PRESENTASI
Tugas Kelompok Organ pada tumbuhan
MULAI
ISI
Anggota kelompok
daun
AKAR
tudung akar
epidermis
tentang organ pada tumbuhan
Epidermis
mesofil
korteks
jaringanpengangkut
batang
endodermis
epidermis
jaringan penguat
stele
korteks
stele
jaringan sekretori
Anggota kelompok
03
02
01
zahra septiani
Devita wiria putri
regina
05
06
04
muhammad ramadhan
yanti rukmana
Daffa' raihandi
Sedikit tentang organ pada tumbuhan
Organ merupakan kumpulan dari beberapa jaringan yang memiliki tujuan atau peranan tertentu dalam tubuh. Organ pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi organ vegetatif dan organ generatif. Organ vegetatif, yaitu akar, batang, dan daun. Organ generatif, yaitu bunga, buah, dan biji.
AKAR
Berdasarkan asalnya, akar dibedakan menjadi dua macam, yaitu akar primer (akar normal) dan akar liar. Akar primer tumbuh sejak embrio hingga tumbuhan mati, berfungsi menegakkan tumbuhan serta menyerap air dan garam-garam mineral. Akar liar muncul dari batang, daun, dan jaringan lainnya, dapat bersifat permanen atau temporer, serta dapat tumbuh mencapai tanah atau tidak sampai menyentuh tanah. Akar liar berfungsi menyerap air atau mengalami modifikasi menjadi organ untuk merayap, menopang, dan sebagai haustoria (akar pada tumbuhan parasit). Secara umum, akar terdiri atas tudung akar, epidermis, korteks, endodermis, dan stele.
TUDUNG AKAR
TUDUNG AKAR
Tudung akar terdapat pada ujung akar, berfungsi melindungi promeristem dan membantu penetrasi akar yang tumbuh ke dalam tanah. Tudung akar tersusun dari sel-sel parenkim yang hidup dan terkadang mengandung pati.
EPIDERMIS
EPIDERMIS
Epidermis akar disebut juga epiblem atau lapisan pilifer. Epidermis terdiri atas sel-sel yang berdinding tipis dan tidak mengandung kutikula. Sel-sel epidermis di daerah dekat ujung akar akan berkembang menjadi rambut-rambut akar. Rambut akar tersusun dari satu sel yang memanjang, berfungsi untuk absorpsi air dan garam mineral, serta menguatkan posisi tumbuhan pada tanah. Epidermis pada akar yang sudah dewasa akan mengalami kerusakan, fungsinya digantikan oleh eksodermis (lapisan terluar korteks).
KORTEKS
KORTEKS
Korteks tersusun dari sel-sel parenkim yang kadang kala mengandung karbohidrat atau kristal. Dinding sel pada lapisan terluar korteks mengalami penebalan oleh zat suberin dan berdiferensiasi menjadi eksodermis. Sementara itu, lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi endodermis.
ENDODERMIS
ENDODERMIS
Endodermis akar terdiri atas satu lapis sel yang struktur dan fungsinya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya. Dinding sel endodermis akar dapat mengalami penebalan berbentuk titik-titik/pita Caspary atau berbentuk seperti huruf U oleh zat suberin, kutin, lignin, atau selulosa. Namun, di antara sel-sel ada yang tidak mengalami penebalan, yang disebut sel peresap.
STELE (SILINDER PUSAT)
STELE (SILINDER PUSAT)
Stele akar merupakan bagian tengah dari akar yang terletak di sebelah dalam endodermis. Stele terdiri atas perisikel, berkas pembuluh, dan parenkim. Perisikel dapat tumbuh ke arah samping membentuk cabang akar (akar lateral). Sistem berkas pengangkut tersusun dari jari-jari xilem (trakea) yang jumlahnya bervariasi, berselang-seling dengan floem. Xilem membentuk sumbu sentral yang di bagian tengahnya terisi oleh sel-sel parenkim. Sel-sel parenkim yang terdapat di antara xilem dan floem disebut jaringan konjungtif.Struktur akar dikotil dan monokotil memiliki perbedaan, yaitu pada akar tumbuhan dikotil tidak memiliki parenkim sentral tetapi terdapat kambium di antara xilem dengan floem (tipe kolateral terbuka), sedangkan pada tumbuhan monokotil memiliki parenkim sentral tetapi tidak ditemukan kambium (tipe kolateral tertutup). Parenkim sentral pada tumbuhan monokotil akan berkembang dengan baik, bahkan dapat berkembang menjadi sklerenkim.
