Want to create interactive content? It’s easy in Genially!

Get started free

sejarah perkembangan ilmu pengetahuan masa bani umayyah

Annisa Najlatus Sholiha

Created on October 28, 2021

Start designing with a free template

Discover more than 1500 professional designs like these:

Animated Chalkboard Presentation

Genial Storytale Presentation

Blackboard Presentation

Psychedelic Presentation

Chalkboard Presentation

Witchcraft Presentation

Sketchbook Presentation

Transcript

kelas VIII. 1

sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa bani umayyah

bani umayyah

Bani Umayyah 1 (Damaskus)

Bani Umayyah II (Andalusia)

Ilmu Kimia

Ilmu Agama

Ilmu Sejarah dan Geografi

Kedoketran

Ilmu Pengetahuan Bidang Bahasa

Sejarah

Bahasa dan Sastra

Bidang Ilmu Filasafat

bani umayyah di damaskus (661-750 m)

Dinasti Umayyah merupakan pemerintahan kaum Muslimin yang berkembang setelah masa Khulafa al Rasyidin yang dimulai pada tahun 41 H/661 M. Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus mulai terbentuk sejak terjadinya peristiwa tahkim pada Perang Siffin. Perang yang dimaksudkan untuk menuntut balas atas kematian Khalifah Utsman bin Affan itu, semula akan dimenangkan oleh pihak Ali, tetapi melihat gelagat kekalahan itu, Muawiyah segera mengajukan usul kepada pihak Ali untuk kembali kepada hukum Allah.

Sejarah Munculnya Bani Umayyah

Pemerintahan Dinasti Umayyah I berada di Damaskus (Syria) selama kurang lebih 90 Tahun yakni 661-750 M yang didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb. Nama Dinasti Umayyah dinisbahkan kepada Umayyah bin Abd Syams bin Abdu Manaf. Muawiyah selain sebagai pendiri juga sebagai khalifah pertama Bani Umayyah. Muawiyah dipandang sebagai pembangun dinasti ini, oleh sebagian sejarawan dipandang negatif sebab keberhasilannya memperoleh legalitas atas kekuasaannya dalam perang saudara di Shiffin. Terlepas dari itu, dalam diri Muawiyah terkumpul sifat-sifat sorang penguasa, politikus, dan administrator.

Bani Umayyah I

Selama Pemerintahan telah berganti 14 khalifah sebagai berikut. 1. Muawiyah ibn Abi Sufyan (Muawiyah I) (661-679 M) 2. Yazid ibn Muawiyah (Yazid I) (680-683 M) 3. Muawiyah ibn Yazid (Muawiyah II) (683-684 M) 4. Marwan ibn Al-Hakam (Marwan I) (684-685 M) 5. Abdul Malik ibn Marwan (685-705 M) 6. Al-Walid ibn Abdul Malik (Al-Walid I) (705-715 M)

7. Sulaiman ibn Abdul Malik (715-717 M) 8. Umar Ibn Abdul Aziz (717-720 M) 9. Yazid ibn Abdul Malik (Yazid II) (720-724 M) 10. Hisyam ibn Abdul Malik (724-743 M) 11. Walid ibn Yazid (Al-Walid III) (743-744 M) 12. Yazid ibn Walid (Yazid III) (744 M) 13. Ibrahim ibn Malik (744 M) 14. Marwan ibn Muhammad (Marwan II) (745-750 M)

Masa pemerintahan Walid ibn Malik adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya tercatat suatu peristiwa besar, yaitu perluasan wilayah kekuasaan dari Afrika Utara menuju wilayah Barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. Kemajuan lainnya adalah telah dibangun rumah sakit bagi penderita penyakit kronis dan rumah-rumah penderita lepra, penyeragaman bahasa sehingga semua administrasi publik harus berubah dari bahasa Yunani ke bahasa Arab, pencetakan uang emas Islam, dan pengembangan sistem layanan pos dengan menggunakan kuda antara Damaskus dengan provinsi-provinsi lainnya.

