Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

UNI EDUCATION PRESENTATION

MUHAMMAD FATTAH IRIANSYAH

Created on November 8, 2022

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Audio tutorial

Pechakucha Presentation

Desktop Workspace

Decades Presentation

Psychology Presentation

Medical Dna Presentation

Geometric Project Presentation

Transcript

MERANCANG 5 Presentation

MUHAMMAD FATTAH IRIANSYAH 1603190026

PENDAHULUAN

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 187 A Kelurahan Kebon Lega Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Mempunyai luas tanah 49.825 m², dan luas bangunan 6.696 m², terdiri dari 7 (Tujuh) blok hunian, dengan kapasitas hunian 1133 orang, sebelumnya terletak di Jalan Banceuy No. 8 Bandung. Banceuy melekat pada nama Lembaga Pemasyarakatan ini karena nilai historisnya, pada saat itu mantan Presiden Soekarno pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy (LAPORAN PROFILING LAPAS KELAS IIA BANCEUY BANDUNG TAHUN 2022, n.d.). Di dalam luas tanah 49.825 terdapat gedung teknis yang berukuran 822 m2 yang masih perlu dilakukan perancangan ulang. Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat pembinaan dan kantor pengelolaan WBP, yang terdiri dari beberapa bangunan diantaranya kantor utama, ruang kepala lapas, ruang rapat dan ruang staf kalapas. Adapula bangunan kantor teknis, ruang penjagaan, ruang kepala kesatuan pengamanan lapas, ruang kepala staf keamanan, ruang blok hunian WBP dan kantin. Kerusuhan yang kerap terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas) kian meningkat dikarenakan perketatan peraturan masih rendah, SDM yang minoritas membuat hal tersebut kian marak terjadi, penerapan interior yang kurang tepat tidak disesuaikan dengan struktur bangunan sehingga menyebabkan adanya kerusakan pada material yang digunakan, dalam tata kelola pembagian ruangan masih belum stabil sehingga menyebabkan terjadinya kelebihan kapasitas yang dapat berdampak negatif terhadap pembinaan WBP. Kapasitas berlebih sederhananya dapat disebabkan oleh tingginya jumlah narapidana yang masuk yang tidak berbanding lurus dengan kapasitas Lembaga Pemasyarakatan, besaran jumlah narapidana yang masuk dengan jumlah narapidana yang keluar sangat tidak berimbang, jumlah narapidana baru jauh melebihi jumlah masa pidana penjaranya, dengan adanya hal tersebut pada lembaga pemasyarakatan yang penuh sesak telah menjadi permasalahan yang kian berlarut-larut serta menimbulkan banyak dampak baik terhadap para narapidana maupun negara.(Panunggal & Darwin, 2019)

PERMASALAHAN

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2022 mendapatkan hasil bahwa Lembaga Pemasyarakatan Banceuy memiliki 26 ruang dengan bangunan utama terdiri atas 5 ruangan, bangunan teknis terdiri dari 10 ruangan, blok hunian WBP terdiri dari 8 blok diantaranya blok a, b, c, d, e, mapenaling dan rumah sakit berisi pengguna sebanyak 20 orang, cell 3 orang pada setiap ruangannya dari jumlah total pengguna 1009, dan 3 ruangan kantin yang berada di antara blok b, c, dan d.

Kurangnya penghawaan buatan berupa AC (Air Conditioner) yang membuat pegawai merasa pengap ketika berada di ruangan sehingga dapat dihitung dengan perhitungan kasar dalam bangunan kantor 5.000-8.400 KJ/hari m2 (Neufert & Tjahjadi, 1996). Belum tertatanya bangunan lantai 2

Ruang kunjungan yang kurang berkesan kekeluargaan dan kaku hal ini didasarkan dengan hasil survey pengunjung melalui kuesioner daring yang dibagikan, kemudian penataan organisasi ruang yang tidak teratur membuat kondisi ruangan terlihat padat dan sesak diisi hampir semua karyawan dari berbagai divisi. Berubahnya alur pekerjaan merupakan salah satu masalah dimana karyawan harus berpindah tempat sehingga ruangan menjadi kurang kondusif tidak mempresentasikan Lembaga Pemasyarakatan sebagai kantor pengelola administrasi WBP (Ali Hanafi & Desain Fakultas Seni Rupa, 2020).

sirkulasi gerak pengguna ruang terlalu sempit yaitu ±90 cm dengan jumlah pegawai setiap ruang mencapai 5-15 orang yang seharusnya standar ukuran sirkulasi gerak berkelompok pengguna ruang yaitu 187,5 cm. Tidak tersedianya musholah, sebagian pegawai merasa kurang nyaman dengan tidak adanya mushola karena dianggap kurang khusyu jika melakukan ibadah di ruangan staf maka diperlukan musholah dengan ukuran 250 cm x 400 cm untuk tiga shaf dengan ukuran 87,5 cm per orang (Neufert & Tjahjadi, 1996).

