Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

Analisis Novel Tentang Kamu - Tere Liye

Yusuf Musyaffa

Created on October 30, 2022

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Smart Presentation

Practical Presentation

Essential Presentation

Akihabara Presentation

Pastel Color Presentation

Visual Presentation

Relaxing Presentation

Transcript

“Jika berkata jujur akan membuat empat orang jahat terbunuh mengenaskan, sedangkan berbohong akan membuatnya selamat, maka pilihan apa yang akan Anda ambil?” (h. 8)

“‘... aku bahkan bersedia memilih mati bersama dengan empat orang jahat itu demi menegakkan kebenaran.’” (h. 512)

Analisis Novel

Tentang Kamu-tERE LIYE

Fatih Muhammad Hakim (10)Yusuf Musyaffa (29)

Identitas Novel

Judul Novel : Tentang Kamu Pengarang : Tere Liye / Darwis Penerbit : Republika Tahun Terbit : 2016 Juml. Halaman : 524

Sinopsis [1]

Zaman Zulkarnaen, seorang lawyer muda dari Firma Hukum Thompson & Co. yang ditunjuk untuk mencari pewaris yang sah dari warisan senilai satu miliar poundsterling (19 triliun rupiah) milik Sri Ningsih, wanita tua di panti jompo berusia 70 tahun.

Next

Sinopsis [2]

Dengan bantuan buku diary tipis dan sebuah kotak tua berisi surat-surat lama milik Sri dan sahabat baiknya, Zaman berkelana ke 3 negara di 2 benua untuk menuntaskan kasus waris itu. Zaman membuka lembaran kehidupan Sri yang penuh warna dan naik-turun bagai roller coaster. Liku-liku kehidupan serta misteri lainnya, satu demi satu terkuak. Kebahagiaan kemudian kesedihan. Kesetiaan untuk kemudian penghianatan.

Next

Sinopsis [3]

Hingga pada akhirnya, jawaban atas kasus warisan tersebut ternyata sangat dekat dengan Zaman. Di bagian tersembunyi dari kotak tua, surat wasiat itu berada—jawaban yang selama ini dicari Zaman.

Next

01

UNSUR INTRINSIK

Tema Novel

Keteguhan & ketegaran dari seorang wanita dalam menghadapi cobaan yang bertubi-tubi menghampirinya tanpa mengeluh dan berputus asa.

Latar Tempat [1]

1) Pulau Bungin, Sumbawa Besar, Indonesia

  • “Pesawat jet pribadi … itu mendarat mulus di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sumbawa Besar.” (h. 60)
  • “hari kedua di Pulau Bungin.” (h. 61)

Pulau Bungin

Next

Latar Tempat [2]

2) Belgrave Square, London

  • “Pukul 07.30, masih sangat pagi untuk jalanan di Belgrave Square, London.” (h.1)
3) Paris, Perancis–La Cerisaie Maison de Retraite (panti jompo)
  • “... entah bagaimana caranya, terselip di sana, La Cerisaie Maison de Retraite, panti jompo.” (h. 24)
4) Quay d’Orsay, Paris
  • “... mobil limusin tiba di Quay d'Orsay. Itu kawasan elit di Paris,” (h. 24)

Next

Latar Waktu

1961

1965

1967

1981

1984

“Itu tinggal hitungan bulan dari meletusnya pemberontakan besar akhir September 1965,” (h. 181)

“... awal tahun 1967, Sri memutuskan pamit…” (h.199)

“Tanggal 29 Juli 1981.” (h. 332)

“Akhir tahun 1984, di penghujung musim gugur, Sri dan Hakan menikah.” (h. 371)

Pagi Hari

“Pagi di tahun 1961.” (h. 153)

Latar Suasana

1) NGERI & MENAKUTKAN:

  • “Kengerian di sekitar kampung mulai menguar. Teriakan-teriakan garang penuh ancaman kematian terdengar di luar. Kosa kata(?) menakutkan semakin sering diucapkan massa.” (h. 189)
  • “Pukul tujuh malam kompleks madrasah seperti ladang kengerian, darah membanjiri masjid, asrama, jalan, hingga lapangan madrasah. Tubuh murid bergelimpangan.” (h. 192)
  • “Darah menggenang di ruang depan rumah Kiai Ma’sum,” (h. 194)
2) LENGGANG:
  • “Pukul delapan malam, di tengah suasana kampung yang lenggang–” (h. 193)

+ info

Next

Alur Novel = Campuran

02

03

01

Proses pencarian ahli waris—mengeduk kehidupan Sri di masa lalu (kilas balik/flashback)

Keadaan berlanjut setelah surat wasiat ditemukan.

