PERAN PERPUSTAKAAN MENJADI
MEDIA LITERASI DIGITAL
Disusun Oleh:Epri Wahyuni (D1B019024) Universitas Bengkulu
START
INDEX
Daftar isi PPT PERAN PERPUSTAKAAN MENJADI
MEDIA LITERASI DIGITAL
Peran perpustakaan menjadi media literasi digital
Pengecekan sitasi dan kutipan karya tulis ilmiah
Pembuatan Website/Blog perpustakaan digital
Penerapan kebijakan hak cipta, lisensi, dan dalam akses (open access, close acces, subcription
Pengecekan Plagiarisme
Kesimpulan
Penerbitan Elektronik
Daftar Pustaka
SECTION 01
Peran perpustakaan menjadi media literasi digital
1.1 Perpustakaan Digital
Pengertian
Menurut Widyawan tahun 2005 (Saleh, 2010) perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber informasi lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidak terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada artefak digital yang tidak bisa tergantikan dalam bentuk tercetak.
Strategi yang dapat dilakukan untuk menuju perpustakaan era globalisasi
Alasan mengapa teknologi informasi harus di terima di perpustakaan :
- Menyediakan koleksi baik tercetak maupun elektronik yang bermutu
- Perpustakaan menggunakan sistem yang adaptif
- Senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan dan layanan.
- Merupakan perpustakaan yang memiliki jaringan yang luas baik untuk kerja sama pemanfaatan informasi maupun penyebarannya
- Memiliki pimpinan dan pustakawan yang memiliki kemampuan/ visi jauh ke depan.
- Menyediakan koleksi baik tercetak maupun elektronik yang bermutu
- Perpustakaan menggunakan sistem yang adaptif
- Senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan dan layanan.
- Merupakan perpustakaan yang memiliki jaringan yang luas baik untuk kerja sama pemanfaatan informasi maupun penyebarannya
- Memiliki pimpinan dan pustakawan yang memiliki kemampuan/ visi jauh ke depan.
- Tuntutan terhadap jumlah dan mutu layanan Perpustakaan
- Tuntutan terhadap penggunaan koleksi bersama (Resource Sharing)
- Kebutuhan untuk mengefektifkan sumber daya manusia
- Tuntutan terhadap efisiensi waktu Keragaman informasi yang dikelola
- Kebutuhan akan ketepatan layanan informasi
+ info
B. PENERAPAN KEBIJAKAN HAK CIPTA, LISENSI, DAN PRIVASI DALAM AKSES (OPEN ACCESS, CLOSE ACCES, DAN SUBSCRIPTION)
1.2 Kebijakan hak ciptaUndang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 menjadi dasar hukum pengakuan dan pengelolaan hak cipta di Indonesia, dengan pertimbangan sbb:
- Hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa.
- Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sastra, sudah demikian pesat sehingga memerlukan peningkatan perlindungan dan jaminan kepastian hukum bagi pencipta, pemegang Hak Cipta, dan pemilik Hak Terkait;
- Indonesia telah menjadi anggota berbagai perjanjian internasional di bidang hak cipta.
+ info
"lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas ciptaannya atau produk hak terkait dengan syarat tertentu. "
UUHC No.28 Tahun 2014
Privasi Dalam Akses (open access, close acces, dan subscription)
"Open Access"
Open access pada dasarnya berkaitan dengan dua hal, yaitu (1) keberadaan teknologi digital, dan (2) akses ke artikel jurnal ilmiah dalam bentuk digital. Secara spesifik, OA merujuk kepada literatur digital yang tersedia secara online, gratis, dan tidak terbatas dari semua ikatan atau hak cipta dan lisensi (Pendit, 2009).
