MENELUSURI TRADISI ISLAM DI NUSANTARA
PENULIS : 1. REVINA PUTRI H.N 2. ZAKIYA NUR L 3. ALLYVIA NANDA K 4. NIKEYSHA MICHAELA S 5. BINTANG MUHAMMAD A.F
06/10/18
MENELUSURI TRADISI ISLAM DI NUSANTARA
MELESTARIKAN TRADISI ISLAM NUSANTARA
TRADISI ISLAM SEBELUM NUSANTARA
ALKUTURASI BUDAYA ISLAM
MENGAMBIL HIKMAH DARI TRADISI ISLAM NUSANTARA
SIKAP MULIA
1. MENGHARGAU PERBEDAAN TRADISI
3. MENGHORMATI PARA TOKOH YANG BERJASA MENGEMBANGKAN TRADISI ISLAM DI NUSANTARA
4. BANGGA SEBAGA BANGSA INDONESIA
2. MELESTARIKAN TRADISI ISLAM
TRADISI NUSANTARA SEBELUM ISLAM
Jauh sebelum islam masuk dan berkembang di nusantara, masyarakat telah memiliki keragaman budaya dan tradisi. masuknya agama Hindu-Budhha ke indonesia tidak menyebabkan tradisi-tradisi musnah, justru semain tumbuh dan berkembang. Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha tidak menghilangkan unsur asli budaya di nusantara
Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha juga tampak pada bidang seni bangunan misalnya pada bentuk candi. Di India, candi merupakan kuil untuk memuja para Dewa dengan bentuk stupa. Di Indonesia candi berfungsi sebagai makam raja atau tempat menyimpan abu jenazah Raja yang telah meninggal. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat terhadap sang Raja.
Perpaduan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan ruh nenek moyang di Indonesia. Akibatnya, bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya berbentuk punden berundak. Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur.
ALKULTURASI BUDAYA ISLAM
Alkulturasi merupakan proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpamehilangkan sama sekali ciri khas. bentuk budaya sebagai hasil dari proses alkulturasi tersebut tidak bersifat kebendaan atau material, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat Indonesia.
Budaya ini kemudian dikenal sebagai budaya Islam. Budaya dalam pandangan islam merupakan sebuah tata nilai dan tradisi yang berkembang di ajaran Islam. Tata nilai tersebut merupakan hasil dari pokok-pokok Al-Qur'an dan hadis dalam kehidupan nyata
Islam sesungguhnya membuka diri terhadap budaya-budaya dari luar islam, asalkan sesuai prinsip [rinsip sebagai berikut :1. Tidak melanggar ketentuan hukum halal-haram 2. Mendatangkan mashlahat (kebaikan) dan tidak menimbulkan mafsadat (kerusakan). 3. sesuai dengan prinsip al-Wala dan al-Bara' ketiga prinsip di atas menjadi pedoman baku bagi umat islam dalam berinteraksi dengan budaya-budaya lain diluar Islam.
Berikut ini adalah seni budaya Nusantara yang telah mendapatkan pengaruh dari ajaran islam :1) Nama-Nama Bulan dalam Penanggalan JawaMasuknya Islam ke Indonesia membawa pengaruh pada sistem penanggalan. Islam menggunakan kalender Hijriah yang berpatokan pada perputaran bulan.
2) Seni Bangunan Masjid wujud akulturasi terlihat dalam bangunan masjid kuno, yaitu dilihat dari bentuk bangunan, menara dan letak masjid. Menara berfungsi sebagai tempat menyerukan adzan. Selain itu masjid di Idonesia terletak disebelah barat alun-alun istana atau keraton.
3) Seni Ukir dan Kaligrafi Seni ukir yang dimaksud adalah seni ukir hias untuk hiasan masjid banguanan makam di bagian jirat, nisan,cungkupdan tiang cungkup. Kaligrafi Islam sering disebut dengan khat. Kaligrafi sebagai motif hiasan dapat dijumpai di masjid-masjid kuno, seperti ukir-ukirabn yang terdapat pada majid di jepara.