Dalam bidang pendidikan, pada masa Bani Umayah belum ada pendidikan formal. Putra putri Khalifan belajar ke Badiyah, gurun Suriah, untuk mempelajari bahasa Arab murni dan puisi. Masyarakat memandang orang yang mampu membaca, menulis, memanah, dan berenang adalah orang terpelajar. Masyarakat yang ingin belajar akan menggunakan masjid sebagai tempat untuk mempelajari Al-Quran dan Hadis.

2. Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid bin Syariyah al-Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.3. Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, saraf, dan lain-lain.

ILMU-Ilmu yang berkembang

Dalam bidang ilmu ilmu pengetahuan juga mengalami perkembangan antara lain.1. Ilmu agama, seperti: Alqur’an, Hadis, dan Fiqih. Proses pembukuan Hadis terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azis sejak saat itulah Hadis mengalami perkembangan pesat.

4. Ilmu Filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung, dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.

Selain perkembangan ilmu pengetahuan tersebut, terdapat prestasi menonjol pada masa itu. Pembangunan monumen arsitektural, beberapa diantaranya masih bertahan hingga saat ini. Sebagai contoh, di Palestina, Khalifah Sulaiman ibn Abdul Malik membangun sebuah kota bernama al Ramlah yang beliau jadikan sebagai istana tempat kediaman. Bekas bekas istana tersebut masih dapat disaksikan hingga masa perang dunia kedua.

Pemerintahan Bani Umayah I telah berakhir dan digantikan pemerintahan baru yaitu Bani Abbasiyah. Berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah I dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dari kekuasaan sendiri dan faktor eksternal adanya kekuatan dari Bani Abbas yang memberontak dan merebut kekuasaan.

Kemunduran Bani Umayyah I

bani umayyah di andalusia (756-1031 m)

Pada saat pemerintahan Bani Umayah berakhir, ada salah seorang keluarga Bani Umayyah yang berhasil melarikan diri ke Andalusia (spanyol). Ia adalah Abdurrahman ibn Muawiyah ibn Hidyam Yang dikenal dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil (pendatang baru). Pada waktu itu ad-Dakhil masih berumur 20 tahun. Semangat jiwa muda yang menggelora di dalam hatinya untuk selamat dari ancaman Bani Abbasiyah membuatnya berjuang untuk menjauh dari Damaskus.Setelah melalui perjalanan dan perjuangan yang panjang dan berliku akhirnya Abdurrahman ad-Dakhil berhasil mendirikan dinasti Umayyah II di Andalusia. Ke uletan dan kebijaksanaan Abdurrahman ad-Dakhil menjadikan cahaya Islam mulai nampak kembali. Ia membangun Cordova menjadi kota yang megah dan menjadikan pusat kekuasaan Muawiyah periode Andalusia. Adapun Khalifah yang memimpin pada masa Dinasti Umayyah II di Andalisia (Spanyol) berjumlah 16 Khalifah.

Pada masa pemerintahan Daulah Umayyah di Andalusia. Kordoba menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat, perkembangan ini terjadi pada masa pemerintahan Khalifah yang ke-8 yakni Abdurrahman an-Nasir dan khalifah ke-9 yakni Hakam al-Muntasir (Hakam II). Pada masa Khalifah al Hakam II. Beliau memberikan hadiah kepada para sarjana dan membangun 27 sekolah gratis di ibukota. Universitas Cordova berkembang pesat dan meraih keunggulan dibanding lembaga lembaga pendidikan di dunia.