Yang bisa dilakukan perpustakaan dalam mengembangkan repository yaitu:
- Mendorong para peneliti baik di lingkungan institusi maupun di luar institusi untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka sesuai dengan prinsip-prinsip dan paradigma open access,
- Mendorong para pustakawan untuk terlibat langsung dalam membangun repository yaitu dengan mendorong para pustakawan untuk meneliti dan membuat karya ilmiah,
- Mendorong pemilik pustaka untuk menyediakan sumber informasi yang mereka miliki dengan media internet,
- Menjalin kerjasama dengan institusi lainnya yang mempunyai visi yang sama untuk mengembangkan repository
Close Acces
Close Access
Close access adalah sistem layanan tertutup. Pada cara ini, koleksi perpustakaan dilokalisasi dalam suatu area/tempat dan pemustaka tidak diperkenankan untuk langsung berhubungan dengan koleksi. Pemustaka sebagai calon pembaca/peminjam tidak diperkenankan mengambil koleksi sendiri, tetapi harus diambilkan oleh petugas, setelah mereka mencari daftar koleksi yang diinginkan pada katalog.
Alasan pemberlakuan sistem close access pada suatu layanan perpustakaan sangat beragam, diantaranya: keamanan koleksi perpustakaan, alasan terkait kepegawaian, melindungi bahan-bahan koleksi tertentu yang rentan kerusakan seperti buku langka atau koleksi bukan tercetak (non-print media) seperti audio visual dan sejenisnya, atau kondisi lokasi tempat koleksi tersebut disimpan rentan jika pengguna bebas keluar masuk (ruangan mungkin cukup kecil/sempit).
Subscription
Subscription adalah sebuah model bisnis dimana pelanggan harus membayar harga langganan untuk memiliki akses ke produk/jasa. Model ini dipelopori oleh majalah dan surat kabar, tetapi sekarang digunakan oleh banyak perusahaan dan website. Industri yang menggunakan model ini meliputi penjualan surat pesanan klub dan penjualan grup musik, televisi kabel, penyedia televisi satelit dengan saluran TV berbayar, radio satelit, perusahaan telepon, perusahaan ponsel, penyedia layanan internet termasuk webblog, penyedia perangkat lunak, penyedia solusi bisnis, jasa keuangan perusahaan, klub kebugaran, dan farmasi, serta koran-koran tradisional, majalah dan jurnal akademik.
Plagiarisme
Plagiarisme
Kata plagiarisme berasal dari bahasa Latin “plagiare” yang berarti mencuri. Menurut sastrawan Ajib Rosidi sebagaimana dikutip Teuku Kemal Fasya, plagiat adalah pengumuman sebuah karya pengetahuan atau seni oleh ilmuwan atau seniman kepada publik atas semua atau sebagian besar karya orang lain tanpa menyebutkan nama sang pengarang yang diambil karyanya (Soelistyo, 2011, p.17).
Bentuk-bentuk tindakan plagiarisme
Tipe-Tipe Plagiarisme
(Soelistyo, 2011, p.34) :
- Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri;
- Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri;
- Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri;
- Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri;
- Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal- usulnya;
- Plagiarisme Ide (Plagiarism of Ideas)
- Plagiarisme Kata Demi Kata (Word-for-word plagiarism)
- Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of source)
- Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship)
Penerbitan Elektronik
Pengertian
Saxena (2009) menjelaskan bahwa penerbitan elektronik merupakan suatu terbitan dimana buku-buku, jurnal, dan majalah diproduksi dan disimpan dalam bentuk elektronik. Penerbitan elektronik ini merupakan penerapan teknologi dalam bidang penerbitan. Dalam penerbitan elektronik juga mencakup proses-proses dan aspek-aspek yang menjadi bagian dari penerbitan biasa seperti penggunaan teks, pewarnaan, penggunaan tabel dan gambar-gambar, dan proses-proses lainnya.
Chennupati K Ramaiah (2013) menyatakan berkenaan dengan pentingnya sumber-sumber informasi elektronik di perpustakaan perguruan tinggi. Kutipan tersebut menyatakan bahwa pentingnya sumber informasi elektronik di perpustakaan didorong oleh kenyataan akan munculnya berbagai media penyimpan dan penyebarluasan informasi sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dan kebutuhan untuk menyediakan berbagai jenis dan variasi koleksi perpustakaan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang telah membawa pengaruh yang besar terhadap metode penyimpanan dan penyebarluasan informasi yang berdampak pada perpustakaan.
