Bahasa Indonesia Teks Naratif: Cerita Pendek
SMP Negeri 7 Malang kelas IX-H
Oleh: M. Wahyu Tri Arianto
01 Bacalah Kompetensi Dasar!
Petunjuk Pembelajaran
02 Baca Tujuan Pembelajaran!
03 Baca dan pahami materi pembelajaran yang disediakan!
04 Pahami contoh yang ada!
05 Kerjakan tugas dan kumpulkan sesuai dengan petujuk pengerjaan!
06 Untuk memperdalam pemahaman, belajarlah secara mandiri dari referensi yang diberikan!
07 Selamat Belajar!
Kompetensi Dasar 3.2
"Menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerita pendek yang dibaca atau didengar"
3.2.1 Siswa mampu memahami pengertian cerita pendek
3.2.2 Siswa mampu memahami struktur cerita pendek
3.2.3 Siswa mampu memahami aspek kebahasaan cerita pendek
3.2.4 Siswa mampu menganalisis cerita pendek berdasarkan struktur dan aspek kebahasaan
Tujuan Pembelajaran
Bacalah Cerita Pendek Berikut!
Sebelum memulai pembelajaran, marilah membaca cerita pendek berikut ini. Untuk memulai membaca, klik tombol info di bawah ini!
+ INFO
Jadi apa itu cerita pendek menurut Ananda?
Silahkan menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pemahaman Ananda setelah membaca cerita pendek sebelumnya melalui tombol di bawah ini!
Pengertian Cerita Pendek atau Cerpen
Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasih dkk, 2004: 431). Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novelet dan novel.
01
03
02
Struktur Cerita Pendek
Aspek Kebahasaan Cerita Pendek
Ciri-Ciri Cerita Pendek
Untuk mengetahui ciri-ciri cerpen, silahkan klik tombol di bawah ini!
Untuk mengetahui struktur cerpen, silahkan klik tombol di bawah ini!
Untuk mengetahui aspek kebahasaan cerpen, silahkan klik tombol di bawah ini!
+ INFO
+ INFO
+ INFO
Mengidentifikasi Cerita Pendek
Klik di sini
Kesedihan masih mendera diriku. Setelah ditinggal pergi pendamping hidupku, kini anakku satu-satunya juga telah tiada. Hujan air mata tentu saja menetes di sini; di mataku
Abstrak
latar suasana: sedih; latar waktu: kini, serta 40 hari setelah si pendamping hidup wafat dan 7 hari setelah sang anak wafat.
Orientasi
sang tokoh sedih karena ditinggal mati sang anak padahal sebelumnya telah ditinggal pendamping hidupnya, sang tokoh mulai menghilangkan rasa sedihnya dengan terus menjalani hidup dan menyibukkan diri, dan sang tokoh pun memutuskan untuk tetap bertahan hidup dan tidak mencari pendamping hidup yang baru.
pengenalan konflik sudah ada sejak di paragraf awal, yakni saat sang tokoh kehilangan anak tercintanya, padahal sebelumnya dia telah ditinggalkan sang pendamping hidup. Alur cerita semakin berlanjut, dan si tokoh ini pun mulai mencoba lebih tegar dalam menjalani hidup dan kedukaan yang dia rasakan. Di akhir cerita, si tokoh pun menentukan sikap hidupnya terhadap apa yang dia alami.
Kompilasi
Evaluasi
si tokoh memutuskan untuk menjalani hidupnya dan mulai menyibukkan diri dengan bekerja sebagai layouter. Selain itu, si tokoh memutuskan untuk tidak mencari pendamping hidup lagi. Hal ini bisa dilihat pada kalimat-kalimat yang ada di paragraf akhir.
pesan yang hendak disampaikan pada cerpen tersebut adalah bahwa kita harus tetap tegar dalam mejalani hidup meski ditimpa kesedihan yang mendalam. Selain itu, cerpen di atas juga mengajarkan kita untuk tidak menyalahkan Tuhan saat terpuruk, dan tetap setia kepada pasangan hidup kita.
Resolusi
Koda/ Pesan Moral
Hore! Sudah hampir selesai!
Penugasan dapat dilihat melalui tombol info di bawah ini!
Setelah membaca dan menyimak penjelasan materi, mari kita latihan!
+ INFO
Thank you!
Tetap semangat belajar!