Selain itu ibu kota juga memiliki perpustakaan yang paling besar. Buku yang dimiliki tak kurang dari 400.000 buku. Khalifah ak-Hakam membaca dan menelaah buku buku tersebut dan memberikan catatan catatan di pinggir halaman pada naskah naskah tertentu. Hal ini menjadikan nya sosok yang sangat dihargai oleh para ilmuan berikutnya. pada masa kejayaannya Cordova juga memiliki 491 masjid dan 900 Pemandian umum. Tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan di Cordova membuat berbagai Inisiatif dan inovatif dalam rangka membuat kehidupan lebih sejahtera dan nyaman oleh karena itu, didirikan masjid-masjid yang megah dan Indah untuk menunjukkan bahwa pada saat itu kesadaran untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan juga sangat tinggi.

Ilmuwan muslim pada masa dinasti Umayyah II antara lain: a. Abu al-Qasim al-Zahrawi, ahli kedokteran, Perintis ilmu penyakit telinga dan penyakit kulit. Buku karyanya adalah al-Tasrif man ‘ajaza ‘an al-Ta’lif. Buku tersebut menjadi rujukan di universitas-universitas Eropa. b. Ahmad ibn Iyas al-Qurtubi, Ahli kedokteran. c. Abu al-Qasim Abbas ibn Farnas, ahli astronomi dan kimia. d. Abu Ubaidah, astrologi dan ahli hitung. Beliau dikenal dengan nama sahih al-Qiblat, karena sering mengerjakan penentuan arah kiblat.

e. Abu Marwan Abdul Malik ibn Habid, ahli sejarah, penyair dan nahwu sharaf. f. Abu Bakar Muhammad ibd Umar, ahli sejarah. g. Uraib ibn saad, ahli sejarah yang meringkas Tarikh al-Tabari dan menambahkan al-magrib serta Andalusia. h. Hayyan ibn Khallaf ibn Hayyan, ahli sejarah dan sastra. i. Abu Walid Abdullah ibn Muhammad ibn al-Faradhi, ahli sejarah dan penulis biografi ulung.

2. Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid bin Syariyah al-Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.3. Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, saraf, dan lain-lain.

ILMU-Ilmu yang berkembang

Dalam bidang ilmu ilmu pengetahuan juga mengalami perkembangan antara lain.1. Ilmu agama, seperti: Alqur’an, Hadis, dan Fiqih. Proses pembukuan Hadis terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azis sejak saat itulah Hadis mengalami perkembangan pesat.

4. Ilmu Filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung, dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.

a. Arsitektur, perkembangan di bidang arsitektur terlihat dari bangunan artistik serta masjid masjid yang memenuhi kota. Kota lama pun dibangun menjadi kota modern. Mereka memadukan gaya Persia dengan Wasa Islam yang kental di setiap sudut bangunannya. Perkembangan arsitektur ini terjadi pada masa Walid yang pada saat itu membangun sebuah masjid Agung yang terkenal dengan sebutan Masjid Damaskus yang diarsiteki oleh Abu Ubaidah bin Jarrah.

Perkembangan dinasti umayyah pada bidang umum

c. Perdagangan, setelah Bani Umayah berhasil menaklukkan berbagai wilayah, pada saat itu pula jalur perdagangan menjadi semakin lancar. d. Kerajinan, pada masa Khalifah Abdul Malik mulailah dirintis pembuatan tiras ( semacam bordiran) yakni cap resmi yang dicetak pada pakaian Khalifah dan para pembesar pemerintahan.

b. Organisasi Militer, pada masa pemerintahan Bani Umayah ini militer dikelompokkan menjadi tiga angkatan yaitu angkatan darat, angkatan Laut, dan angkatan kepolisian.

3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia utara (Bani Qais) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam semakin meruncing.4. Lemahnya pemerintahan Daulah Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak Khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. 5. Penyebab langsung runtuhnya kekuasaan dinasti Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas bib Abbas al-Muthalib.

Masa kehancuran dinasti umayyah

1. Sistem penggantian Khalifah melalui garis keturunan merupakan suatu hal yang baru bagi tradisi Arab, yang lebih menentukan aspek senioritas, pengaturannya tidak jelas. 2. Sisa sisa para pengikut Ali dan khawarij yang terus menerus membuat gerakan sehingga gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintahan.

thank you