Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

HISTORY PRESENTATION III

Xgoyy

Created on September 30, 2022

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Vaporwave presentation

Animated Sketch Presentation

Memories Presentation

Pechakucha Presentation

Decades Presentation

Color and Shapes Presentation

Historical Presentation

Transcript

biografi

Mas tirtodarmo HARYONO sebagai tokoh revolusi

start

mas tirtodarmo haryono

adalah salah satu pahlawan revolusi indonesia yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI

biodata

Mas Tirtodarmo Harjono lahir pada tanggal 20 Januari 1924 di Surabaya, Jawa Timur Meninggal pada 1 Oktober 1965 (umur 41) Lubang Buaya, Jakarta pada persitiwa G30S PKI Penghargaan sipil :Pahlawan Revolusi - KPLB Anumerta

patung sura lan boyo

Hollandsch-Inlandsche School Sekolah Dasar

pendidikan

Europeesche Lagere School Sekolah Dasar Belanda

HBS Hogere Burgerschoolsmp & sma

Geneeskundige Hogeschool Perguruan Tinggi Kedokteran

gelar

Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi dengan SK Presiden/Pangti ABRI/KOTI No. lll/KOTI/1965. Ditetapkan menjadi Letnan Jenderal TNI Anumerta dengan SK Presiden/Pangti ABRI/KOTI No. I IO/KOTI/1965.

masa muda

M.T. Haryono dilahirkan sebagai putera seorang B.B.( Pamong Praja ) Kalangan B.B. pada waktu itu mempunyai kedudukan yang istimewa di antara pegawai-pegawai Belanda lainnya. Hanya B.B. lah yang di samping kedudukan istimewanya biasanya juga mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai di Perguruan Tinggi. Karena nasionalisme itu boleh dikata timbul dan berkembang di antara orang-orang terpelajar, maka tidaklah mengherankan kalau putera-putera orang-orang B.B. ini tidak sedikit yang menjadi penggerak dan pemimpin nasionalisme, misalnya R.A. Kartini, Dewi Sartika, dr. Sutomo. Mr. Sartono, dan lain lain. Demikian halnya kelak dengan M.T. Haryono.

bag I

bag II

Pada masa kecilnya M.T. Haryono hidup sebagai putera seorang jaksa di Sidoarjo. Ketika umur empat tahun ayahnya diangkat menjadi wedana di Kertosono dan mereka pindah ke kota itu.

Sebagai pemuda pelajar ia suka berolahraga. Ia suka atletik, tenis dan baseball. Hanya dalam masa libur ia pulang ke orang tuanya yang sejak tahun 1939 telah dipindahkan menjadi wedana di Gorang-Gareng, Mangetan, Madiun.

kekeluargaan

istri

anak anak

Ia telah menjatuhkan pilihannya kepada Mariatni, seorang puteri Mr. Besar Martokusumo yang berdomisili di Jakarta. Pertunangannya dirayakan pada tanggal 2 Juli 1950.

Ia mempunyai lima orang anak. Dua orang anak yang tertua lahir di Den Haag waktu ia menjabat Atase Nliliter di Negeri Belanda. Yang sulung bernama Bob Haryanto dan yang kedua Haryanti Mirya, seorang puteri. Anak yang ketiga, Rianto Nurhadi, yang keempat, Adri Prambanto. dan yang kelima, Endah Marina, seorang puteri, Iahir di Indonesia.

kekeluargaan

istri

anak anak

Ia mempunyai lima orang anak. Dua orang anak yang tertua lahir di Den Haag waktu ia menjabat Atase Nliliter di Negeri Belanda. Yang sulung bernama Bob Haryanto dan yang kedua Haryanti Mirya, seorang puteri. Anak yang ketiga, Rianto Nurhadi, yang keempat, Adri Prambanto. dan yang kelima, Endah Marina, seorang puteri, Iahir di Indonesia.

Ia telah menjatuhkan pilihannya kepada Mariatni, seorang puteri Mr. Besar Martokusumo yang berdomisili di Jakarta. Pertunangannya dirayakan pada tanggal 2 Juli 1950.

1965

perjuangan

Dengan kepintarannya berbahasa, dia dapat meyakinkan lawan bicaranya yang sangat dibutuhkan dalam perjuangan. Bukan hanya di medan perang, melainkan juga di meja diplomasi. Letjen MT Haryono menguasai tiga bahasa yang membuatnya ahli dalam perundingan. Saat periode pendudukan Jepang dia mengikuti pelajaran pada Ika Dai Gaku (Sekolah Kedokteran) di Jakarta. Pada masa Proklamasi Kemerdekaan Haryono ikut bergabung dalam TKR dengan pangkat Mayor Karena pandai berbahasa Belanda, lnggris dan Jerman, MT Haryono ikut dalam berbagai perundingan antara Indonesia dan Belanda atau Indonesia dengan lnggris. Tidak hanya itu, dia juga memiliki perawakan yang tenang serta pembawaan bersahaja, membuat dirinya sebagai aset utama Indonesia dalam berunding. Salah satu perundingan termashyur yang melibatkan peran MT Haryono yakni Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949. Dia ketika itu menjabat posisi sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.

1965

kematian

Haryono mencoba untuk merebut senjata prajurit, namun gagal dan berlari keluar dari pintu dalam kebingungan. Dia ditembak mati oleh ledakan dari senjata, diseret melalui kebun, dan tubuhnya dibawa ke salah satu truk yang menunggu. Tubuhnya dimasukkan ke dalam truk dan dibawa ke Lubang Buaya, markas pemberontak di selatan pinggiran Jakarta, Jenazahnya disembunyikan di sumur bekas bersama dengan mayat para jenderal dibunuh lainnya. Seluruh mayat ditemukan pada 4 Oktober dan para jenderal diberi pemakaman kenegaraan. Haryono dimakamkan dengan rekan-rekannya di Taman Makam Pahlawan di Kalibata pada tanggal 5 Oktober. Pada hari yang sama, atas perintah Presiden Soekarno, ia secara anumerta dipromosikan dan menjadi Pahlawan Revolusi.

Dini hari pada tanggal 1 Oktober 1965, anggota Tjakrabirawa, yang menyebut diri mereka adalah Gerakan 30 September, mendatangi rumah Haryono di Jalan Prambanan No 8. Istrinya terbangun oleh sekelompok orang yang mengatakan bahwa suaminya telah dipanggil oleh Presiden Sukarno. Mrs Haryono kembali ke kamar tidur mengunci pintu di belakangnya dan mengatakan suaminya apa yang terjadi. Dia mengatakan kepadanya untuk tidak pergi dan memberitahu para pasukan untuk kembali pada pukul 8:00. Namun, Haryono curiga dan mematikan lampu memberitahu istrinya untuk pindah bersama anak-anak mereka ke kamar sebelah. Tjakrabirawa kemudian melepaskan tembakan melalui pintu kamar tidur terkunci dan Haryono melompat ke lantai. Ia bersembunyi untuk menunggu penyerang pertama yang masuk ke kamar tidur membawa kertas pembakaran untuk cahaya. dipromosikan dan menjadi Pahlawan Revolusi.

thanks!