Disisi lain bahwa penyediaan koleksi elektronik oleh perpustakaan dipandang dapat meningkatkan jasa layanan terutama akses ke sumbersumber informasi. Sumber-sumber elektronik dianggap sebagai sarana yang dilengkapi dengan fasilitas penelusuran yang handal yang memungkinkan pengguna melakukan penelusuran secara efektif dan efesien ke berbagai sumber-sumber informasi secara full teks yang dapat mendukung kebutuhankebutuhan literature akademik para pemustaka.
Pengecekan sitasi dan kutipan karya ilmiah
Berbeda halnya dengan karya fiksi, karya ilmiah, baik berupa buku, artikel, ataupun jurnal merupakan hasil elaborasi dari berbagai sumber kepustakaan. Sumber kepustakaan tersebut dikutip dan dicantumkan di dalam tulisan. Proses pengutipan ini biasa dikenal dengan istilah sitasi (citation). Selanjutnya sumber-sumber kepustakaan yang digunakan dalam naskah tulisan disusun dalam bentuk daftar pustaka atau bibliografi/daftar bacaan. Mengingat pentingnya daftar pustaka tersebut, maka sekarang ini bermunculan aplikasi-aplikasi untuk membuat daftar pustaka secara otomatis mulai yang berbayar hingga gratisan.
Aplikasi berbayar seperti EndNote. Sedangkan yang gratisan dan sering dipergunakan oleh kebanyakan penulis adalah Mendeley, Zatero dan Microsoft Word. Aplikasi-aplikasi untuk membuat sitasi dan daftar isi :
Mendeley merupakan software pembuat daftar pustaka yang bekerja secara online atau menggunakan jaringan internet dalam sistem kerjanya. Meskipun demikian, Mendeley menyediakan space penyimpanan yang cukup besar yaitu 2 GB. Namun jika menginginkan space yang lebih besar lagi, kita dapat melakukan registrasi terlebih dahulu (berbayar).
Zotero memiliki dua versi, yaitu versi web browser dan offline. Versi web browser sudah support dengan beberapa search engine, seperti: Google Chrome, Mozilla Firefox dan Apple Safari. Sedangkan secara offline, Zotero sudah terintegrasi dengan LibreOffice, Apache OpenOffice dan NeoOffice.ero. Aplikasi Zotero dapat Anda download di www.zoteto.org.
Aplikasi ini sudah ada sejak Anda menginstal Microsoft Office di komputer. Jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk download aplikasi ini. Microsoft Word (MS Word) yang sudah di instal ketika menginstal. Microsoft Office ini sudah dilengkapi dengan kemampuan menulis daftar pustaka atau referensi yang cukup baik.
M.Word
Mandeley
Zatero
Pembuatan Blog/Website
Blog merupakan kependekan dari Weblog, berasal dari kata Web dan Log. Dikenalkan pertama kali oleh Jorn Barger pada bulan Desember 2007. Weblog diartikan sebagai sebuah web yang diupdate secara kontinyu atau terus menerus dan memuat berbagai link ke website lain yang dianggap menarik dan memungkinkan orang untuk saling memberi komentar pada setiap halaman web yang ditampilkan.
+ info
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut.
Platfrom untuk membuat Blog
Blogger
WordPress.com
WordPress.org
Blogger atau Blogspot adalah platform blogging milik Google. Karena itu, Blogger juga bisa diintegrasikan dengan produk Google lainnya. Misalnya, AdSense, AdWords, Google Analytics, dll. Biasanya, blog yang menggunakan platform ini memiliki domain .blogspot.com.
WordPress.org adalah software open source yang dapat digunakan gratis. Nah, agar software ini dapat live dan diakses lewat internet, Anda memerlukan layanan hosting. Secara singkat, biaya yang harus Anda keluarkan hanyalah untuk layanan hosting dan domain.
