AKUNTANSI MANAJEMEN
PROJECT BASED LEARNING
Dosen Pengajar : Maykel Tampenawas SE, M.Si
ANALISIS PERILAKU BIAYA PADA BIAYA TETAP (fixed cost)
KELOMPOK 6
1. Aurillia Galatia Ondang (19043073) 2. Herlina Pangauan (19043074) 3. Vanessa Dea Tumurang (19043079)
Definisi Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya perusahaan yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume kegiatan perusahaan, baik dalam produksi maupun dalam penjualan; biaya tetap ini termasuk gaji yang dikeluarkan perusahaan untuk pegawai, pembayaran bunga, sewa, depresiasi, dan biaya asuransi (fixed cost).
Umumnya, besaran biaya tetap ini akan dipengaruhi oleh tujuan perilaku biaya yang nantinya akan memengaruhi perusahaan dalam kurun waktu yang lama, teknologi perusahaan, serta strategi manajemen dan metode di dalamnya.
Karakteristik
Biaya tetap pada dasarnya adalah jenis biaya yang tidak berubah atau statis, dan akan tetap dikeluarkan baik ketika tidak ada kegiatan atau proses produksi yang dilakukan maupun saat melakukan banyak kegiatan sekali pun. Biaya tetap contohnya saja seperti gaji karyawan. sewa gedung, hingga biaya cukai. Biaya-biaya tersebut harus selalu dibayarkan meskipun perusahaan tidak menghasilkan output barang atau jasa apa pun.
JENIS - JENIS BIAYA TETAP
atau disebut dengan biaya tetap yang telah ditentukan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjaga eksistensi perusahaan. Biaya tetap yang telah ditentukan berkaitan dengan investasi fasilitas dan struktur organisasi perusahaan. Contoh : gaji karyawan, biaya asuransi, biaya pajak bangunan, dan sebagainya.
atau disebut dengan biaya tetap kebijakan adalah biaya yang dikeluarkan tergantung dari kebijakan manajemen perusahaan. Biaya tetap kebijakan bersifat jangka pendek dan dapat diubah sewaktu-waktu bila terjadi perubahan biaya diluar perkiraan manajemen. Contoh : biaya pemasangan iklan, riset, pelatihan karyawan, hubungan masyarakat, dan sebagainya.
Author's Name
Sifat Biaya Tetap
- Biaya yang jumlahnya tetap sama ketika tingkat aktivitas berubah
- Suatu biaya yang dalam jumlah total besarnya tetap konstan dalam rentang yang relevan ketika tingkat output / aktivitas berubah.
- Rentang relevan adalah cakupan aktivitas dengan asumsi perilaku biaya tetap dan biaya variabel adalah akurat.
- Biaya Penyusutan : pembebanan bertahap dan sistematis terhadap biaya aset berwujud.
- Biaya Asuransi : Biaya berkala yang perlu dibayarkan terkait kontrak asuransi.
- Beban Bunga : Biaya dana yang dipinjamkan ke perusahaan oleh pemberi pinjaman.
- Pajak Properti : Pajak yang dibebankan ke perusahaan berdasarkan aset yang dimiliki.
- Biaya Sewa : Biaya berkala terkait penggunaan real estat (kantor, gudang, pabrik, toko) yang dimiliki orang lain dan digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan operasional.
- Biaya Gaji : Pembayaran perusahaan terhadap karyawannya secara berkala (biasanya bulanan).
- Utilitas : Tagihan listrik, telepon, dan sebagainya. Meskipun elemennya termasuk variabel, namun utilitas termasuk dalam biaya tetap.
CONTOH BIAYA TETAP
Perhitungan Biaya Tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang berkaitan dengan volume atau kapasitas. Karakteristik utama yang dimiliki biaya tetap adalah biayanya yang bersifat tetap/tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh oleh periode maupun aktivitas tertentu, serta biaya per unit berbanding terbalik dengan perubahan volumenya. Jika kapasitas atau volumenya tinggi, maka biaya tetap per unitnya akan rendah, begitu pula sebaliknya.
Sementara dalam analisis biaya produksi, cara menghitung biaya tetap total dapat dilakukan dengan menggunakan rumus penambahan biaya tetap dengan biaya variabel.
PERBEDAAN BIAYA TETAP DAN BIAYA VARIABEL
Biaya Satuan
Waktu Pengeluaran
Fokus Penilaian
Biaya tetap dalam penilaiannya lebih ditentukan berdasarkan waktu, sementara biaya variabel berdasarkan jumlah produksi. Kedua penelitian ini yang akan menentukan total biaya yang harus dilakukan ketika melakukan produksi barang atau jasa.
biaya tetap akan selalu dikeluarkan pelaku usaha selama periode tertentu, baik saat ada atau tidaknya produksi yang tengah dilakukan. Sementara biaya variabel hanya dikeluarkan pada saat proses produksi berjalan dan tidak perlu dikeluarkan ketika tidak ada kegiatan produksi.
semakin meningkatnya produksi per unitnya, maka semakin rendah biaya tetap yang harus dikeluarkan, begitu juga sebaliknya. Hal ini tentu berbeda dengan biaya variabel yang berbanding lurus dengan jumlah satuan atau unit yang diproduksi.
