Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

Angklung Padaeng dalam Perspektif Sosiologi Antropologi

FPSD5 UPI

Created on November 28, 2022

Sebuah Kajian terhadap Angklung Padaeng sebagai Alat Musik dan Karya Musik

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Corporate Christmas Presentation

Snow Presentation

Winter Presentation

Hanukkah Presentation

Vintage Photo Album

Nature Presentation

Halloween Presentation

Transcript

PRESpektif sosiologi antropologi

aNgklung

PAdaENg

Infusi IDCP Musik melalui Model Pembelajaran Musik Angklung Padaeng

Saprudin - 2210104 - SPs Pendidikan SeniSosiologi - Antropologi

Angklung Padaeng

Music Instrument

Musical work

Antopologi

Sosiologi

  • Etimologi
  • Fungsi
  • Perkembangan
  • Karya Musik

Angklung ?

Angklung Padaeng ?

Angklung Padaeng sebagai Alat Musik

Perspektif Antropologi

metode historis

  • Latar Belakang Lingkungan Pendidikan
  • Kompetensi Keahlian
  • Percampuran Budaya
  • Jalan Tengah dalam Konflik
  • Kepribadian Sosial

Latar belakang lingkungan dan Pendidikan berpengaruh pada kepribadian seseorang dalam melakukan sesuatu atau bertindak yang bisa menjadi produk budaya

Edward dalam bukunya Primitive Culture / Edward Burnett Tylor. (p. 512) menyatakan “Kebudayaan atau peradaban dalam pengertian etnografisnya yang luas adalah keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum moral, adat istiadat, serta kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”. (Tylor, 1958)

Hal ini merupakan fenomena antropologi karena, simpulan pengertian antropologi dari beberapa tokoh adalah merupakan suatu studi keilmuan yang mempelajari tentang kehidupan manusia, seluruh aspek kehidupan, dan segala sesuatu yang dikerjakannya.

Kompetensi/ keahlian dan Penggabungan dua budaya, serta Jalan tengah dalam konflik

Akulturasi

Koentjaraningrat dalam Abidin (2021) bahwa “akulturasi, atau acculturation atau culture contact adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur- unsur dari kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.”

Angklung sebagai alat musik tradisional Jawa Barat (dengan susunan nada nada mirip salendro dst.) di ubah susunan nadanya dengan susunan nada musik Barat (diatonis)

Dieter Mack. Diatonis adalah“gerakan/ urutan nada-nada dengan jarak 1 dan setengah (bahasa Yunani: melalui urutan nada)”, salah satu “kelamin” pada musik Yunani disamping kromatik dan enharmonik. Perbedaan berhubungan dengan jenis jarak antar nada-nada. Guido von Arezzo (abad ke 11) merupakan orang yang berjuang agar sistem diatonis menjadi landasan musik gereja dulu”. (Mack, 1995)

Kepribadian positif Daeng Soetigna mempengaruhi juga pada proses penciptaan Angklung hal ini sesesaui dengan apa yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi pada Bab III Kepribadian, terdapa sub judul Unsur-unsur Kepribadian"terdapat a) Pengetahuan; b) Perasaan; c) Dorongan Naluri.

Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa manusia yang sadar, secara sadar terkandung dalam otaknya. Seluruh penggambaran, apersepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi merupakan unsur-unsur “pengetahuan” seorang individu yang sadar.

Dorongan Naluri. Kesadaran manusia mengandung berbagai perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya, melainkan karena sudah ada dalam organismenya, dan khususnya dalam 19 gen-nya sebagai naluri. Kemauan yang sudah merupakan naluri pada manusia inilah yang disebut dengan dorongan (drive). Setidaknya ada paling sedikit tujuh macam dorongan naluri manusia; 1) dorongan untuk mempertahankan hidup; 2) dorongan sex; 3) dorongan untuk mencari makan; 4) dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia; 5) dorongan untuk meniru tingkah-laku sesama; 6) dorongan untuk berbakti; 7) dorongan akan keindahan, dalam arti keindahan bentuk, warna, suara atau gerak..

“Perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai keadaan positif atau negatif. Suatu perasaan yang selalu bersifat subjektif karena ada unsur penilian, biasanya menimbulkan suatu “kehendak” dalam kesadaran individu. Kehendak itu bisa juga positif – artinya individu tersebut ingin mendapatkan hal-hal yang dirasakannya sebagai suatu hal yang akan memberikan kenikmatan kepadanya, atau bisa juga negatif, artinya ia hendak menghindari hal yang dirasakannya sebagai hal yang akan membawa perasaan tidak nikmat kepadanya

IMAGE

Angklung Padaeng dalam Karya Musik

Perspektif Sosiologi

Max Weber : Sosiologi adalah ilmu yang berhubungan dengan pemahaman interorientasi, mengenai tindakan sosial yang berhubungan dengan suatu penjelasan sebab akibat mengenai arah dan konsekuensinya.

Pitirin A. Sorokin: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara macam-macam gejala sosial.

Emile Durkheim: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta-fakta sosial, terkait cara bertindak, berpikir dan perasaan di luar individu yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.