WordPress.com adalah CMS yang menggunakan server hosting milik WordPress. Sebenarnya, WordPress.com dapat digunakan gratis, tapi dengan subdomain bawaan WordPress.com. Itulah ekstensi domain default jika menggunakan platform gratisan ini.
Cara membuat Blog
Step 4
Step 3
Step 2
Step 1
- Klik Berikutnya.
- Pilih URL atau alamat blog.
Klik Simpan.
- Klik Blog baru.
- Masukkan nama blog.
- Login ke Blogger.
- Di sebelah kiri, klik ikon Panah bawah.
+ info
+ info
+ info
+ info
Cara mengedit dan mengolah Blog
Step 2
Step 4
Step 3
Step 1
Untuk memeriksa tampilan postingan saat dipublikasikan, klik Pratinjau.
Simpan atau publikasikan postingan Anda:
Buat postingan.
Login ke Blogger.
Klik postingan baru (+).
+ info
+ info
+ info
+ info
Kesimpulan
Perpustakaan sebagai media literasi digital menjadi harapan bagi pengguna/masyarakat dalam mendapatkan informasi yang mudah, murat, dan cepat secara online. Program literasi digital perpustakaan akan kurang optimal jika tidak didukung oleh kompetensi pustakawan yang memadai, khususnya dalam hal pengoperasian TIK (komputer dan internet) dan pemanfaatan sumber daya informasi digital perpustakaan. Pustakawan sebagai motor penggerak program literasi digital harus mampu mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai media social space. Dalam penyediaan konten informasi digital, pustakawan dapat memanfaatkan database global dan database nasional sebagaimana yang sudah dicontohkan di atas. Dengan demikian, peran perpustakaan sebagai media literasi digital masyarakat dapat bekerja secara optimal.
Daftar Pustaka
Berlin. (2003). “Berlin Declaration on Open Access to Knowledge in the Science and
Humanities”. Diakses dari http://oa.mpg.de/openaccess-berlin/berlindeclaration.html
Cummings, Corlis and E.Gail Gunnells. 2003. Copyright and Fair Use In Higher Education.
Encyclopedia of Library and Information Science. USA: Marcel Dekker, Inc.
Dolen, Jennifer Elizabeth. 2013. Copyright or Copyleft? Balancing Image Rights for Artists,
Museums and Audiences. A Project Submitted To The Faculty Of The Graduate
School Of The University Of Minnesota Fishman, Stephen, J.D. 2011. The Copyright Handbook: What Every Writer Needs to Know.
USA: NOLO Law For All.
IFLA. 2011. IFLA Licensing Principles. USA. http://www.ifla.org/publications/ifla-licensing
principles-2001 (26 Juni 2015)
Pendit, Putu Lukman. (2007). Perpustakaan Digital: Per-spektif Perpustakaan Perguruan
Tinggi Indonesia. Jakarta : Sagung Seto Wilson, Lee. 2005. Fair Use, Free Use, and Use by Permission: Using and Licensing
Copyrights in All Media. New York: Allworth Press
Thanks!
Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu
PPT Literasi Digital_Epri Wahyuni
Epri Wahyuni
Created on October 14, 2021
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Animated Chalkboard Presentation
View
Genial Storytale Presentation
View
Blackboard Presentation
View
Psychedelic Presentation
View
Chalkboard Presentation
View
Witchcraft Presentation
View
Sketchbook Presentation
Explore all templates
Transcript
PERAN PERPUSTAKAAN MENJADI MEDIA LITERASI DIGITAL
Disusun Oleh:Epri Wahyuni (D1B019024) Universitas Bengkulu
START
INDEX
Daftar isi PPT PERAN PERPUSTAKAAN MENJADI MEDIA LITERASI DIGITAL
Peran perpustakaan menjadi media literasi digital
Pengecekan sitasi dan kutipan karya tulis ilmiah
Pembuatan Website/Blog perpustakaan digital
Penerapan kebijakan hak cipta, lisensi, dan dalam akses (open access, close acces, subcription
Pengecekan Plagiarisme
Kesimpulan
Penerbitan Elektronik
Daftar Pustaka
SECTION 01
Peran perpustakaan menjadi media literasi digital
1.1 Perpustakaan Digital
Pengertian
Menurut Widyawan tahun 2005 (Saleh, 2010) perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber informasi lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidak terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada artefak digital yang tidak bisa tergantikan dalam bentuk tercetak.