Komposisi Biaya
Biaya tetap atau biaya inti terdiri dari biaya overhead produksi, biaya penjualan, administrasi, dan biaya distribusi. Sementara biaya variabel merupakan gabungan dari biaya bahan produksi, beban produksi, biaya material yang digunakan, tenaga kerja, serta biaya penjualan dan distribusi yang tidak tetap.
Terima kasih
Project Base Learning Akuntansi Manajemen Kelompok 6
Vanessa Tumurang
Created on December 4, 2021
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Higher Education Presentation
View
Psychedelic Presentation
View
Vaporwave presentation
View
Geniaflix Presentation
View
Vintage Mosaic Presentation
View
Modern Zen Presentation
View
Newspaper Presentation
Explore all templates
Transcript
AKUNTANSI MANAJEMEN
PROJECT BASED LEARNING
Dosen Pengajar : Maykel Tampenawas SE, M.Si
ANALISIS PERILAKU BIAYA PADA BIAYA TETAP (fixed cost)
KELOMPOK 6
1. Aurillia Galatia Ondang (19043073) 2. Herlina Pangauan (19043074) 3. Vanessa Dea Tumurang (19043079)
Definisi Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya perusahaan yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume kegiatan perusahaan, baik dalam produksi maupun dalam penjualan; biaya tetap ini termasuk gaji yang dikeluarkan perusahaan untuk pegawai, pembayaran bunga, sewa, depresiasi, dan biaya asuransi (fixed cost).
Umumnya, besaran biaya tetap ini akan dipengaruhi oleh tujuan perilaku biaya yang nantinya akan memengaruhi perusahaan dalam kurun waktu yang lama, teknologi perusahaan, serta strategi manajemen dan metode di dalamnya.
Karakteristik
Biaya tetap pada dasarnya adalah jenis biaya yang tidak berubah atau statis, dan akan tetap dikeluarkan baik ketika tidak ada kegiatan atau proses produksi yang dilakukan maupun saat melakukan banyak kegiatan sekali pun. Biaya tetap contohnya saja seperti gaji karyawan. sewa gedung, hingga biaya cukai. Biaya-biaya tersebut harus selalu dibayarkan meskipun perusahaan tidak menghasilkan output barang atau jasa apa pun.
JENIS - JENIS BIAYA TETAP
- Committed Fixed Cost
atau disebut dengan biaya tetap yang telah ditentukan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjaga eksistensi perusahaan. Biaya tetap yang telah ditentukan berkaitan dengan investasi fasilitas dan struktur organisasi perusahaan. Contoh : gaji karyawan, biaya asuransi, biaya pajak bangunan, dan sebagainya.- Discretionary Fixed Cost
atau disebut dengan biaya tetap kebijakan adalah biaya yang dikeluarkan tergantung dari kebijakan manajemen perusahaan. Biaya tetap kebijakan bersifat jangka pendek dan dapat diubah sewaktu-waktu bila terjadi perubahan biaya diluar perkiraan manajemen. Contoh : biaya pemasangan iklan, riset, pelatihan karyawan, hubungan masyarakat, dan sebagainya.Author's Name
Sifat Biaya Tetap
CONTOH BIAYA TETAP
Perhitungan Biaya Tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang berkaitan dengan volume atau kapasitas. Karakteristik utama yang dimiliki biaya tetap adalah biayanya yang bersifat tetap/tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh oleh periode maupun aktivitas tertentu, serta biaya per unit berbanding terbalik dengan perubahan volumenya. Jika kapasitas atau volumenya tinggi, maka biaya tetap per unitnya akan rendah, begitu pula sebaliknya. Sementara dalam analisis biaya produksi, cara menghitung biaya tetap total dapat dilakukan dengan menggunakan rumus penambahan biaya tetap dengan biaya variabel.
PERBEDAAN BIAYA TETAP DAN BIAYA VARIABEL
Biaya Satuan
Waktu Pengeluaran
Fokus Penilaian
Biaya tetap dalam penilaiannya lebih ditentukan berdasarkan waktu, sementara biaya variabel berdasarkan jumlah produksi. Kedua penelitian ini yang akan menentukan total biaya yang harus dilakukan ketika melakukan produksi barang atau jasa.
biaya tetap akan selalu dikeluarkan pelaku usaha selama periode tertentu, baik saat ada atau tidaknya produksi yang tengah dilakukan. Sementara biaya variabel hanya dikeluarkan pada saat proses produksi berjalan dan tidak perlu dikeluarkan ketika tidak ada kegiatan produksi.
semakin meningkatnya produksi per unitnya, maka semakin rendah biaya tetap yang harus dikeluarkan, begitu juga sebaliknya. Hal ini tentu berbeda dengan biaya variabel yang berbanding lurus dengan jumlah satuan atau unit yang diproduksi.
Komposisi Biaya
Biaya tetap atau biaya inti terdiri dari biaya overhead produksi, biaya penjualan, administrasi, dan biaya distribusi. Sementara biaya variabel merupakan gabungan dari biaya bahan produksi, beban produksi, biaya material yang digunakan, tenaga kerja, serta biaya penjualan dan distribusi yang tidak tetap.
Terima kasih