FANTA
Fanta berasal sebagai akibat dari kesulitan mengimpor Coca-Cola sirup ke Nazi Jerman selama Perang Dunia II karena embargo perdagangan. Untuk menghindari hal ini, Max Keith, kepala Coca-Cola Deutschland (Coca-Cola GmbH) selama Perang Dunia Kedua, memutuskan untuk membuat produk baru untuk pasar Jerman, menggunakan hanya bahan-bahan yang tersedia di Jerman pada waktu itu, termasuk whey dan pomace - "sisa sisa", seperti Keith kemudian mengenang. Nama itu hasil dari sesi brainstorming singkat, yang dimulai dengan Keith mendesak timnya untuk "menggunakan imajinasi mereka" ("Fantasie" dalam bahasa Jerman), yang salah satu salesman, Joe Knipp, segera menukas "Fanta!"
Sumber: Wikipedia
Puma
Jerman identik sekali dengan bisnis sepatu, beberapa brand ternama hadir dari negara ini. Salah satunya Puma ini. Puma berdiri pada tahun 1924 dengan nama perusahaan sejak awal berdiri adalah Gebruder Dassler Schuhfabrik yang didirikan oleh 2 orang bersaudara Adolf dan Rudolf Dassler.
Sayang, usai perang dunia kedua, kakak beradik ini bersitegang dan akhirnya memilih berpisah. Adolf mendirikan Adidas yang sekarang ini. Rudolf mendirikan Puma, terbaginya perusahaan ini pada tahun 1948.
BIOGRAPHY
QUOTES
Sumber: ciclosempresasfamiliares.com
Birkenstock
Sandal flatbed keluaran Birkenstock, acap mencuri perhatian saat masuk musim panas. Rancangannya nyaman dan unik dengan potongan khas tahun 90-an. Alas kaki tersebut, bahkan masuk ke rumah-rumah mode papan atas dunia.
Pada masa tersebut, alas kaki yang paling diminati perempuan biasanya yang berhak tinggi dan sandal jenis ini dulu dipandang sebelah mata lantaran lebih sering dipakai oleh orang tua sampai-sampai disebut sebagai ugly sandal. Akan tetapi, situasi mulai terbalik ketika majalah Vogue memuji sandal tersebut, yang tidak cuma nyaman di kaki, tetapi juga bisa dipadu-padan dengan pakaian yang dikenakan.
Dimata mereka yang melek fashion, sandal Birkenstock selain tidak menyiksa kaki saat dikenakan, juga menciptakan kesan lebih casual, pas dipakai untuk liburan atau jalan-jalan ke pantai. Sandal Brikenstock asli buatan Jerman di Indonesia dibandrol dengan harga diatas 500 ribu rupiah.
Sumber: dw.com
Rittersport
Tahukah kamu bahwa coklat Rittersport yang ada di supermarket langgananmu itu berasal dari Jerman? Ritter Sport pertama kali berdiri pada tahun 1912 oleh Alfred dan Clara Ritter yang mendirikan pabrik cokelat di Stuttgart-Bad Cannstatt. Merek cokelat yang dikenal saat ini, Ritter's Sport Schokolade, diluncurkan pada tahun 1932 setelah Clara menyarankan untuk membuat cokelat batangan yang akan muat ke dalam saku jaket olahraga apa pun tanpa rusak tetapi memiliki berat yang sama seperti batang biasa. Kemudian Albert Ritter dan Clara Ritter meninggal dan perusahaan diteruskan kepada Alfred Otto, anak mereka. Pada tahun 1990 perusahaan ini meluncurkan proyek "Cacaonica", yang mendukung pertanian kakao organik dan penghutanan kembali di Nikaragua, dan "Ritter Solar", yang sekarang menjadi pemimpin pasar produk termal surya dan sistem termal surya besar di Eropa. Perusahaan Ritter memiliki pembangkit listrik CHP, yang menyuplai 70% kebutuhan energi pabrik, dan sejak 2002 perusahaan tersebut telah dijalankan sepenuhnya dengan energi terbarukan.