Teks Naratif: Cerita Pendek
M. WAHYU TRI ARIANTO
Created on August 24, 2021
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Tech Presentation Mobile
View
Geniaflix Presentation
View
Vintage Mosaic Presentation
View
Shadow Presentation
View
Newspaper Presentation
View
Zen Presentation
View
Audio tutorial
Explore all templates
Transcript
Bahasa Indonesia Teks Naratif: Cerita Pendek
SMP Negeri 7 Malang kelas IX-H
Oleh: M. Wahyu Tri Arianto
01 Bacalah Kompetensi Dasar!
Petunjuk Pembelajaran
02 Baca Tujuan Pembelajaran!
03 Baca dan pahami materi pembelajaran yang disediakan!
04 Pahami contoh yang ada!
05 Kerjakan tugas dan kumpulkan sesuai dengan petujuk pengerjaan!
06 Untuk memperdalam pemahaman, belajarlah secara mandiri dari referensi yang diberikan!
07 Selamat Belajar!
Kompetensi Dasar 3.2
"Menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerita pendek yang dibaca atau didengar"
3.2.1 Siswa mampu memahami pengertian cerita pendek 3.2.2 Siswa mampu memahami struktur cerita pendek 3.2.3 Siswa mampu memahami aspek kebahasaan cerita pendek 3.2.4 Siswa mampu menganalisis cerita pendek berdasarkan struktur dan aspek kebahasaan
Tujuan Pembelajaran
Bacalah Cerita Pendek Berikut!
Sebelum memulai pembelajaran, marilah membaca cerita pendek berikut ini. Untuk memulai membaca, klik tombol info di bawah ini!
+ INFO
Jadi apa itu cerita pendek menurut Ananda?
Silahkan menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pemahaman Ananda setelah membaca cerita pendek sebelumnya melalui tombol di bawah ini!
Pengertian Cerita Pendek atau Cerpen
Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasih dkk, 2004: 431). Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novelet dan novel.
01
03
02
Struktur Cerita Pendek
Aspek Kebahasaan Cerita Pendek
Ciri-Ciri Cerita Pendek
Untuk mengetahui ciri-ciri cerpen, silahkan klik tombol di bawah ini!
Untuk mengetahui struktur cerpen, silahkan klik tombol di bawah ini!
Untuk mengetahui aspek kebahasaan cerpen, silahkan klik tombol di bawah ini!
+ INFO
+ INFO
+ INFO
Mengidentifikasi Cerita Pendek
Klik di sini
Kesedihan masih mendera diriku. Setelah ditinggal pergi pendamping hidupku, kini anakku satu-satunya juga telah tiada. Hujan air mata tentu saja menetes di sini; di mataku
Abstrak
latar suasana: sedih; latar waktu: kini, serta 40 hari setelah si pendamping hidup wafat dan 7 hari setelah sang anak wafat.
Orientasi
sang tokoh sedih karena ditinggal mati sang anak padahal sebelumnya telah ditinggal pendamping hidupnya, sang tokoh mulai menghilangkan rasa sedihnya dengan terus menjalani hidup dan menyibukkan diri, dan sang tokoh pun memutuskan untuk tetap bertahan hidup dan tidak mencari pendamping hidup yang baru.
pengenalan konflik sudah ada sejak di paragraf awal, yakni saat sang tokoh kehilangan anak tercintanya, padahal sebelumnya dia telah ditinggalkan sang pendamping hidup. Alur cerita semakin berlanjut, dan si tokoh ini pun mulai mencoba lebih tegar dalam menjalani hidup dan kedukaan yang dia rasakan. Di akhir cerita, si tokoh pun menentukan sikap hidupnya terhadap apa yang dia alami.
Kompilasi
Evaluasi
si tokoh memutuskan untuk menjalani hidupnya dan mulai menyibukkan diri dengan bekerja sebagai layouter. Selain itu, si tokoh memutuskan untuk tidak mencari pendamping hidup lagi. Hal ini bisa dilihat pada kalimat-kalimat yang ada di paragraf akhir.
pesan yang hendak disampaikan pada cerpen tersebut adalah bahwa kita harus tetap tegar dalam mejalani hidup meski ditimpa kesedihan yang mendalam. Selain itu, cerpen di atas juga mengajarkan kita untuk tidak menyalahkan Tuhan saat terpuruk, dan tetap setia kepada pasangan hidup kita.
Resolusi
Koda/ Pesan Moral
Hore! Sudah hampir selesai!
Penugasan dapat dilihat melalui tombol info di bawah ini!
Setelah membaca dan menyimak penjelasan materi, mari kita latihan!
+ INFO
Thank you!
Tetap semangat belajar!