Want to create interactive content? It’s easy in Genially!
TEKS HIKAYAT
Martinus Eka Noviawa
Created on January 11, 2023
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Vaporwave presentation
View
Animated Sketch Presentation
View
Memories Presentation
View
Pechakucha Presentation
View
Decades Presentation
View
Color and Shapes Presentation
View
Historical Presentation
Transcript
HIKAYAT
KELAS X
Bacalah teks hikayat di bawah ini
(1) Di sebuah kerajaan bernama Ajam Saukat, Raja Saeful Muluk menikah dengan Putri Sukanda Rum. (2)Namun, karena sang permaisuri tidak memiliki anak, maka sang raja kembali menikah dengan Putri Sukanda Bayang-Bayang. (3) Tidak lama, Putri Sukanda Bayang-Bayang pun melahirkan anak kembar bernama Makdam dan Makdim. (4) Karena takut kehilangan kasih sayang dari sang raja, permaisuri pun berdoa agar mendapat seorang anak laki-laki. (5) Akhirnya, anak tersebut pun lahir dan mendapat nama Jaya Lengkara. (6) Setelah Jaya Lengkara lahir, negeri itu pun menjadi makmur.
(7) Suatu hari, sang raja menyuruh Makdam dan Makdim menanyakan nasib Jaya Lengkara kepada peramal. (8) Peramal tersebut pun mengatakan bahwa Jaya Lengkara akan menjadi raja besar. (9) Merasa iri, Makdam dan Makdim berbohong kepada sang raja. (10) Mereka mengatakan bahwa Jaya Lengkara akan membawa kerajaan kepada kebinasaan. (11) Mendengar hal itu, sang raja pun membuang Jaya Lengkara dan ibunya dari negeri tersebut. (12) Mereka kemudian diselamatkan oleh Naga Guna. (13) Suatu hari sang raja sakit. (14) Penyakitnya tersebut, konon obatnya hanya bunga melati putih. (15) Dengan bersusah payah, Jaya Lengkara mendapat bunga tersebut dari Madinah. (16) Kemudian, dia pun pulang ke Ajam Saukat untuk menyembuhkan sang ayah. (17) Setelah sang ayah sembuh, Jaya Lengkara kembali ke hutan untuk menemui ibunya. (18) Dia diikuti oleh seorang putri Madinah bernama Ratna Kasina. (19) Ratna mengaku tidak tahan selalu diganggu oleh Makdim.(20) Karena hal ini pula Makdam dan Makdim hendak membunuh Jaya Lengkara. (21) Namun, Naga Guna kembali menyelamatkan Jaya Lengkara.
(22) Dia lalu membawa Putri Ratna Kasina dan Jaya Lengkara ke Madinah. (23) Raja Madinah pun gembira karena Jaya Lengkara selamat. (24) Jaya Lengkara kemudian menikah dengan Putri Ratna Kasina dan menjadi Raja Madinah. (25) Karena Jaya Lengkara menikah dengan Putri Ratna Kasina maka Negeri Madinah pun kemudian menjadi kerajaan yang makmur sepanjang masa.
3. Nilai Sosial
Berkaitan dengan tata laku dan interaksi antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari ( nilai sosial berkaitan hub tata laku manusia individu & hub. dengan manusia lain)
Nilai hikayat
4. Nilai Budaya
1. Nilai Religius
Berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, adat, dan hasil karya manusia
Berkaitan dengan ajaran keagamaan, keterkaitan manusia dengan Tuhan sebagai sumber ketenteraman dan kebahagiaan.
5. Nilai Pendidikan
Berkaitan dengan pengajaran atau pengubahan tingkah laku dari buruk ke baik (lihat tabel pada buku cetak halaman 102-103)
2. Nilai Moral
Berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan dan masyarakatnya. Moral yang dimaksud adalah : sikap, keadilan, hormat
Tugas Kognitif : Bacalah hikayat "Bayan Budiman" hal. 90, lalu bacalah cerpen "Merantau"hal. 97. Dari hikayat tersebut buatlah perbandingan unsur intrinsik (Tema, Alur, Tokoh dan Penokohan, Latar, Amanat).
