Want to create interactive content? It’s easy in Genially!
sultan hairun
radinda2004
Created on February 17, 2021
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
Transcript
TOKOH NASIONAL
SUltanhairun
Sultan Khaerun Jamil (Sultan Hairun) adalah Sultan atau Raja Ternate ke-23, bertakhta selama 1534-1570. Ia merupakan ayah dari Sultan Baabullah yang menjadi raja setelah sultan khaerun meninggal. Ia dikenal sebagai seorang pemimpin arif, tegas, pemberani dan muslim yang taat serta toleran. Ia tumbuh menyaksikan tindak keji Portugis terhadap rakyat dan saudara-saudaranya, yang membuatnya sangat membenci bangsa Eropa yang satu ini.
Kepemimpinan
Sultan Khaerun menaiki tahta dalam usia belia sehingga oleh Portugis dipandang remeh sebagai orang yang mudah dikendalikan, ternyata anggapan itu salah besar. Saat Goa-India yang ditahan Sultan Tabariji ditekan oleh Portugis untuk menyerahkan Ambon, Buru dan Seram dengan imbalan hak-hak dan kedudukannya akan dikembalikan, Tabariji akhirnya menyetujui dan hendak dipulangkan dan dipulihkan sebagai Sultan Ternate. Sultan Khairun dengan tegas menolak perjanjian berat itu. Tahun 1546 datang seorang misionaris terkenal, Santo Fransiskus Xaverius ke Ternate. Sultan kemudian memberi izin untuk kegiatan misionaris di Maluku dengan syarat kegiatan misionaris hanya ditujukan bagi rakyat Ternate yang masih menganut animisme, jika untuk memengaruhi orang islam beralih agama maka dilarang. Portugis menggunakan kegiatan misionaris sebagai tameng dalam upayanya mendapat Ternate. Tindak Portugis ini menimbulkan kemarahan Sultan Khairun yang akhirnya secara terang-terangan mengumumkan perang terhadap Portugis.
Kejatuhan
Dengan tipu muslihat Gubernur Lopez de Mesquita mengundang sang Sultan untuk berkunjung ke bentengnya, tanggal 25 Februari 1570 Sultan Khairun memenuhi undangan itu, percaya akan niat baik Portugis. Disitu, ia dibunuh atas perintah sang Gubernur. Gubernur De Mesquita berharap dengan matinya Sultan Khairun, rakyat Maluku akan patah semangat dan tercerai berai, namun perbuatannya ini justru akan membawa kehancuran bagi Portugis di Maluku.