BATANG
Batang merupakan bagian tumbuhan yang terletak di atas permukaan tanah, berfungsi menopang daun, bunga, dan buah. Bagian batang tempat munculnya daun disebut buku (nodus). Bagian antara dua buku disebut ruas (internodus). Panjang ruas beragam pada spesies tumbuhan yang berbeda. Pada setiap buku terdapat daun yang berjumlah satu, dua, atau lebih. Susunan daun (filotaksis) berbeda-beda, ada yang berhadapan (dua daun) atau terpusat (lebih dari dua daun).
EPIDERMIS
EPIDERMIS
Epidermis batang terdiri atas satu lapis sel-sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding sel bagian luar mengalami penebalan dari zat kutin. Beberapa jenis tumbuhan memiliki hipodermis yang terletak di sebelah dalam epidermis. Epidermis batang memiliki berbagai macam modifikasi, yaitu stomata, trikoma, sel silika, dan sel gabus. Stomata kelak akan berkembang menjadi lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas dan penguapan.
ENDODERMIS
ENDODERMIS
Endodermis akar terdiri atas satu lapis sel yang struktur dan fungsinya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya. Dinding sel endodermis akar dapat mengalami penebalan berbentuk titik-titik/pita Caspary atau berbentuk seperti huruf U oleh zat suberin, kutin, lignin, atau selulosa. Namun, di antara sel-sel ada yang tidak mengalami penebalan, yang disebut sel peresap.
KORTEKS
KORTEKS
Korteks tersusun dari parenkim, kolenkim, sklerenkim yang berupa serabut dan sklereid, serta idioblas (sel-sel yang bentuk dan fungsinya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya). Beberapa jenis tumbuhan memiliki parenkim korteks yang mengandung klorofil yang disebut klorenkim, sehingga mampu berfotosintesis. Bagian korteks yang paling dalam disebut floetherna. Pada batang dikotil muda lapisan floetherna berisi zat tepung yang disebut sarung tepung. Floetherna dapat mengalami penebalan membentuk pita Caspary yang disebut lapisan endodermis. Pada tumbuhan sukulen yang tumbuh di padang pasir (golongan kaktus atau Cactaceae), terdapat jaringan penyimpan air pada korteks dan empulurnya.
STELE (SILINDER PUSAT)
STELE (SILINDER PUSAT)
Stele terletak di sebelah dalam endodermis. Stele terdiri atas perikambium (perisikel), parenkim, berkas pengangkut, dan empulur (pitb) Empulur merupakan bagian terdalam dari batang tumbuhan berpembuluh, yang memiliki karakteristik parenkim. Jaringan empulur muda berwarna putih atau cokelat pucat, dan menjadi gelap jika sudah tua. Empulur juga terdapat di sekitar berkas pengangkut, berbentuk seperti jari-jari, sehingga disebut jari-jari empulur. Empulur biasanya berupa jaringan lunak agak kering, terkadang memiliki rongga berukuran kecil. Pada beberapa tumbuhan, seperti rumput-rumputan dan bambu, empulur membentuk rongga memanjang berisi udara. Pada pohon sagu, empulur mengandung pati.
DAUN
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang berperan sebagai pabrik pengolah makanan bagi sebagian besar tumbuhan. Daun dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu dorsiventral dan isobilateral. Daun tipe dorsiventral memiliki jaringan tiang (palisade) hanya pada sisi atas daun, sehingga permukaan atas daun tampak lebih cerah daripada permukaan bagian bawahnya. Daun dorsiventral biasanya tumbuh horizontal, dan terdapat pada hampir semua daun tumbuhan dikotil. Daun tipe isobilateral memiliki struktur yang seragam antara permukaan atas dan bawahnya. Daun isobilateral tumbuh vertikal sehingga kedua permukaan daun dapat menerima intensitas cahaya matahari yang sama. Daun jenis ini terdapat pada hampir semua daun tumbuhan monokotil dan beberapa jenis dikotil.