KAIDAH HIKAYAT (YRAMA WIDYA)
3. Majas
A. Majas Antonomasia : majas yang menggunakan kata-kata tertentu sebagai namapanggilan seorang berdasarkan ciri fisikyang menonjildari orang tersebut. Contoh : Si Jangkung
1. Kata Arkais
Kata yang digunakan pada masa lalu dan tidak laxzim ( contoh : anakanda, titah, paduka, seraya)
2. Konjungsi
B. Majas Simile : Majas yang didalamnya terkandung perbandingan yang bersifat eksplisit.
Untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf. Konjungsi yang digunakan adalah pengantar kalimat : kelakian: ketika itu, lalu, kemudian, maka, hatta : lalu, kemudian, sebermula : pada saat itu, awalnya
CIRI - CIRI
1. Menggunakan kata arkais
4. Dalam cerita disajikan kejadian mustahil
2. Bersifat istana sentris
5. Tidak diketahui nama penceritanya/anonim
3. Tokoh cerita memiliki kesaktian
6. Akhir cerita bahagia
Unsur HIKAYAT
Tema : ide yang mendasari cerita
Tokoh : pelaku dalam cerita
Penokohan : cara pengarang menggambarkan watak tokoh (analitik dan dramatik)
Alur : jalan cerita yang disusun berdasarkan sebab dan akibat
Latar : waktu, tempat, suasana dalam cerita
Sudut pandang : posisi pengarang dalam cerita (pada hikayat sudut pandang orang ketiga/serba tahu)
Amanat : pesan yang tersirat pada cerita.
STRUKTUR HIKAYAT
Reorientasi
Berisi pernyataan kesimpulan dari rangkaian peristiwa yang sudah diceritakan. Dapat pula berisi inti cerita dari hikayatnya. Contohnya, dalam Hikayat Bayan Budiman (hlm. 90- 91), reorientasi terletak pada paragraf 10-11.
Orientasi/ Setting
Berisi latar belakang kisah/ peristiwa yang diceritakan. Dapat berupa silsilah keluarga atau biografi tokohnya. Contohnya, dalam Hikayat Bayan Budiman (hlm. 90-91), orientasi terletak pada paragraf 1-3.
Rangkaian Kejadian
Berisi rangkaian peristiwa yang tersusun secara kronologis. Diawali dengan awal mula masalah, konflik, sampai penyelesaian konflik. Contohnya, dalam Hikayat Bayan Budiman (hlm. 90-91), rangkaian kejadian terletak pada paragraf 4-9.
TEKNIK DRAMATIK
VS
- Penggambaran fisik dan perilaku
- Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
- Penggambaran tata kebahasaan tokoh
- Pengungkapan jalan pikiran tokoh
- Penggambaran oleh tokoh lain
tEKNIK ANALITIK
- Karakter tokoh diceritakan secara langsung oleh pengarang
contoh teknik penggambaran karakteristik tokoh
Tata kebahasan tokoh
Namun apa yang diucapkan benar-benar membuat para punggawa kerajaan benar-benar marah
Jalan pikiran tokoh
Analitik
Dalam pikirannya hanya anak gadisnya yang masih mau menyambut dirinya dan mungkin ibunya yang tua renta.
Rajanya yang adil dan bijaksana. Ia bernama Prabu Suwarnalaya.
Penggambaran fisik
Penggambaran oleh tokoh lain
Seperti sedang berkampanye, orang-orang desa itu serempak berteriak-teriak! Mereka juga mengacung-acungkan tangannya.
Putri bungsu paling pandai bercerita, menyanyi, dan menari. Tak jarang ia bertandang ke pendopo sambil membawa anak-aneka oleh-oleh dari hutan. Yang menjengkelkan bagi para dayang yang lain seluruh penghuni pendopo jadi menaruh perhatian kepadanya.
Lingkungan kehidupan tokoh
Di sudut kerajaan selalu ditemukan masjid walaupun ukurannya berbeda-beda.
plot sebagai rangkaian cerita
VS
Raja terperosok ke dalam lubang ketika mengejar rusa. Ia tidak kembali ke istana hari itu juga. Kakinya terluka parah. Ia mencari penduduk yang bisa mengobati lukanya.
Alur sebagai rangkaian cerita
Raja pergi dari istana. Ia pergi ke tengah hutan untuk berburu. Disana, ia beristirahat sebentar, lalu meneruskan perjalanannya mencari rusa.