4) Seni Tari
Di beberapa daerah di Indonesia. terdapat bentuk-bentuk tarian yang berkaitan dengan bacaan shalawat. Misalnya pada seni rebana diikuti dengan tari-tarian Zipin, bacaan shalawat dengan menggunakan lagu-lagu tertentu.
5) Seni MusikKebudayaan Islam kita juga mengenal seni musik berupa rebana, hadrah, kasidah, nasyid dan gambus yang melantunkan lagu-lagu dengan syair islami. Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernapaskan Islam. Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansa Islami, yaitu tentang pujian kepada Allah Swt. dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw.
6) Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan wayang kulit merupakan perpaduan kebudayaan Jawa dan unsur keislaman. Bagi orang Jawa, wayang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga wejangan (nasihat-nasihat) karena sarat
dengan pesan-pesan moral yang menjadi filsafat hidup orang Jawa.
Pertunjukan wayang diiringi oleh seperangkat alat musik gamelan. Wayang pada mulanya dibuat dari kulit kerbau, hal ini dimulai pada zaman Raden Patah.
Jenis-jenis karya sastra yang sesuai dengan ajaran Islam di antaranya sebagai berikut.
a) BabadBabad adalah dongeng yang sengaja diubah sebagai cerita sejarah. Dalam babad, tokoh, tempat, dan peristiwa hampir semua ada daIam sejarah, tetapi penggambarannya dilakukan secara berlebihan. Babad merupakan campuran antara fakta sejarah, mitos dan kepercayaan. Contohnya Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram, Babad Surakarta, Babad Giyanti, dan Babad Pakepung.
b) Hikayat
Hikayat adalah cerita atau dongeng yang biasanya penuh dengan keajaiban dan keanehan. Tidak jarang hikayat berpangkal pada tokoh-tokoh sejarah atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Hikayat yang terkenal adalah hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat 1001 malam, Hikayat Bayan Budiman dan lain-lain.
c) Suluk
Suluk adalah kitab-kitab yang menguraikan soal tasawuf. Kitab suluk sangat rnenarik karena sifatnya pantheisme, yaitu menjelaskan tentang bersatunya manusia dengan Tuhan (manunggaling kawulo lan Gusti). Pujangga-pujangga kerajaan dan para wali yang menghasilkan karya-
yang menghasilkan karya-karya sastra jenis suluk adalah seperti di bawah ini.
1) Sunan Bonang mengembangkan ilmu suluk dalam bentuk puisi yang dibukukan dalam Kitab Bonang.
2) Hamzah Fansuri menghasilkan karya sastra dalam bentuk puisi yang bernafaskan keislaman, misalnya Syair Perahu dan Syair Dagang.
3) Syekh Yusuf, seorang ulama Makassar yang diangkat sebagai pujangga di kerajaan Banten, berhasil menulis beberapa buku tentang tasawuf.
8) Kesenian DebusKesenian debus difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Debus merupakan seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musush.
3. MELESTARIKANTRADIS ISLAM DI NUSANTARA
Tradisi adalah kebiasaan atau adat istiadat yang dilakukan turun-temurun oleh masyarakat. Mengingat zaman modern sekarang ini, ada sebagian kelompok yang mengharamkan dan ada sebagian yang menghalalkan. Mereka yang mengharamkan tradisi beralasan pada zaman Rasulullah saw.
BERIKUT INI ADALAH BEBERAPA TRADISI ATAU BUDAYA YANG DIMAKSUD
A. Halal Bihalal
Halal bihalal berasal dari bahasa Arab (halla atau halal) tetapi tradisi halal bi halal itu sendiri adalah tradisi khas bangsa Indonesia, bukan berasal dari Timur Tengah. Halal bihalal sebagai sebuah tradisi khas Islam Indonesia lahir dari sebuah proses sejarah. Tradisi ini digali dari kesadaran batin tokoh-tokoh umat Islam masa lalu untuk membangun hubungan yang harmonis (silaturahim) antar umat.