EPIDERMIS
EPIDERMIS
Epidermis daun terdapat di permukaan atas dan bawah, biasanya terdiri atas selapis sel, tetapi ada pula yang terdiri atas beberapa lapis sel (epidermis ganda), misalnya pada daun Ficus sp., Nerium sp., dan Piper sp. Sel epidermis tidak mengandung klorofil, kecuali pada sel penutup stomata dan sel epidermis daun tumbuhan yang berada di dalam air. Dinding sel epidermis daun mengalami penebalan yang tidak merata, sel yang menghadap ke luar memiliki dinding sel yang lebih tebal. Penebalan dinding sel diakibatkan oleh lignin dan kutin yang membentuk lapisan kutikula, terkadang terdapat lapisan lilin di atas lapisan kutikula tersebut. Stomata sebagai modifikasi epidermis, dijadikan sebagai salah satu indikator untuk membedakan tipe daun. Jika terdapat stomata pada bagian atas dan bawah daun, disebut tipe amfistoma. Jika stomata hanya terdapat pada bagian bawah daun, disebut tipe hipostoma. Sementara itu, jika stomata hanya terdapat pada bagian atas daun, disebut tipe epistoma. Pada tumbuhan air yang terapung, stomata terdapat hanya di bagian atas daun (tipe epistoma).
MESOFIL
Mesofil terdapat di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang (parenkim palisade) dan jaringan bunga karang (parenkim spons). Jaringan palisade tersusun dari selapis atau lebih sel-sel yang berbentuk silindris, tersusun rapat, dan banyak mengandung klorofil sehingga sangat efisien untuk fotosintesis. Daun yang terkena cahaya matahari secara langsung akan memiliki palisade yang lebih padat dibandingkan dengan daun yang berada di tempat teduh. Jaringan bunga karang tersusun dari sel-sel yang bentuknya tidak teratur, berdinding tipis, mengandung lebih sedikit klorofil daripada jaringan palisade, dan memiliki ruang antarsel yang besar untuk pertukaran gas. Pada daun tumbuhan rumput-rumputan, mesofil tidak berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang, tetapi terdiri atas sel-sel parenkim yang struktur dan ukurannya sama.
JARINGAN PENGANGKUT
JARINGAN PENGANGKUT
Jaringan pengangkut pada daun berupa tulang daun. Tulang daun pada tumbuhan dikotil terdiri atas satu tulang utama yang bercabang-cabang membentuk jala, sedangkan tulang daun tumbuhan monokotil berderet sejajar sumbu daun dan dihubungkan oleh berkas pengangkut kecil. Di dalam berkas pengangkut, xilem selalu berada di atas floem atau berada di sebelah dalam, sedangkan floem berada di sebelah luar karena tulang daun merupakan kelanjutan dari tangkai daun yang berasal dari batang. Sel-sel yang mengelilingi berkas pengangkut mengandung lebih sedikit klorofil, berukuran lebih besar, dan lebih tebal daripada sel-sel mesofil di sekitarnya. Sel-sel tersebut disebut seludang berkas pengangkut. Seludang berkas pengangkut dapat melebar ke permukaan atas dan bawah hingga mencapai epidermis.
JARINGAN PENGUAT
JARINGAN PENGUAT
Jaringan penguat daun berupa kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim terdapat di dekat tulang daun yang besar di bagian sisi dalam lapisan epidermis dan tepi daun tumbuhan dikotil. Serat sklerenkim banyak ditemukan pada berkas pengangkut tumbuhan monokotil. Epidermis yang sel-selnya rapat dan memiliki lapisan kutikula juga merupakan jaringan penguat daun
JARINGAN SEKRETORI
JARINGAN SEKRETORI
Jaringan sekretori dapat berupa kelenjar, sel resin, sel tanin, atau sel mirosin. Kelenjar dapat ditemukan pada daun-daun lebar berupa massa sel-sel parenkim yang padat di ujung berkas pembuluh. Contohnya adalah rongga minyak esensial yang terdapat pada mesofil daun tumbuhan Citrus sp.
Terima kasih!