Pengenalan tokoh Zaman dan konflik utama.

Next

Tokoh & Penokohan [1]

Pantang menyerah “Zaman juga kecewa, tapi dia harus terus maju,” (h. 63) Rela berkorban “...aku bahkan bersedia memilih mati bersama dengan empat orang jahat itu demi menegakkan kebenaran.” (h. 512)

Zaman Zulkarnaen

Rajin beribadah“... dia amat religius. Rajin beribadah, rajin membaca kitab sucinya.” (h. 30) Berbakat “Sri amat berbakat dalam bahasa, …, selain menyetir mobil” (h. 165)

Next

Sri Ningsih

Tokoh & Penokohan [2]

vs

Nur'aini

Sulastri

Ringan tangan“Tidak apa. Aku akan memberikan pakaianku kepadamu, Sri. Rasa-rasanya ukuran kita sama.” (h. 156)

Penghianat“‘... wanita itu bernama Sulastri. … mengkhianati sahabat baiknya…’” (h. 151)

Sudut Pandang Penulis

Orang Ketiga Serbatahu

“Jika mengikutkan suasana, melihat wajah Maximillien yang ngotot, Zaman hampir tertawa. Tapi dia segera menutup mulut, itu tidak sopan.” (h. 31)

1) Menggunakan majas metafora

Gaya

“Pak Tua terkekeh, ‘Seperti santan, semakin tua jiwa pelautku semakin kental, Nak…’.” (h. 65)

Bahasa [1]

Next

Gaya Bahasa [2]

2) Menggunakan bahasa Betawi“‘Iya. Aye ingat banget, Februari tahun 1970, banjir sampe dua meter di Sudirman ama jembatan Semanggi.’” (h. 223)3) Menggunakan bahasa Polandia“‘Obawiam się, że będzie żyć na ulicy.’” (h. 317)

Next

AMANAT

~Jangan terjebak dengan masa lalu yang kelam~

“‘... Aku tidak pernah melihat wanita sekokoh Sri Ningsih, yang bisa memeluk kejadian semenyakitkan apa pun. Tidak membenci, tidak memendam…’” (h. 151)

02

UNSUR EKSTRINSIK

Nilai Budaya

  • “... Sri Ningsih bersama murid-muridnya yang mengenakan kostum tari tradisional berfoto di depan piramida Mesir…” (h. 39)
  • “Rumah Pak Tua adalah salah satu rumah panggung terbaik di pulau. … Atap rumahnya sirap kalimantan, dengan parabola besar di atasnya.” (h. 64 & 65)
  • “‘Sebagai hiburan malam ini, mari kita sambut ludruk dengan lakon Matine Gusti Allah.’” (h. 183)

Next

Ilustrasi Ludruk

Nilai Politik-Sejarah

“Itu tinggal hitungan bulan dari meletusnya pemberontakan besar akhir September 1965, saat kelompok yang menamakan dirinya Partai Komunis indonesia (PKI) berusaha habis-habisan menyusun rencana mengambil-alih kekuasaan yang sah.” (h. 181)

Nilai Moral

LIE

“Tapi, Sri tidak pernah berbohong dalam hidupnya, dan dia tidak akan tergoda untuk mulai berbohong.” (h. 199)

Next

Pandangan Pengarang Tentang Latar Sosial

Tokoh Sri Ningsih mengalami banyak kekerasan, terutama kekerasan psikis oleh ibu tirinya yang menganggap dirinya anak terkutuk. Keadaan seperti itu, oleh Sri Ningsih direspon dengan memaafkan semua orang yang menyakitinya, bersedia mengalah, dan menelan seluruh kepedihan yang dilakukan orang lain terhadapnya. Akan tetapi, bagi tokoh lain, tidak sepenuhnya seperti itu.

Terima Kasih!