B. Tabot atau Tabuik
Tabot merupakan kesenian khas masyarakat Bengkulu yang biasanya dilakukan di pesisir kota Bengkulu dan jaraknya 3,5 kilo meter dari pusat Kota Bengkulu. Perayaan Tabot ini merupakan peringatan atas gugurnya Husain, cucu Nabi Muhammad SAW di padang Karbala (Irak). Tabot dibawa ke Bengkulu oleh bangsa India Manggala pada Tahun 1685.
C. Kupatan (bakdo kupat)
Syawalan, kupatan, atau bodho (bakdo) syawal, bodho kupat, merupakan tradisi di kalangan masyarakat Jawa setelah berlebaran (hari raya Idul Fitri). Bukan hanya yang bermukim di pulau Jawa saja yang masih mengikut tradisi ini, masyarakat asal Jawa yang tinggal di pulau lain ada juga yang masih memertahankan tradisi syawalan tersebut.
D. Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta
Sekaten merupakan tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Jogja) dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Solo). Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan beberapa rangkaian acaranya mengadopsi budaya zaman kerajaan Hindu.
E. Grebeg
Grebeg adalah perayaan rutin yang diadakan masyarakat Jawa untuk memperingati suatu peristiwa penting. Perayaan utamanya diadakan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat dan Keraton Yogyakarta Hadiningrat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.
F. Grebeg besar di Demak
Grebeg Besar Demak adalah perayaan yang dilakukan setahun sekali pada bulan Zulhijah oleh masyarakat Muslim di Masjid Agung Demak. Bentuk kegiatannya adalah ziarah ke makam para sultan Kesultanan Demak dan ke makam Sunan Kalijaga.
G. Kerobok Maulid di Kutai dan pawai obor di Manado
Di Wilayah Kedaton Kuta Kartanegara, Provisni Kalimantan Timur, juga dilaksanakan tradisi yang disebut sebagai Kerobok Maulid. Istilah Kerobok Maulid sendiri berasal dari Bahasa Kutai yang mempunyai arti berkerubun atau berkerumun banyak orang. Tradisi Kerobok Maulid bisanya dipusatkan di halaman Masjid Jami’ Hasanuddin, Tenggarong. Tradisi Kerobok Maulid ini diselenggarakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal.
H. Tradisi Rabu Kasan di Bangka
Tradisi Rabu Kasan dilaksanakan di Kabupaten Bangka setiap tahun, tepatnya pada hari rabu terakhir bulan Safar. Hal ini sesuai dengan namanya, yakni Rabu Kasan berasal dari Kara Rabu Pungkasan terakhir. Upacara Rabu Kasan sebenarnya tidak hanya dilakukan di Bangka saja, tetapi juga di daerah lain, seperti di Bogor Jawa Barat dan Gresik Jawa Timur. Pada dasarnya maksud dari tradisi ini sama, yaitu untuk memohon kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari bala’ musibah dan bencana.
I. Dugderan di Semarang
Dugderan merupakan sebuah tradisi yang diadakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1881, sejak masa penjajahan kolonial.
Untuk memeriahkan dugderan, biasanya muncul pasar tiban. Pasar ini menawarkan berbagai kuliner, pakaian, mainan, termasuk kerajinan tradisional selama seminggu sebelum bulan suci dimulai.
J. Budaya Tumpeng
umpeng merupakan sajian wajib dalam berbagai acara syukuran, baik itu menyambut kelahiran seseorang, ulang tahun atau acara seremonial lainnya. Olahan baik nasi putih atau kuning ini membentuk kerucut, menyerupai gunung.
Budaya di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, sangat menyakralkan kedudukan tumpeng sebagai makanan adat. Hal itu karena unsur-unsur Hindu sangat kental dalam setiap upacara yang menyajikan tumpeng.
Thank you!