ORGAN PADA TUMBUHAN
Daffa' Raihandi
Created on September 16, 2022
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Corporate Christmas Presentation
View
Snow Presentation
View
Winter Presentation
View
Hanukkah Presentation
View
Vintage Photo Album
View
Nature Presentation
View
Halloween Presentation
Explore all templates
Transcript
PRESENTASI
Tugas Kelompok Organ pada tumbuhan
MULAI
ISI
Anggota kelompok
daun
AKAR
tudung akar
epidermis
tentang organ pada tumbuhan
Epidermis
mesofil
korteks
jaringanpengangkut
batang
endodermis
epidermis
jaringan penguat
stele
korteks
stele
jaringan sekretori
Anggota kelompok
03
02
01
zahra septiani
Devita wiria putri
regina
05
06
04
muhammad ramadhan
yanti rukmana
Daffa' raihandi
Sedikit tentang organ pada tumbuhan
Organ merupakan kumpulan dari beberapa jaringan yang memiliki tujuan atau peranan tertentu dalam tubuh. Organ pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi organ vegetatif dan organ generatif. Organ vegetatif, yaitu akar, batang, dan daun. Organ generatif, yaitu bunga, buah, dan biji.
AKAR
Berdasarkan asalnya, akar dibedakan menjadi dua macam, yaitu akar primer (akar normal) dan akar liar. Akar primer tumbuh sejak embrio hingga tumbuhan mati, berfungsi menegakkan tumbuhan serta menyerap air dan garam-garam mineral. Akar liar muncul dari batang, daun, dan jaringan lainnya, dapat bersifat permanen atau temporer, serta dapat tumbuh mencapai tanah atau tidak sampai menyentuh tanah. Akar liar berfungsi menyerap air atau mengalami modifikasi menjadi organ untuk merayap, menopang, dan sebagai haustoria (akar pada tumbuhan parasit). Secara umum, akar terdiri atas tudung akar, epidermis, korteks, endodermis, dan stele.
TUDUNG AKAR
TUDUNG AKAR
Tudung akar terdapat pada ujung akar, berfungsi melindungi promeristem dan membantu penetrasi akar yang tumbuh ke dalam tanah. Tudung akar tersusun dari sel-sel parenkim yang hidup dan terkadang mengandung pati.
EPIDERMIS
EPIDERMIS
Epidermis akar disebut juga epiblem atau lapisan pilifer. Epidermis terdiri atas sel-sel yang berdinding tipis dan tidak mengandung kutikula. Sel-sel epidermis di daerah dekat ujung akar akan berkembang menjadi rambut-rambut akar. Rambut akar tersusun dari satu sel yang memanjang, berfungsi untuk absorpsi air dan garam mineral, serta menguatkan posisi tumbuhan pada tanah. Epidermis pada akar yang sudah dewasa akan mengalami kerusakan, fungsinya digantikan oleh eksodermis (lapisan terluar korteks).
KORTEKS
KORTEKS
Korteks tersusun dari sel-sel parenkim yang kadang kala mengandung karbohidrat atau kristal. Dinding sel pada lapisan terluar korteks mengalami penebalan oleh zat suberin dan berdiferensiasi menjadi eksodermis. Sementara itu, lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi endodermis.
ENDODERMIS
ENDODERMIS
Endodermis akar terdiri atas satu lapis sel yang struktur dan fungsinya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya. Dinding sel endodermis akar dapat mengalami penebalan berbentuk titik-titik/pita Caspary atau berbentuk seperti huruf U oleh zat suberin, kutin, lignin, atau selulosa. Namun, di antara sel-sel ada yang tidak mengalami penebalan, yang disebut sel peresap.
STELE (SILINDER PUSAT)
STELE (SILINDER PUSAT)
Stele akar merupakan bagian tengah dari akar yang terletak di sebelah dalam endodermis. Stele terdiri atas perisikel, berkas pembuluh, dan parenkim. Perisikel dapat tumbuh ke arah samping membentuk cabang akar (akar lateral). Sistem berkas pengangkut tersusun dari jari-jari xilem (trakea) yang jumlahnya bervariasi, berselang-seling dengan floem. Xilem membentuk sumbu sentral yang di bagian tengahnya terisi oleh sel-sel parenkim. Sel-sel parenkim yang terdapat di antara xilem dan floem disebut jaringan konjungtif.Struktur akar dikotil dan monokotil memiliki perbedaan, yaitu pada akar tumbuhan dikotil tidak memiliki parenkim sentral tetapi terdapat kambium di antara xilem dengan floem (tipe kolateral terbuka), sedangkan pada tumbuhan monokotil memiliki parenkim sentral tetapi tidak ditemukan kambium (tipe kolateral tertutup). Parenkim sentral pada tumbuhan monokotil akan berkembang dengan baik, bahkan dapat berkembang menjadi sklerenkim.