Strategi yang dapat dilakukan untuk menuju perpustakaan era globalisasi
Alasan mengapa teknologi informasi harus di terima di perpustakaan :
+ info
B. PENERAPAN KEBIJAKAN HAK CIPTA, LISENSI, DAN PRIVASI DALAM AKSES (OPEN ACCESS, CLOSE ACCES, DAN SUBSCRIPTION)
1.2 Kebijakan hak ciptaUndang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 menjadi dasar hukum pengakuan dan pengelolaan hak cipta di Indonesia, dengan pertimbangan sbb:
+ info
"lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas ciptaannya atau produk hak terkait dengan syarat tertentu. "
UUHC No.28 Tahun 2014
Privasi Dalam Akses (open access, close acces, dan subscription)
"Open Access"
Open access pada dasarnya berkaitan dengan dua hal, yaitu (1) keberadaan teknologi digital, dan (2) akses ke artikel jurnal ilmiah dalam bentuk digital. Secara spesifik, OA merujuk kepada literatur digital yang tersedia secara online, gratis, dan tidak terbatas dari semua ikatan atau hak cipta dan lisensi (Pendit, 2009).
Yang bisa dilakukan perpustakaan dalam mengembangkan repository yaitu:
Close Acces
Close Access
Close access adalah sistem layanan tertutup. Pada cara ini, koleksi perpustakaan dilokalisasi dalam suatu area/tempat dan pemustaka tidak diperkenankan untuk langsung berhubungan dengan koleksi. Pemustaka sebagai calon pembaca/peminjam tidak diperkenankan mengambil koleksi sendiri, tetapi harus diambilkan oleh petugas, setelah mereka mencari daftar koleksi yang diinginkan pada katalog.
Alasan pemberlakuan sistem close access pada suatu layanan perpustakaan sangat beragam, diantaranya: keamanan koleksi perpustakaan, alasan terkait kepegawaian, melindungi bahan-bahan koleksi tertentu yang rentan kerusakan seperti buku langka atau koleksi bukan tercetak (non-print media) seperti audio visual dan sejenisnya, atau kondisi lokasi tempat koleksi tersebut disimpan rentan jika pengguna bebas keluar masuk (ruangan mungkin cukup kecil/sempit).
Subscription
Subscription adalah sebuah model bisnis dimana pelanggan harus membayar harga langganan untuk memiliki akses ke produk/jasa. Model ini dipelopori oleh majalah dan surat kabar, tetapi sekarang digunakan oleh banyak perusahaan dan website. Industri yang menggunakan model ini meliputi penjualan surat pesanan klub dan penjualan grup musik, televisi kabel, penyedia televisi satelit dengan saluran TV berbayar, radio satelit, perusahaan telepon, perusahaan ponsel, penyedia layanan internet termasuk webblog, penyedia perangkat lunak, penyedia solusi bisnis, jasa keuangan perusahaan, klub kebugaran, dan farmasi, serta koran-koran tradisional, majalah dan jurnal akademik.
Plagiarisme
Plagiarisme
Kata plagiarisme berasal dari bahasa Latin “plagiare” yang berarti mencuri. Menurut sastrawan Ajib Rosidi sebagaimana dikutip Teuku Kemal Fasya, plagiat adalah pengumuman sebuah karya pengetahuan atau seni oleh ilmuwan atau seniman kepada publik atas semua atau sebagian besar karya orang lain tanpa menyebutkan nama sang pengarang yang diambil karyanya (Soelistyo, 2011, p.17).