MENELUSURI TRADISI ISLAM DI NUSANTARA 9D
Novella
Created on January 11, 2023
tugas pai presentasi
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Pastel Color Presentation
View
Visual Presentation
View
Relaxing Presentation
View
Modern Presentation
View
Colorful Presentation
View
Modular Structure Presentation
View
Chromatic Presentation
Explore all templates
Transcript
MENELUSURI TRADISI ISLAM DI NUSANTARA
PENULIS : 1. REVINA PUTRI H.N 2. ZAKIYA NUR L 3. ALLYVIA NANDA K 4. NIKEYSHA MICHAELA S 5. BINTANG MUHAMMAD A.F
06/10/18
MENELUSURI TRADISI ISLAM DI NUSANTARA
MELESTARIKAN TRADISI ISLAM NUSANTARA
TRADISI ISLAM SEBELUM NUSANTARA
ALKUTURASI BUDAYA ISLAM
MENGAMBIL HIKMAH DARI TRADISI ISLAM NUSANTARA
SIKAP MULIA
1. MENGHARGAU PERBEDAAN TRADISI
3. MENGHORMATI PARA TOKOH YANG BERJASA MENGEMBANGKAN TRADISI ISLAM DI NUSANTARA
4. BANGGA SEBAGA BANGSA INDONESIA
2. MELESTARIKAN TRADISI ISLAM
TRADISI NUSANTARA SEBELUM ISLAM
Jauh sebelum islam masuk dan berkembang di nusantara, masyarakat telah memiliki keragaman budaya dan tradisi. masuknya agama Hindu-Budhha ke indonesia tidak menyebabkan tradisi-tradisi musnah, justru semain tumbuh dan berkembang. Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha tidak menghilangkan unsur asli budaya di nusantara
Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha juga tampak pada bidang seni bangunan misalnya pada bentuk candi. Di India, candi merupakan kuil untuk memuja para Dewa dengan bentuk stupa. Di Indonesia candi berfungsi sebagai makam raja atau tempat menyimpan abu jenazah Raja yang telah meninggal. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat terhadap sang Raja.
Perpaduan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan ruh nenek moyang di Indonesia. Akibatnya, bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya berbentuk punden berundak. Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur.
ALKULTURASI BUDAYA ISLAM
Alkulturasi merupakan proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpamehilangkan sama sekali ciri khas. bentuk budaya sebagai hasil dari proses alkulturasi tersebut tidak bersifat kebendaan atau material, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat Indonesia.
Budaya ini kemudian dikenal sebagai budaya Islam. Budaya dalam pandangan islam merupakan sebuah tata nilai dan tradisi yang berkembang di ajaran Islam. Tata nilai tersebut merupakan hasil dari pokok-pokok Al-Qur'an dan hadis dalam kehidupan nyata
Islam sesungguhnya membuka diri terhadap budaya-budaya dari luar islam, asalkan sesuai prinsip [rinsip sebagai berikut :1. Tidak melanggar ketentuan hukum halal-haram 2. Mendatangkan mashlahat (kebaikan) dan tidak menimbulkan mafsadat (kerusakan). 3. sesuai dengan prinsip al-Wala dan al-Bara' ketiga prinsip di atas menjadi pedoman baku bagi umat islam dalam berinteraksi dengan budaya-budaya lain diluar Islam.
Berikut ini adalah seni budaya Nusantara yang telah mendapatkan pengaruh dari ajaran islam :1) Nama-Nama Bulan dalam Penanggalan JawaMasuknya Islam ke Indonesia membawa pengaruh pada sistem penanggalan. Islam menggunakan kalender Hijriah yang berpatokan pada perputaran bulan.
2) Seni Bangunan Masjid wujud akulturasi terlihat dalam bangunan masjid kuno, yaitu dilihat dari bentuk bangunan, menara dan letak masjid. Menara berfungsi sebagai tempat menyerukan adzan. Selain itu masjid di Idonesia terletak disebelah barat alun-alun istana atau keraton.
3) Seni Ukir dan Kaligrafi Seni ukir yang dimaksud adalah seni ukir hias untuk hiasan masjid banguanan makam di bagian jirat, nisan,cungkupdan tiang cungkup. Kaligrafi Islam sering disebut dengan khat. Kaligrafi sebagai motif hiasan dapat dijumpai di masjid-masjid kuno, seperti ukir-ukirabn yang terdapat pada majid di jepara.