Sumber: Wikipedia
Fakta Unik Produk Jerman
shinjeehye.bee
Created on November 24, 2020
Start designing with a free template
Discover more than 1500 professional designs like these:
View
Advent Calendar
View
Tree of Wishes
View
Witchcraft vertical Infographic
View
Halloween Horizontal Infographic
View
Halloween Infographic
View
Halloween List 3D
View
Magic and Sorcery List
Explore all templates
Transcript
FANTA
Fanta berasal sebagai akibat dari kesulitan mengimpor Coca-Cola sirup ke Nazi Jerman selama Perang Dunia II karena embargo perdagangan. Untuk menghindari hal ini, Max Keith, kepala Coca-Cola Deutschland (Coca-Cola GmbH) selama Perang Dunia Kedua, memutuskan untuk membuat produk baru untuk pasar Jerman, menggunakan hanya bahan-bahan yang tersedia di Jerman pada waktu itu, termasuk whey dan pomace - "sisa sisa", seperti Keith kemudian mengenang. Nama itu hasil dari sesi brainstorming singkat, yang dimulai dengan Keith mendesak timnya untuk "menggunakan imajinasi mereka" ("Fantasie" dalam bahasa Jerman), yang salah satu salesman, Joe Knipp, segera menukas "Fanta!"
Sumber: Wikipedia
Puma
Jerman identik sekali dengan bisnis sepatu, beberapa brand ternama hadir dari negara ini. Salah satunya Puma ini. Puma berdiri pada tahun 1924 dengan nama perusahaan sejak awal berdiri adalah Gebruder Dassler Schuhfabrik yang didirikan oleh 2 orang bersaudara Adolf dan Rudolf Dassler. Sayang, usai perang dunia kedua, kakak beradik ini bersitegang dan akhirnya memilih berpisah. Adolf mendirikan Adidas yang sekarang ini. Rudolf mendirikan Puma, terbaginya perusahaan ini pada tahun 1948.
BIOGRAPHY
QUOTES
Sumber: ciclosempresasfamiliares.com
Birkenstock
Sandal flatbed keluaran Birkenstock, acap mencuri perhatian saat masuk musim panas. Rancangannya nyaman dan unik dengan potongan khas tahun 90-an. Alas kaki tersebut, bahkan masuk ke rumah-rumah mode papan atas dunia. Pada masa tersebut, alas kaki yang paling diminati perempuan biasanya yang berhak tinggi dan sandal jenis ini dulu dipandang sebelah mata lantaran lebih sering dipakai oleh orang tua sampai-sampai disebut sebagai ugly sandal. Akan tetapi, situasi mulai terbalik ketika majalah Vogue memuji sandal tersebut, yang tidak cuma nyaman di kaki, tetapi juga bisa dipadu-padan dengan pakaian yang dikenakan. Dimata mereka yang melek fashion, sandal Birkenstock selain tidak menyiksa kaki saat dikenakan, juga menciptakan kesan lebih casual, pas dipakai untuk liburan atau jalan-jalan ke pantai. Sandal Brikenstock asli buatan Jerman di Indonesia dibandrol dengan harga diatas 500 ribu rupiah.
Sumber: dw.com
Rittersport
Tahukah kamu bahwa coklat Rittersport yang ada di supermarket langgananmu itu berasal dari Jerman? Ritter Sport pertama kali berdiri pada tahun 1912 oleh Alfred dan Clara Ritter yang mendirikan pabrik cokelat di Stuttgart-Bad Cannstatt. Merek cokelat yang dikenal saat ini, Ritter's Sport Schokolade, diluncurkan pada tahun 1932 setelah Clara menyarankan untuk membuat cokelat batangan yang akan muat ke dalam saku jaket olahraga apa pun tanpa rusak tetapi memiliki berat yang sama seperti batang biasa. Kemudian Albert Ritter dan Clara Ritter meninggal dan perusahaan diteruskan kepada Alfred Otto, anak mereka. Pada tahun 1990 perusahaan ini meluncurkan proyek "Cacaonica", yang mendukung pertanian kakao organik dan penghutanan kembali di Nikaragua, dan "Ritter Solar", yang sekarang menjadi pemimpin pasar produk termal surya dan sistem termal surya besar di Eropa. Perusahaan Ritter memiliki pembangkit listrik CHP, yang menyuplai 70% kebutuhan energi pabrik, dan sejak 2002 perusahaan tersebut telah dijalankan sepenuhnya dengan energi terbarukan.
Sumber: Wikipedia