BATANG
Batang merupakan bagian tumbuhan yang terletak di atas permukaan tanah, berfungsi menopang daun, bunga, dan buah. Bagian batang tempat munculnya daun disebut buku (nodus). Bagian antara dua buku disebut ruas (internodus). Panjang ruas beragam pada spesies tumbuhan yang berbeda. Pada setiap buku terdapat daun yang berjumlah satu, dua, atau lebih. Susunan daun (filotaksis) berbeda-beda, ada yang berhadapan (dua daun) atau terpusat (lebih dari dua daun).
EPIDERMIS
EPIDERMIS
Epidermis batang terdiri atas satu lapis sel-sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding sel bagian luar mengalami penebalan dari zat kutin. Beberapa jenis tumbuhan memiliki hipodermis yang terletak di sebelah dalam epidermis. Epidermis batang memiliki berbagai macam modifikasi, yaitu stomata, trikoma, sel silika, dan sel gabus. Stomata kelak akan berkembang menjadi lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas dan penguapan.
ENDODERMIS
ENDODERMIS
Endodermis akar terdiri atas satu lapis sel yang struktur dan fungsinya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya. Dinding sel endodermis akar dapat mengalami penebalan berbentuk titik-titik/pita Caspary atau berbentuk seperti huruf U oleh zat suberin, kutin, lignin, atau selulosa. Namun, di antara sel-sel ada yang tidak mengalami penebalan, yang disebut sel peresap.
KORTEKS
KORTEKS
Korteks tersusun dari parenkim, kolenkim, sklerenkim yang berupa serabut dan sklereid, serta idioblas (sel-sel yang bentuk dan fungsinya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya). Beberapa jenis tumbuhan memiliki parenkim korteks yang mengandung klorofil yang disebut klorenkim, sehingga mampu berfotosintesis. Bagian korteks yang paling dalam disebut floetherna. Pada batang dikotil muda lapisan floetherna berisi zat tepung yang disebut sarung tepung. Floetherna dapat mengalami penebalan membentuk pita Caspary yang disebut lapisan endodermis. Pada tumbuhan sukulen yang tumbuh di padang pasir (golongan kaktus atau Cactaceae), terdapat jaringan penyimpan air pada korteks dan empulurnya.
STELE (SILINDER PUSAT)
STELE (SILINDER PUSAT)
Stele terletak di sebelah dalam endodermis. Stele terdiri atas perikambium (perisikel), parenkim, berkas pengangkut, dan empulur (pitb) Empulur merupakan bagian terdalam dari batang tumbuhan berpembuluh, yang memiliki karakteristik parenkim. Jaringan empulur muda berwarna putih atau cokelat pucat, dan menjadi gelap jika sudah tua. Empulur juga terdapat di sekitar berkas pengangkut, berbentuk seperti jari-jari, sehingga disebut jari-jari empulur. Empulur biasanya berupa jaringan lunak agak kering, terkadang memiliki rongga berukuran kecil. Pada beberapa tumbuhan, seperti rumput-rumputan dan bambu, empulur membentuk rongga memanjang berisi udara. Pada pohon sagu, empulur mengandung pati.
DAUN
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang berperan sebagai pabrik pengolah makanan bagi sebagian besar tumbuhan. Daun dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu dorsiventral dan isobilateral. Daun tipe dorsiventral memiliki jaringan tiang (palisade) hanya pada sisi atas daun, sehingga permukaan atas daun tampak lebih cerah daripada permukaan bagian bawahnya. Daun dorsiventral biasanya tumbuh horizontal, dan terdapat pada hampir semua daun tumbuhan dikotil. Daun tipe isobilateral memiliki struktur yang seragam antara permukaan atas dan bawahnya. Daun isobilateral tumbuh vertikal sehingga kedua permukaan daun dapat menerima intensitas cahaya matahari yang sama. Daun jenis ini terdapat pada hampir semua daun tumbuhan monokotil dan beberapa jenis dikotil.