4) Seni Tari Di beberapa daerah di Indonesia. terdapat bentuk-bentuk tarian yang berkaitan dengan bacaan shalawat. Misalnya pada seni rebana diikuti dengan tari-tarian Zipin, bacaan shalawat dengan menggunakan lagu-lagu tertentu.
5) Seni MusikKebudayaan Islam kita juga mengenal seni musik berupa rebana, hadrah, kasidah, nasyid dan gambus yang melantunkan lagu-lagu dengan syair islami. Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernapaskan Islam. Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansa Islami, yaitu tentang pujian kepada Allah Swt. dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw.
6) Seni Pertunjukan Seni pertunjukan wayang kulit merupakan perpaduan kebudayaan Jawa dan unsur keislaman. Bagi orang Jawa, wayang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga wejangan (nasihat-nasihat) karena sarat dengan pesan-pesan moral yang menjadi filsafat hidup orang Jawa. Pertunjukan wayang diiringi oleh seperangkat alat musik gamelan. Wayang pada mulanya dibuat dari kulit kerbau, hal ini dimulai pada zaman Raden Patah.
Jenis-jenis karya sastra yang sesuai dengan ajaran Islam di antaranya sebagai berikut.
a) BabadBabad adalah dongeng yang sengaja diubah sebagai cerita sejarah. Dalam babad, tokoh, tempat, dan peristiwa hampir semua ada daIam sejarah, tetapi penggambarannya dilakukan secara berlebihan. Babad merupakan campuran antara fakta sejarah, mitos dan kepercayaan. Contohnya Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram, Babad Surakarta, Babad Giyanti, dan Babad Pakepung.
b) Hikayat Hikayat adalah cerita atau dongeng yang biasanya penuh dengan keajaiban dan keanehan. Tidak jarang hikayat berpangkal pada tokoh-tokoh sejarah atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Hikayat yang terkenal adalah hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat 1001 malam, Hikayat Bayan Budiman dan lain-lain.
c) Suluk Suluk adalah kitab-kitab yang menguraikan soal tasawuf. Kitab suluk sangat rnenarik karena sifatnya pantheisme, yaitu menjelaskan tentang bersatunya manusia dengan Tuhan (manunggaling kawulo lan Gusti). Pujangga-pujangga kerajaan dan para wali yang menghasilkan karya-
yang menghasilkan karya-karya sastra jenis suluk adalah seperti di bawah ini. 1) Sunan Bonang mengembangkan ilmu suluk dalam bentuk puisi yang dibukukan dalam Kitab Bonang. 2) Hamzah Fansuri menghasilkan karya sastra dalam bentuk puisi yang bernafaskan keislaman, misalnya Syair Perahu dan Syair Dagang. 3) Syekh Yusuf, seorang ulama Makassar yang diangkat sebagai pujangga di kerajaan Banten, berhasil menulis beberapa buku tentang tasawuf.
8) Kesenian DebusKesenian debus difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Debus merupakan seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musush.
3. MELESTARIKANTRADIS ISLAM DI NUSANTARA
Tradisi adalah kebiasaan atau adat istiadat yang dilakukan turun-temurun oleh masyarakat. Mengingat zaman modern sekarang ini, ada sebagian kelompok yang mengharamkan dan ada sebagian yang menghalalkan. Mereka yang mengharamkan tradisi beralasan pada zaman Rasulullah saw.
BERIKUT INI ADALAH BEBERAPA TRADISI ATAU BUDAYA YANG DIMAKSUD
A. Halal Bihalal
Halal bihalal berasal dari bahasa Arab (halla atau halal) tetapi tradisi halal bi halal itu sendiri adalah tradisi khas bangsa Indonesia, bukan berasal dari Timur Tengah. Halal bihalal sebagai sebuah tradisi khas Islam Indonesia lahir dari sebuah proses sejarah. Tradisi ini digali dari kesadaran batin tokoh-tokoh umat Islam masa lalu untuk membangun hubungan yang harmonis (silaturahim) antar umat.