Bentuk-bentuk tindakan plagiarisme
Tipe-Tipe Plagiarisme
(Soelistyo, 2011, p.34) :
Penerbitan Elektronik
Pengertian
Saxena (2009) menjelaskan bahwa penerbitan elektronik merupakan suatu terbitan dimana buku-buku, jurnal, dan majalah diproduksi dan disimpan dalam bentuk elektronik. Penerbitan elektronik ini merupakan penerapan teknologi dalam bidang penerbitan. Dalam penerbitan elektronik juga mencakup proses-proses dan aspek-aspek yang menjadi bagian dari penerbitan biasa seperti penggunaan teks, pewarnaan, penggunaan tabel dan gambar-gambar, dan proses-proses lainnya.
Chennupati K Ramaiah (2013) menyatakan berkenaan dengan pentingnya sumber-sumber informasi elektronik di perpustakaan perguruan tinggi. Kutipan tersebut menyatakan bahwa pentingnya sumber informasi elektronik di perpustakaan didorong oleh kenyataan akan munculnya berbagai media penyimpan dan penyebarluasan informasi sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dan kebutuhan untuk menyediakan berbagai jenis dan variasi koleksi perpustakaan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang telah membawa pengaruh yang besar terhadap metode penyimpanan dan penyebarluasan informasi yang berdampak pada perpustakaan.
Disisi lain bahwa penyediaan koleksi elektronik oleh perpustakaan dipandang dapat meningkatkan jasa layanan terutama akses ke sumbersumber informasi. Sumber-sumber elektronik dianggap sebagai sarana yang dilengkapi dengan fasilitas penelusuran yang handal yang memungkinkan pengguna melakukan penelusuran secara efektif dan efesien ke berbagai sumber-sumber informasi secara full teks yang dapat mendukung kebutuhankebutuhan literature akademik para pemustaka.
Pengecekan sitasi dan kutipan karya ilmiah
Berbeda halnya dengan karya fiksi, karya ilmiah, baik berupa buku, artikel, ataupun jurnal merupakan hasil elaborasi dari berbagai sumber kepustakaan. Sumber kepustakaan tersebut dikutip dan dicantumkan di dalam tulisan. Proses pengutipan ini biasa dikenal dengan istilah sitasi (citation). Selanjutnya sumber-sumber kepustakaan yang digunakan dalam naskah tulisan disusun dalam bentuk daftar pustaka atau bibliografi/daftar bacaan. Mengingat pentingnya daftar pustaka tersebut, maka sekarang ini bermunculan aplikasi-aplikasi untuk membuat daftar pustaka secara otomatis mulai yang berbayar hingga gratisan.
Aplikasi berbayar seperti EndNote. Sedangkan yang gratisan dan sering dipergunakan oleh kebanyakan penulis adalah Mendeley, Zatero dan Microsoft Word. Aplikasi-aplikasi untuk membuat sitasi dan daftar isi :
Mendeley merupakan software pembuat daftar pustaka yang bekerja secara online atau menggunakan jaringan internet dalam sistem kerjanya. Meskipun demikian, Mendeley menyediakan space penyimpanan yang cukup besar yaitu 2 GB. Namun jika menginginkan space yang lebih besar lagi, kita dapat melakukan registrasi terlebih dahulu (berbayar).
Zotero memiliki dua versi, yaitu versi web browser dan offline. Versi web browser sudah support dengan beberapa search engine, seperti: Google Chrome, Mozilla Firefox dan Apple Safari. Sedangkan secara offline, Zotero sudah terintegrasi dengan LibreOffice, Apache OpenOffice dan NeoOffice.ero. Aplikasi Zotero dapat Anda download di www.zoteto.org.
Aplikasi ini sudah ada sejak Anda menginstal Microsoft Office di komputer. Jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk download aplikasi ini. Microsoft Word (MS Word) yang sudah di instal ketika menginstal. Microsoft Office ini sudah dilengkapi dengan kemampuan menulis daftar pustaka atau referensi yang cukup baik.