IMAGE

Orkestra Musik Angklung Padaeng

Menurut Spitzer dalam Fu’adi, “’Orkestra’ pada zaman Yunani dan Romawi Kuno merujuk pada tingkatan dasar dari sebuah panggung terbuka. Pada awal abad XVII, area di depan panggung ini biasanya digunakan sebagai tempat para pemain musik untuk mengiringi nyanyian dan tarian. Kemudian pada abad selanjutnya, XVIII, istilah “orkestra” semakin diperluas dengan merujuk pada “tempat khusus bagi para pemain musik” dan selaku bentuk identitas para pemain musik tersebut sebagai bagian dari sebuah ensambel.”

“Ensambel adalah bentuk baku dari ansambel yang berarti “kelompok pemain musik (penyanyi) yang bermain bersama secara tetap.” Sementara “orkestra” berarti sebagai “area yang terletak di depan panggung tempat duduk para pemusik

Kecerdasan Sosial

Siklus Interaksi Sosial

Kecerdasan Intrapersonal dan Kecerdasan Interpersonal

Interaksi Sosial

Nilai Sosial

Teori Perspektif Sosiologi

PROCESs

Kecerdasan Sosial

Silvera, Martinussen, dan Dahl (2001) merumuskan bahwa “kecerdasan sosial merupakan kemampuan untuk memahami orang lain dan bagaimana mereka akan berreaksi dalam situasi sosial yang berbeda

Kecerdasan Interpersonal

kecerdasan membina hubungan baik dengan orang lain dan memahami sesama. Cara mengembangkannya adalah beraktivitas bersama dengan kelompok dan melatih komunikasi atau interaksi dengan seseorang yang baru. Pekerjaan yang akan dihadapkan adalah politikus, guru, actor (Gardner, 2006)

Kecerdasan Intrapersonal

kecerdasan dalam mengenal diri sendiri, menjiwai, dan menggambarkan apa yang di sukai dan tidak diskuai. Cara mengembangkannya adalah disiplin, tanggung jawab dan menanamkan karakter positif (Gardner, 2006)

SECTION

Interaksi sosial

Menurut Gillin dan Gillin dalam Suryadi, interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. (Suryadi et al., 2016).

Robert M.Z. Lawang (dalam Nurani 2013:315) interaksi sosial adalah proses ketika orang-orang yang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam fikiran dan tindakan.(Suryadi et al., 2016)

Gillin dan Gillin dalam Cultural Sociology (1954:489), Soerjono Soekanto menegaskan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar orang orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antar orang perorang dan kelompok manusia. (Suryadi et al., 2016)

Interaksi Sosial

Charles P. Loomis ciri-ciri interaksi sosial, yaitu: 1) Jumlah pelaku lebih dari seorang bahkan lebih; 2) Adanya komunikasi diantara para pelaku dengan menggunakan simbol-simbol; 3) Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama dengan yang diperkirakan oleh para pengamat. Interaksi sosial adalah sebuah proses terjadinya hubungan timbal balik antara individu satu dengan yang lainnya (Sosial et al., n.d.)

Dalam prosesnya akan mengakibatkan hasil yang disebut dengan nilai sosial, seperti yang dikemukakan oleh Andriani, nilai sosial berasal dari proses interaksi antar manusia dan bukan bawaan sejak lahir. Salah satu ciri nilai sosial berasal dari proses interaksi dan bukan bawaan dari lahir. (Sosial et al., n.d.)

Teori Perspektif Sosiologi Musik

menurut Welch bahwa “Perilaku musik yang diamati adalah produk dari antarmuka antara potensi neuropsikobiologis individu dan lingkungan sosial budaya mereka. Antarmuka ini terus-menerus membentuk perkembangan musik dan memfasilitasi transmisi budaya dan transformasi budaya dari genre musik yang dominan. Hasil paradoksnya adalah itu budaya menunjukkan perubahan dan stasis musik bersamaan dengan perilaku musik yang memiliki ciri unik dan umum pada tingkat individu. Artikel ini melatih model multidimensi dari pengaruh perkembangan utama dan mengacu pada data penelitian terbaru memberikan contoh bagaimana pengaruh tersebut dapat menjadi positif atau negatif. (Welch, 2000)

Manifestasi perilaku musik pada setiap usia tertentu, termasuk masa kanak-kanak, terletak pada hubungan antara tiga elemen generatif, yaitu (i) sifat keseluruhan dan sejarah perkembangan individu dari anatomi/fisiologi manusia kita, (ii) konteks sosial-budaya2, dan (iii) musik (bagaimanapun didefinisikan) (Welch, 2000)

simpulan

Angklung Padaeng

Angklung Padaeng sebagai alat tercipta karena berbagai hal yang memperngaruhi ide dan gagasannya. latar belakang pendidikan, lingkungan, situasi dan kosndidi pada saat itu merupakan hal utama sehingga mendorong pribadi untuk melakukan sesuatu hal yang baik, selain mengangkat citra dan martabat seni budaya, juga sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya, dan dapat berkontribusi terhadap dunia pendidikan, kemasyarakatan kebudayaan dan kehidupan sosial. Angklung Padaeng sebagai karya musik, dapat menggambarkan kehidupan sosial bermasyarakat, berorganisasi. setiap individu memiliki tugas, tanggungjawab, toleransi, dan disiplin untuk bekerjasama alam pencapaian tujuan bersama. proses itu bisa dilakukan jika semua pihak dapat berinteraksi diantara sesamanya.

Daeng Soetigna(13 Mei 1908 - 8 April 1984)

THANKS!

THANKS!

next social values