B. Tabot atau Tabuik
Tabot merupakan kesenian khas masyarakat Bengkulu yang biasanya dilakukan di pesisir kota Bengkulu dan jaraknya 3,5 kilo meter dari pusat Kota Bengkulu. Perayaan Tabot ini merupakan peringatan atas gugurnya Husain, cucu Nabi Muhammad SAW di padang Karbala (Irak). Tabot dibawa ke Bengkulu oleh bangsa India Manggala pada Tahun 1685.
C. Kupatan (bakdo kupat)
Syawalan, kupatan, atau bodho (bakdo) syawal, bodho kupat, merupakan tradisi di kalangan masyarakat Jawa setelah berlebaran (hari raya Idul Fitri). Bukan hanya yang bermukim di pulau Jawa saja yang masih mengikut tradisi ini, masyarakat asal Jawa yang tinggal di pulau lain ada juga yang masih memertahankan tradisi syawalan tersebut.
D. Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta
Sekaten merupakan tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Jogja) dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Solo). Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan beberapa rangkaian acaranya mengadopsi budaya zaman kerajaan Hindu.
E. Grebeg
Grebeg adalah perayaan rutin yang diadakan masyarakat Jawa untuk memperingati suatu peristiwa penting. Perayaan utamanya diadakan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat dan Keraton Yogyakarta Hadiningrat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.
F. Grebeg besar di Demak
Grebeg Besar Demak adalah perayaan yang dilakukan setahun sekali pada bulan Zulhijah oleh masyarakat Muslim di Masjid Agung Demak. Bentuk kegiatannya adalah ziarah ke makam para sultan Kesultanan Demak dan ke makam Sunan Kalijaga.
G. Kerobok Maulid di Kutai dan pawai obor di Manado
Di Wilayah Kedaton Kuta Kartanegara, Provisni Kalimantan Timur, juga dilaksanakan tradisi yang disebut sebagai Kerobok Maulid. Istilah Kerobok Maulid sendiri berasal dari Bahasa Kutai yang mempunyai arti berkerubun atau berkerumun banyak orang. Tradisi Kerobok Maulid bisanya dipusatkan di halaman Masjid Jami’ Hasanuddin, Tenggarong. Tradisi Kerobok Maulid ini diselenggarakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal.
H. Tradisi Rabu Kasan di Bangka
Tradisi Rabu Kasan dilaksanakan di Kabupaten Bangka setiap tahun, tepatnya pada hari rabu terakhir bulan Safar. Hal ini sesuai dengan namanya, yakni Rabu Kasan berasal dari Kara Rabu Pungkasan terakhir. Upacara Rabu Kasan sebenarnya tidak hanya dilakukan di Bangka saja, tetapi juga di daerah lain, seperti di Bogor Jawa Barat dan Gresik Jawa Timur. Pada dasarnya maksud dari tradisi ini sama, yaitu untuk memohon kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari bala’ musibah dan bencana.
I. Dugderan di Semarang
Dugderan merupakan sebuah tradisi yang diadakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1881, sejak masa penjajahan kolonial. Untuk memeriahkan dugderan, biasanya muncul pasar tiban. Pasar ini menawarkan berbagai kuliner, pakaian, mainan, termasuk kerajinan tradisional selama seminggu sebelum bulan suci dimulai.
J. Budaya Tumpeng
umpeng merupakan sajian wajib dalam berbagai acara syukuran, baik itu menyambut kelahiran seseorang, ulang tahun atau acara seremonial lainnya. Olahan baik nasi putih atau kuning ini membentuk kerucut, menyerupai gunung. Budaya di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, sangat menyakralkan kedudukan tumpeng sebagai makanan adat. Hal itu karena unsur-unsur Hindu sangat kental dalam setiap upacara yang menyajikan tumpeng.
Thank you!