KAJIAN LITERATUR

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 187 A Kelurahan Kebon Lega Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Mempunyai luas tanah 49.825 m², dan luas bangunan 6.696 m², terdiri dari 7 (Tujuh) blok hunian, dengan kapasitas hunian 1133 orang, sebelumnya terletak di Jalan Banceuy No. 8 Bandung. Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat pembinaan dan kantor pengelolaan WBP, yang terdiri dari bangunan kantor teknis, ruang penjagaan, ruang kepala kesatuan pengamanan lapas, ruang kepala staf keamanan, ruang blok hunian WBP dan kantin.(LAPORAN PROFILING LAPAS KELAS IIA BANCEUY BANDUNG TAHUN 2022, n.d.)

Menurut W. Glenn Howard and Edward Masonbrink (1963) “Kantor merupakan pusat kegiatan administrasi yang berfungsi sebagai ruang bekerja maupun belajar, suatu ruang rapat, ruang penerangan, suatu pusat pemberian pelayanan, suatu ruang perjamuan dan juga dapat dijadikan sebagai lambang dari kedudukan. Kantor merupakan suatu tempat atau ruang yang memiliki fungsi utama untuk bekerja dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas-fasilitas pendukung di dalamnya

Lembaga Pemasyarakatan adalah institusi sosial yang sudah berusia tua. Keberadaannya seiring dengan terbentuknya dan berkembangnya masyarakat. Oleh karena itu, eksistensi lembaga ini sangat tergantung kepada perkembangan masyarakat. Semakin berkembang suatu masyarakat, akan semakin rumit pula bentuk lembaga pemasyarakatan.

Desain interior adalah sebuah perencanaan tata letak dan perancangan ruang dalam di dalam bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan naungan dan perlindungan, mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan gagasan yang menyertai tindakan kita. Di samping itu, sebuah desain interior juga mempengaruhi pandangan, suasana hati dan kepribadian kita. Oleh karena itu tujuan dari perancangan interior adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior

PENDEKATAN

Definisi psikologi ruang menurut Sally Augustin dalam Place Advantage : Applied Psychology for Interior Architecture (2009:30), memproses informasi yang didapatkan dari dunia sekitar kita merupakan sesuatu hal yang penting dimana informasi yang dimaksud merupakan proses dari indera manusia. Ruang menjadi salah satu aspek lingkungan yang sering ditempati oleh manusia dimana ruang memengaruhi manusia tersebut baik secara emosional maupun tingkat rasional. Hal tersebut memengaruhi manusia dari skala tindakan satu ke tindakan lainnya dimana tindakan tersebut terjadi karena efek psikologis dari ruang yang ditempatinya.

Konsep green design merupakan suatu rancangan desain bangunan yang menonjolkan bentuk kelestarian ekosistem antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Manusia sebagai pengolah atau yang memanfaatkan sumber daya dari alam juga tidak boleh secara berlebihan dalam penerapan pada desain bagunan tersebut sehingga tidak menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan. Konsep green design ataupun yang di kenal dengan sebutan bangunan Sustainable juga merupakan salah satu bentuk wujud implementasi konsep pembangunan berkelanjutan yang merupakan bangunan ramah lingkungan. Bangunan ramah lingkungan yang merujuk pada suatu tatanan pembangunan yang memanfaatkan proses-proses ramah lingkungan dan dalam penerapannya mengadopsi sumber daya secara efisien sepanjang siklus hidup bangunan tersebut.(Ramadhani, 2020)

Penerapan psikologi dalam interior kantor menurut Sally Augustin dalam Place Advantage : Applied Psychology for Interior Architecture (2009:191), ruang kerja merupakan tempat dimana pekerjaan harus diselesaikan (dan diharapkan selesai dengan baik). Bentuk fisik pada ruang kerja dapat membuat kemungkinan lebih atau kurang dari apa yang akan terjadi. Ketika seseorang puas dengan tempat kerjanya, mereka akan cenderung lebih puas dengan hasil pekerjaannya

• Kasubsi Pelaporan & tata tertib

KESIMPULAN STUDI BANDING

• Kasubsi Keamanan

Pada studi banding dapat di tarik kesimpulan bahwa antara projek pilihan dan studi banding, memiliki perbedaan yang lebih condong ke studi banding seperti penataan ruang yang lebih baik memiiliki sirkulasi yang luas, pencahayaan yang lebih baik dari segi pencahayaan alami maupun buatan, adanya penghawaan buatan di setiap ruang. pada material seperti dinding, lantai plafon memakai material yang sama, begitu pula dengan bentuk furniture yaitu geometris persegi panjang

Ruang kplp dan staf

THANK YOU