EPIDERMIS
EPIDERMIS
Epidermis daun terdapat di permukaan atas dan bawah, biasanya terdiri atas selapis sel, tetapi ada pula yang terdiri atas beberapa lapis sel (epidermis ganda), misalnya pada daun Ficus sp., Nerium sp., dan Piper sp. Sel epidermis tidak mengandung klorofil, kecuali pada sel penutup stomata dan sel epidermis daun tumbuhan yang berada di dalam air. Dinding sel epidermis daun mengalami penebalan yang tidak merata, sel yang menghadap ke luar memiliki dinding sel yang lebih tebal. Penebalan dinding sel diakibatkan oleh lignin dan kutin yang membentuk lapisan kutikula, terkadang terdapat lapisan lilin di atas lapisan kutikula tersebut. Stomata sebagai modifikasi epidermis, dijadikan sebagai salah satu indikator untuk membedakan tipe daun. Jika terdapat stomata pada bagian atas dan bawah daun, disebut tipe amfistoma. Jika stomata hanya terdapat pada bagian bawah daun, disebut tipe hipostoma. Sementara itu, jika stomata hanya terdapat pada bagian atas daun, disebut tipe epistoma. Pada tumbuhan air yang terapung, stomata terdapat hanya di bagian atas daun (tipe epistoma).
MESOFIL
Mesofil terdapat di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang (parenkim palisade) dan jaringan bunga karang (parenkim spons). Jaringan palisade tersusun dari selapis atau lebih sel-sel yang berbentuk silindris, tersusun rapat, dan banyak mengandung klorofil sehingga sangat efisien untuk fotosintesis. Daun yang terkena cahaya matahari secara langsung akan memiliki palisade yang lebih padat dibandingkan dengan daun yang berada di tempat teduh. Jaringan bunga karang tersusun dari sel-sel yang bentuknya tidak teratur, berdinding tipis, mengandung lebih sedikit klorofil daripada jaringan palisade, dan memiliki ruang antarsel yang besar untuk pertukaran gas. Pada daun tumbuhan rumput-rumputan, mesofil tidak berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang, tetapi terdiri atas sel-sel parenkim yang struktur dan ukurannya sama.
JARINGAN PENGANGKUT
JARINGAN PENGANGKUT
Jaringan pengangkut pada daun berupa tulang daun. Tulang daun pada tumbuhan dikotil terdiri atas satu tulang utama yang bercabang-cabang membentuk jala, sedangkan tulang daun tumbuhan monokotil berderet sejajar sumbu daun dan dihubungkan oleh berkas pengangkut kecil. Di dalam berkas pengangkut, xilem selalu berada di atas floem atau berada di sebelah dalam, sedangkan floem berada di sebelah luar karena tulang daun merupakan kelanjutan dari tangkai daun yang berasal dari batang. Sel-sel yang mengelilingi berkas pengangkut mengandung lebih sedikit klorofil, berukuran lebih besar, dan lebih tebal daripada sel-sel mesofil di sekitarnya. Sel-sel tersebut disebut seludang berkas pengangkut. Seludang berkas pengangkut dapat melebar ke permukaan atas dan bawah hingga mencapai epidermis.
JARINGAN PENGUAT
JARINGAN PENGUAT
Jaringan penguat daun berupa kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim terdapat di dekat tulang daun yang besar di bagian sisi dalam lapisan epidermis dan tepi daun tumbuhan dikotil. Serat sklerenkim banyak ditemukan pada berkas pengangkut tumbuhan monokotil. Epidermis yang sel-selnya rapat dan memiliki lapisan kutikula juga merupakan jaringan penguat daun
JARINGAN SEKRETORI
JARINGAN SEKRETORI
Jaringan sekretori dapat berupa kelenjar, sel resin, sel tanin, atau sel mirosin. Kelenjar dapat ditemukan pada daun-daun lebar berupa massa sel-sel parenkim yang padat di ujung berkas pembuluh. Contohnya adalah rongga minyak esensial yang terdapat pada mesofil daun tumbuhan Citrus sp.
Terima kasih!