M.Word
Mandeley
Zatero
Pembuatan Blog/Website
Blog merupakan kependekan dari Weblog, berasal dari kata Web dan Log. Dikenalkan pertama kali oleh Jorn Barger pada bulan Desember 2007. Weblog diartikan sebagai sebuah web yang diupdate secara kontinyu atau terus menerus dan memuat berbagai link ke website lain yang dianggap menarik dan memungkinkan orang untuk saling memberi komentar pada setiap halaman web yang ditampilkan.
+ info
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut.
Platfrom untuk membuat Blog
Blogger
WordPress.com
WordPress.org
Blogger atau Blogspot adalah platform blogging milik Google. Karena itu, Blogger juga bisa diintegrasikan dengan produk Google lainnya. Misalnya, AdSense, AdWords, Google Analytics, dll. Biasanya, blog yang menggunakan platform ini memiliki domain .blogspot.com.
WordPress.org adalah software open source yang dapat digunakan gratis. Nah, agar software ini dapat live dan diakses lewat internet, Anda memerlukan layanan hosting. Secara singkat, biaya yang harus Anda keluarkan hanyalah untuk layanan hosting dan domain.
WordPress.com adalah CMS yang menggunakan server hosting milik WordPress. Sebenarnya, WordPress.com dapat digunakan gratis, tapi dengan subdomain bawaan WordPress.com. Itulah ekstensi domain default jika menggunakan platform gratisan ini.
Cara membuat Blog
Step 4
Step 3
Step 2
Step 1
Klik Simpan.
+ info
+ info
+ info
+ info
Cara mengedit dan mengolah Blog
Step 2
Step 4
Step 3
Step 1
Untuk memeriksa tampilan postingan saat dipublikasikan, klik Pratinjau.
Simpan atau publikasikan postingan Anda:
Buat postingan.
Login ke Blogger. Klik postingan baru (+).
+ info
+ info
+ info
+ info
Kesimpulan
Perpustakaan sebagai media literasi digital menjadi harapan bagi pengguna/masyarakat dalam mendapatkan informasi yang mudah, murat, dan cepat secara online. Program literasi digital perpustakaan akan kurang optimal jika tidak didukung oleh kompetensi pustakawan yang memadai, khususnya dalam hal pengoperasian TIK (komputer dan internet) dan pemanfaatan sumber daya informasi digital perpustakaan. Pustakawan sebagai motor penggerak program literasi digital harus mampu mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai media social space. Dalam penyediaan konten informasi digital, pustakawan dapat memanfaatkan database global dan database nasional sebagaimana yang sudah dicontohkan di atas. Dengan demikian, peran perpustakaan sebagai media literasi digital masyarakat dapat bekerja secara optimal.
Daftar Pustaka
Berlin. (2003). “Berlin Declaration on Open Access to Knowledge in the Science and Humanities”. Diakses dari http://oa.mpg.de/openaccess-berlin/berlindeclaration.html Cummings, Corlis and E.Gail Gunnells. 2003. Copyright and Fair Use In Higher Education. Encyclopedia of Library and Information Science. USA: Marcel Dekker, Inc. Dolen, Jennifer Elizabeth. 2013. Copyright or Copyleft? Balancing Image Rights for Artists, Museums and Audiences. A Project Submitted To The Faculty Of The Graduate School Of The University Of Minnesota Fishman, Stephen, J.D. 2011. The Copyright Handbook: What Every Writer Needs to Know. USA: NOLO Law For All. IFLA. 2011. IFLA Licensing Principles. USA. http://www.ifla.org/publications/ifla-licensing principles-2001 (26 Juni 2015) Pendit, Putu Lukman. (2007). Perpustakaan Digital: Per-spektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Jakarta : Sagung Seto Wilson, Lee. 2005. Fair Use, Free Use, and Use by Permission: Using and Licensing Copyrights in All Media. New York: Allworth Press
Thanks!
Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu