?
Berapakah pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan HCl ?
Bagaimana reaksi kimia larutan penyangga tersebut ketika ditambahkan NaOH?
Berapakah pH akhir larutan penyangga setelah ditambah dengan NaOH?
Bagaimana perbandingan pH awal larutan penyangga sebelum ditambah asam, basa, atau pengenceran dan pH akhir larutan penyangga setelah ditambah asam, basa atau pengenceran?
Pada keadaan awal diperoleh nilai pH awal sebesar 9,30 dan setelah penambahan 100 mL HCl 0,1 M diperoleh nilai pH akhir sebesar 9,27. Selain itu, setelah penambahan 10 mL NaOH 0,1 M diperoleh pH akhir 9,32. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan HCl hanya sedikit menurunkan pH dan penambahan NaOH hanya sedikit menaikkan pH, sehingga dapat dikatakan bahwa larutan penyangga memiliki kemampuan untuk mempertahankan sedikit perubahan nilai pH setelah ditambahkan asam kuat maupun basa kuat.
Aplikasi
Yuk asah pemahamanmu terkait larutan penyangga dengan mengikuti game edukasi ular tangga ini. Mainkan game ular tangga dengan menekan tombol “play” atau pilih gambar ular tangga. Sebelum memainkan game edukasi ular tangga baca petunjuk permainan.
Play
Play
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
- Tahapan penentuan pH larutan penyangga asam setelah penambahan asam atau basa:
- Menentukan mol larutan penyangga- Menentukan reaksi kimia larutan penyangga asam dengan penambahan asam atau basa- Menghitung konsentrasi H+ kemudian menghitung pHnya dengan cara:- Tahapan penentuan pH larutan penyangga basa setelah penambahan asam atau basa.
- Menentukan mol larutan penyangga- Menentukan reaksi kimia larutan penyangga basa dengan penambahan asam atau basa- Menghitung konsentrasi OH- kemudian menghitung pHnya dengan cara :Pengenceran tidak memengaruhi harga pH larutan penyangga. Harga pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh harga pK dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam-basa konjugasi.
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN
05
Tujuan Pembelajaran
Menu
Orientasi
Larutan penyangga secara alami terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Di dalam tubuh makhluk hidup, terjadi berbagai jenis reaksi kimia yang berlangsung pada kondisi (pH) tertentu. Apabila pH reaksi kimia tersebut sedikit berubah, larutan penyangga yang ada di dalam tubuh masih mampu untuk menyeimbangkan pH agar kembali seperti semula (pH optimumnya). Amati video berikut.
Berdasarkan video tersebut.
Larutan penyangga menjaga PH darah selalu konstan saat proses metabolisme berlangsung. Larutan penyangga yang berperan dalam tubuh manusia yaitu hemoglobin yang dapat menjaga pH darah tetap terkontrol.
Eksplorasi
Carilah informasi dari berbagai media, seperti artikel, buku, dan internet tentang peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari. Bacalah dengan cermat dan teliti informasi yang telah anda peroleh. Berdasarkan hasil penulusanmu, buatlah poster yang berisi peran larutan penyangga.
PembentukanKonsep
Untuk mempermudah membuat poster, lengkapilah pernyataan berikut.
Aplikasi
Secara berkelompok, susun hasil penelusuran terkait peran larutan penyangga. Setelah itu, buatlah poster tentang peran larutan penyangga. Presentasikan postermu di depan kelas.
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapatkah kamu menyimpulkan:
Unggah jawabanmu pada google drive dengan menekan gambar disamping
KEGIATAN PEMBELAJARAN 6 EVALUASI
Menu
EVALUASI
EVALUASI
EVALUASI
EVALUASI
EVALUASI
IDENTITAS PENYUSUN
Penulis bernama lengkap Tarisa Ayu Rahmadani, tempat lahir Madiun, 3 Desember 2000. Penulis merupakan mahasiswa dengan program studi S1 Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Malang angkatan 2019. Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) ini merupakan hasil pengembangan untuk memenuhi syarat kelulusan skripsi dengan dosen pembimbing Drs. H. Ridwan Joharmawan, M. Si Penulis berharap E-LKPD ini dapat bermanfaat bagi peserta didik untuk membantu memahami konsep larutan penyangga. Selain itu penulis berharap agar peserta didik semakin semangat belajar kimia.
Menu